Dendam Sang Aquarius

Dendam Sang Aquarius
Bab 20. Draco Selingkuh???


__ADS_3

Di tengah gempuran para guru dan para siswa yang menyorot hubungan antara Calandra dan Draco yang di telas tiga ini menjadi satu kelas, Calandra masih harus terus berusaha untuk fokus dan belajar lebih giat demi mendapatkan beasiswa untuk masuk Univeritas negeri di kotanya.


Sudah sejak SMP, Calandra mengincar Universitas itu untuk jadi tujuannya berikutnya. Dia bahkan sudah tahu akan berada di fakultas apa dan akan mengambil jurusan apa. Maka dari itu, dia harus lulus sesuai angkatannya dan karena alasan itu pula Calandra memilih untuk tidak memaksakan diri tetap berada di jurusan IPA dan gagal lulus karena penguasaan matematikanya yang sangat minim.


Di SMA Angkasa Biru, memiliki beberapa mata pelajaran unggulan yang mungkin tak dimiliki oleh sekolah lain, salah satunya adalah kelas mengaji yang diberikan kepada para siswi di hari jumat. Jadi, setiap kali para siswa sholat jumat di masjid sekolah, para siswi akan dibimbing guru wanita untuk mendalami al-quran.


Hari itu kelas Calandra kebagian dicampur dengan kelas 3 IPS 2. Saat Calandra mengantri untuk membaca, dia menunggu di sebuah meja yang di sana terdapat Sofi, siswi yang sempat satu kelas dengannya di kelas satu.


“Cal, lo masih pacaran sama si Draco?“ bisiknya.


“Masih. Kenapa emangnya fi?“ Calandra bertanya balik.


“Iya sih, kalau gue lihat-lihat kalian berdua masih nempel banget ya,” ucap Sofi lagi.


“Emangnya ada apa sih Sofi?“ Calandra makin penasaran.


Tapi sebelum Sofi menjawab pertanyaan itu, mereka berdua dipanggil oleh guru untuk maju dan membaca Al - quran.


Setelah keduanya membaca Al - Quran, keduanya pindah duduk ke bagian paling belqkang kelas.


Calandra yang masih penasaraan kembali bertanya pada Sofi, “Maksud pertanyaan lo tadi apa sih fi?“


“Gue cuma penasaran aja,” balas Sofi.


“Tapi dari nada bicara lo, kayaknya ada yang pengen lo ceritain ke gue,” ucap Calandra.

__ADS_1


“Ngga ada kok Cal,” ujar Sofi.


“Ceritain aja sih fi. Gue ngga akan kenapa-kenapa kok,” bujuk Calandra.


“Tapi kalau gue ceritain sama lo, janji ya lo ngga akan bilang kalau gue yang cerita,” bisik Sofi.


“Iya. Gue janji.“


“Sebenernya satu bulan lalu, gue lagi pergi keluar. Nah pas di pom bensin gue ketemu sama si Draco boncengan sama cewek, tapi pas gue lihat ternyata cewek itu bukan lo. Pas si Draco sadar bahwa ada gue, dia langsung nyuruh gue diem,” cerita Sofi.


“Tunggu, rumah lo sama Draco kan jauh, kok bisa ketemu di pom bensin?“ tanya Calandra.


“Waktu itu gue ketemu Draco di pom bensin di Puncak,” jawab Sofi


“Di Puncak? Kok jauh amat,” balas Calanadra.


Calandra sendiri ingin tidak percaya dengan cerita Sofi tapi kenyataannya dadanya berdebar cukup kencang. Agak kaget juga dia mendengar pengakuan Sofi. Karena selama ini, Calandra merasa hubungan dia dan Draco baik-baik saja.


Bagi Calandra, rasanya hampir tidak mungkin Draco mengkhianatinya dengan perempuan lain.


“Di sana gue sempet nyebut nama lo, terus gue lihat itu cewek mukanya langsung bete. Gue juga sempet lihat foto lo ada di dompetnya si Draco dan gue lihat mereka sempet bertengkar dan itu cewel nginjek-nginjek dompetnya Draco,” Sofi melanjutkan ceritanya.


Calandra masih berusaha menguasai dan menenangkan dirinya sendiri hingga tak berani mengucapkan sepatah kata pun.


“Mungkin ngga sih kalau itu selingkuhannya si Draco?“ tanya Sofi.

__ADS_1


Calandra menarik nafas panjang dan berusaha menjawab pertanyaan itu, “Kalau menurut lo?“


Sofi yang mendapatkan jawaban seperti itu hanya bisa terdiam, tak juga berani untuk mejawab.


Dari pintu kelas tempat dia belajar membaca Al - Quran, Calandra bisa melihat Draco yang sedang menunggunya. Dari sana Draco melambaikan tangan, berusah membuat Calandra sadar akan keberadaannya.


Calandra sendiri menjadi sangat tidak sabar untuk segera keluar dari kelas dan bertanya tentang kebenaran dari cerita Sofi.


Setelah kelas belajar Al - Quran itu selesai semua siswi berhamburan keluar. Draco sempat bertatap muka dengan Sofi tapi keduany seakan tak menunjukan kecanggungan.


Di dalam hati Calandra, dia masih berharap apa pun yang tadi di cerikan oleh Sofi adalah sebuah karangan.


“Yuk pulang. Panas banget hari ini, Hakim sama Raline udah pulang duluan,” Draco tak mengetahui apa yang sudah Calandra ketahui.


Mereka jalan bergandengan menuju parkiran sekolah, namun ketika mereka akan naik ke atas motor, Calandra tak lagi bisa membendung rada penasarannya.


“Co, kalau hari minggu biasanya kamu kemana?“


“Biasanya ya di rumah atau kadang ke rumah Hakim. 'Kan kamu juga udah tahu jadwal aku kalo lagi libur,” jawab Draco full senyum.


“Apakah karena kalau minggu aku ngga bisa ketemu sama kamu, makanya kamu melakukan ini?“ Calandra bertanya sambil menunduk.


Draco bingung ditanya seperti itu, “Maksud kamu gimana Cal?“


“Siapa perempuan yang kamu ajak pergi ke Curug Nangka minggu itu?“

__ADS_1


Draco terdiam, seakan tersambar petir dan dia meutup rapat mulutnya belum berani menjawab pertanyaan dari Calandra itu.


Sekali lagi Calandra mengulang pertanyaanya, “Kamu pergi sama siapa ke Curug Nangka, Draco?“


__ADS_2