Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
ciuman pertama


__ADS_3

Shira berjalan terburu-buru menuju sepedanya yang terparkir di depan cafe, sat dia keluar dari pintu seseorang memanggil namanya


"Shira" panggil orang itu, saat Shira menoleh dia kaget karena melihat bian sedang berdiri di samping pintu tempat dia keluar barusan


"ada apa kak?" tanya shira


"pulang bareng aku ya!" pinta bian


"maaf kak, saya bawa sepeda sendiri" tolak Shira


seakan cuaca berkompromi dengan bian, baru saja Shira melangkah meninggalkannya hujan lebat mengguyur diiringi petir yang sangat keras


shira terpekik kaget dan berlari kembali kearah cafe. wajah gadis itu tampak pucat


"ayo atuh neng, pulang sama aa!" canda bian kepada shira


Shira menatap aneh kepada cowok yang ada di sebelahnya saat ini

__ADS_1


"kenapa dia jadi manis gini?" batin Shira


"eh kasihan deh gue dicuekin" bian kembali mencoba menarik perhatian Shira


"huffttt...maaf kak, saya nungguin hujan reda aja" jawab Shira berusaha ramah


bian masih menatap Shira dari belakang, membuat gadis itu risih, sementara itu Shira mulai panik memikirkan cara agar dia bisa pulang malam ini, cafe tempatnya bekerja udah tutup dari tadi, teman temannya sudah pulang semua, tidak ada yang bisa dimintai tolong, kalo naik taxi pasti akan sulit dalam kondisi hujan lebat begini, dan lagi sayang uangnya, batin Shira


setengah jam lebih Shira menunggu, berharap hujan segera berhenti, tapi tampaknya Shira harus menelan kekecewaan, jangankan reda hujan malah turun semakin lebat ditambah angin kencang dan petir. Shira mulai putus asa.


bian masih ada di belakang gadis itu, tak ada percakapan diantara mereka, bian tak ingin mengganggu gadis itu, dia cukup bahagia hanya dengan memandangi dari jarak dekat seperti ini, aroma vanilla dari tubuh shira membuatnya terlena, hanya ada mereka berdua di tempat itu, bian tak henti bersyukur atas hujan yang diturunkan Allah malam ini, karena dengan hujan ini dia bisa terjebak bersama gadis cantik yang dipujanya


Shira mendapat serangan bersin berkali kali


"aihhh kamu bandel banget" bian yang dari tadi berdiri di belakangnya mulai panik, dengan reflek dia memegang tangan shira dan menariknya menuju ke mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang


Shira bingung atas reaksi yang ditunjukkan bian, " kak lepasin!" pinta Shira

__ADS_1


bian tak bergeming, dia membuka pintu mobilnya dan mendorong shira sedikit keras agar masuk kedalam mobilnya


secepat kilat dia juga masuk kedalam mobilnya, langsung mengunci pintu agar shira tak bisa kabur, dan dia melepaskan jaket yang dipakainya


Shira panik dengan apa yang dilihatnya, dia berpikir bian akan melakukan sesuatu yang buruk kepadanya,


bian masih diam seribu bahasa, mulai mendekati Shira dan memasangkan jaket itu ke tubuh shira dari depan, setelah itu dia juga memasangkan sabuk pengaman Shira, jarak mereka saat ini sangatlah dekat, Shira menahan nafas dan menutup matanya ketakutan saat cowok itu dengan serius melakukan pekerjaannya


degup jantung mereka berpacu, bian yang telah selesai memasangkan sabuk pengaman Shira tak beranjak dari posisinya, doa terpesona melihat wajah cantik yang sedang menutup matanya itu, ingin rasanya dia mengecup bibir yang ada di hadapannya saat ini, nafasnya semakin memburu, tapi saat bian mulai semakin mendekat Shira tiba tiba mendorong tubuh bian


"hatchiii....hatchii" serangan bersin kembali melanda shira


bian mengusap kasar wajahnya mengingat perbuatan konyol yang hampir dilakukannya


"ma..maaf kak, saya jadi menebar virus di mobil kakak, sebaiknya saya turun aja" ujar shira berusaha mencari alasan,


bian menggenggam tangan Shira sambil berkata "kamu itu lagi flu, kalo ga segera diobati kamu bisa demam, udah jangan ngeyel, aku antar kamu pulang!"

__ADS_1


"tapi sepeda aku, terus juga besok aku berangkatnya gimana?, terus ini udah malam nanti orang-orang bertanya tanya kalo aku pulang kerumah naik mobil bagus, terus juga...cup... bian tak tahan dengan ocehan Shira, dia tergoda dengan bibir yang terus menggoda nya itu..


__ADS_2