
Shira kaget saat ada seseorang yang menghalanginya membayar uang denda perpustakaan itu, saat dia menoleh ternyata orang itu adalah bian
"huffttt... dia lagi" batin Shira
" hai bro, buku ini gue yang minjam, gue yang lambat balikin ke cewek ini, jadi gue yang akan bayar dendanya!" tutur bian
" loe kenal kan siapa gue?" tatapan bian mengintimidasi pria penjaga itu
"mas bian? maaf mas saya tidak tahu kalo mas yang pakai buku ini" jawab penjaga itu salah tingkah
orangtua bian adalah penyumbang dana terbesar di kampus, semua orang tahu itu, dan bian juga sangat terkenal sebagai cowok tampan, raja di kampus itu, jadi wajar saja si penjaga perpustakaan tidak mau mencari masalah dengannya
"bukunya akan saya terima mas, ga usah pakai denda" ujar pemuda yang ketakutan itu
bian menepuk bahu pemuda itu, masih dengan tatapan mengintimidasi
__ADS_1
"bagus kalo gitu, kerja yang baik bro, jangan jutek jutek!" jawab bian dengan nada ancaman
"huffttt hampir saja aku kehilangan pekerjaan berurusan dengan orang ini" gumam si penjaga, dia menghela nafas saat melihat bian menghilang dibalik pintu perpustakaan itu
bian berkeliling mencari keberadaan shira,
" dasar cewek aneh, main tinggalin gue begitu aja, gak pake makasih lagi udah gue bantuin" rutuk bian sendirian sambil matanya terus mengawasi
"bro, loe ngapain celingak-celinguk, ayo ikut gue, Luna ngajakin ngumpul di cafe yang baru buka itu! dah lama kan kita ga ngumpul?" suara devano sahabatnya mengagetkannya
"Cafe edelweis" bian membaca sekilas sebelum masuk kedalam menemui teman temannya,
"biannn..gue kangen banget sama loe,, semenjak papa loe meninggal ga pernah lagi loe hangout bareng kita" ujar Luna si cewek centil ratu kampus yang terobsesi banget sama bian
Luna berusaha memeluk bian, tapi cowok itu tampak acuh dan menghampiri teman temannya yang lain
__ADS_1
tak lama mereka sudah asyik ngobrol satu sama lain, saling bercanda dan tertawa lepas, bian tampak menikmati kebersamaan bersama teman temannya kali ini, setelah drama panjang kematian papanya baru ini dia ikut gabung lagi, di hatinya masih ada kesedihan, tapi dia tak ingin terlalu larut, dia harus tetap optimis menjalankan hidupnya lagi.
tak lama setelahnya pelayan cafe datang menyajikan makanan yang telah dipesan, mata bian langsung tertuju pada seorang pelayan yang sedang menata makanan diatas meja, bian merasa sangat familiar dengan tatapan mata teduh gadis itu, "Shira" bian bergumam
"silahkan menikmati hidangannya" gadis pelayan itu berujar dengan ramah
tak ada yang mengacuhkan kehadiran gadis itu, kecuali bian yang tak melepaskan sedetikpun pandangannya ke Shira, Luna mulai menyadari itu, rasa cemburunya mucul melihat bian yang terpesona sama pelayan rendah itu, dan pikiran jahatnya pun muncul
selesai makan Luna memanggil pelayan cafe itu,
"hai pelayan sini dong, bantuin kami foto!" perintah Luna dengan sombongnya
Shira menghampiri mereka
"ni fotoin aku sama pacarku, awas ambil gambar yang bener ya, terus hati hati pegang handphone gue, mahal itu, gaji loe setahun jadi pelayan disini ga bakalan cukup buat ganti kalo sampai lecet" ucap Luna ketua
__ADS_1
bian merasa risih dengan tingkah luna, terlebih lagi dia mengaku dirinya sebagai kekasih bian, tapi bian tak ingin merusak harinya bersama sahabat sahabatnya jadi dia membiarkan saja kelakuan Luna.