
bian berjalan dengan aura dingin kedalam club' itu, dia duduk di ruangan VIP tempat khususnya saat berada disana, orangtua bian adalah orang paling kaya di ibukota ini, club' ini adalah salah satu usaha dibawah asuhan yayasan aryasatya company. perusahaan aryasatya berjejer di seluruh ibukota, tak terhitung aset yang mereka miliki dalam dan luar negeri, karena itu, tak heran jika keluarga mereka sangat diperhitungkan di negara ini.
bian menunggu kedatangan sahabat nya, pikirannya terus menerawang, dia ingin gadis itu saat ini, sangat menginginkannya, tapi bayangan mamanya muncul kembali, janjinya kepada mamanya harus ditepati, dia sudah berjanji akan menghancurkan Shira dan keluarganya,
"argghhhh" helaan nafas kasar bian, dia kembali menenggak minuman alkohol yang tadi dipesannya, pikirannya kacau, andai saja keluarga Shira bukan musuh keluarganya bisa dipastikan bian akan bahagia mencintai gadis itu, bahkan dia rela melepaskan semua yang selama ini dimilikinya, meninggalkan semua demi SHIRA
"aku mencintai dia" bian bergumam lirih.
hatinya sakit saat mengucapkan kalimat ini, ini cinta yang salah, aku tidak boleh melanjutkannya, perang batinnya semakin menjadi jadi
"hai bro, kusut bener loe" sapa devano sambil menepuk bahu bian
bian tak menggubris pertanyaan sahabatnya itu, dia hanya menyunggingkan senyum
"loe temani gue minum malam ini, loe pesan banyak banyak, gue yang bayar!" ucap bian dingin
__ADS_1
"siap bos" jawab devano senang
"loe pernah jatuh cinta?" bian memulai percakapan dengan devano
"busetttt dah, bos gue lagi galau gara gara cinta?" vano terkekeh
"hai bro, loe seorang bian aryasatya, cowok paling tampan, paling keren, tajir pula, selama ini gak ada cewek yang ga tergila gila sama loe, lah ngapa sekarang loe galau perkara cewek satu? heran gue, siapa sih cewek yang bisa bikin bos gue jadi kayak gini" ucap devano lagi
bian melempar bantal sofa yang ada di dekatnya tepat kewajah vano, " sialan loe, ketawain aja gue terus!" ucapnya
"payah loe bos" gumamnya dalam hati
jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, bian dan sahabatnya memutuskan untuk keluar dari club' itu dan pulang kerumahnya,
"loe mau gue antar bro? loe banyak minum tadi didalam" tanya vano khawatir
__ADS_1
"gak usah, loe tau gue kan? cuma karena minuman segitu tadi gue gak bakalan kalah" ucap bian sombong
" emang loe kalo soal fisik dan kesehatan loe jagonya, loe kalah karena cewek aja" ujar vano menggoda bian sambil berlari ke mobilnya, tak hentinya cowok itu terkekeh, dia yakin kalo dia masih disana pasti bian akan murka menanggapi ejekannya tadi.
bian tak menanggapi, dia masuk kedalam mobilnya dan pulang menuju kediaman mewahnya
bian sadar kalo saat ini tubuhnya sangat lelah dan harus beristirahat, tapi saat dia memaksa untuk memejamkan mata saat itu pula bayangan senyum manis Shira muncul, bian semakin tersiksa dengan kondisinya saat ini
"hufffttt...oh Tuhan" bian putus asa, dia mengusap kasar wajahnya
bian hanya berguling-guling di kasurnya
hingga terdengar adzan subuh memanggil dia membersihkan dirinya dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim
"bisa bisanya gue terus rindu sama gadis itu,
__ADS_1