Dendam Sang Aquarius

Dendam Sang Aquarius
Bab 21. Pengakuan Perselingkuhan Draco


__ADS_3

“Jadi siapa perempuan yang kamu ajak pergi ke Curug Nangka waktu itu Draco?“ tanya Calandra sambil menundukan kepala karena sebenarnya dia masih belum berani mendengar jawaban dari Draco.


Draco yang mendengar pertanyaan itu secara mendadak jadi merasa sungguh kaget. Dia sungguh tak menyangka pertanyaan itu akhirnya terlontar juga dari mulut kekasihnya, Calandra.


“Kamu ngga mau jawab, co?“ Calandra kembali bertanya namun sesungguhnya dalam hati Calandra masih berharap bahwa apa yang dia dengar dari Sofi adalah sebuah kebohongan yang skan disangkal oleh Draco.


“Kamu tahu dari siapa, Cal?“ tanya Draco dengan suara rendah bahkan lebih terdengar seperti sebuah bisikan di telinga Calandra.


Mendengar pertanyaan dari kekasihnya itu, dada Calandra justru menjadi amat berdebar dengan kencang, jantungnya lalu terasa melorot jauh dari tempat asalnya. Draco pun seakan tidak mengelak. Dia hanya ingin tahu dari mana Calandra bisa tahu berita itu.


“Apa Sofi yang ngomong ke kamu?“


Pertanyaan Draco kali ini justru membuat Calandra jadi semakin berpikir bahwa Draco memang melakukan sebuah perselingkuhan di bekakang dirinya.


“Apa kamu perlu tahu dari siapa aku tahu, co?“ suara Calandra mulai bergetar tapi dia masih berusaha untuk tetap tenang walau sesungguhnya air mata sudah memenuhi bagian bawah matanya.


“Pasti kamu tahu dari si Sofi 'kan? Iya 'kan?" Draco kembali bertanya tapi Calandra berusaha untuk tak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan itu. Dia tahu bahwa dia sudah berjanji pada Sofi untuk tak mengatakan dari mana dia tahu soal perselingkugan Draco. Namun akhirnya Calandra pun melontarka sebah pertanyaan, “Kenapa kamu pikir kalau aku tahu semua ini dari Sofi?“


“Sudah aku duga, pasti si Sofi itu. Dasar perempuan banyak bicara! Bisa-bisanya dia membocorkan ini ke Calandra,” gumam Draco dengan nada kesal yang jelas.


“Jadi maksud kamu, kamu sedang membenarkan bahwa kamu memang pergi dengan perempuan lain hari itu ke Curug Nangka itu?“


Draco hanya terdiam tak memberi jawaban, dia sedang berusaha menyusun kata dalam benaknya yang sekiranya bisa diterima oleh Calandra.


“Siapa?“ Calandra bertanya lagi. "Siapa perempuan itu, co."


Draco masih menunduk dan menjawab singkat dengan suara yang makin mengecil, “Irma.“

__ADS_1


Kali ini, Calandra lah yang merasa seperti tersambar petir di hari yang tanpa hujan. Dia tahu betul nama siapa itu. Raline dan Hakim pernah bercerita pada dirinya tentang sosok cinta pertama bagi Draco saat masih SMP. Iya, dia adalah Irma.


Irma, adalah seorang perempuan yang membuat Draco sempat patah hati dan memilih untuk tak akan pernah jatuh cinta lagi pada siapa pun untuk waktu yang cukup lama. Irma juga adalah orang yang pernah membuat Draco menangis saat keduanya berpisah. Satu-satunya yang mungkin akan terjadi adalah, Draco hanya ingin kembali pada Irma hingga akhirnya Draco bertemu dengan Calandra dan akhirnya memilih untuk memulai hubungan romansa kembali.


“Maksud kamu... Ini Irma yang mantan pacar kamu?“ Calandra berusaha mengkonfirmasi dengan nada yang bergetar.


“Iya!“ Jawab Draco sambil terus menundukan kepala.


“Kamu… kamu balikan lagi... Balikan sama Irma?“ Kali ini suara Calandra benar-benar sudah bergetar tak mampu lagi Calandra tahan.


Draco tak menjawab pertanyaan itu dan hanya menundukan kepalanya namun Calandra tentu telah mengerti keadaannya yang sedang dia dsn Draco hadapi. Dengan air mata yang menguncur deras yang telah membanjiri kedua belah pipinya, Calandra pun akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Draco yang masih terduduk lesu di atas motornya yang mana bahkan mesinnya pun belum sempay Draco nyalakan.


Hancur hati Calandra sejadi-jadinya, langit di atas kepalanya seakan runtuh menimpa dirinya, saat mengetahui laki-laki yang telah dipacarinya hampir dua tahun itu ternyata telah mengkhianatinya dan kembali jatuh cinta pada cinta pertamanya.


Padahal Calandra sendiri telah menaruh seluruh hatinya pada Draco namun dengan mudah Draco menghancurkannya hanya dalam waktu yang amat singkat.


Namun dalam obrolannya dengan Draco, laki-laki itu tidak mengelak atau pun mengiyakan tentang perselingkuhannya dengan Irma, namun Calandra juga mengerti, walau pun mungkin Draco dan Irma belum sampai pacaran lagi, namun jelas sudah ada niatan Draco untuk mengkhianati dirinya.


Dalam usaha Calandra melarikan diri dari Draco, tak sedikit pun ada usaha dari Draco untuk mengejarnya membuat hati Calandra semakin terasa sakit.


Pada akhirnya Calandra memutuskan untuk naik angkutan umum. Jaket berkupluk yang digunakan oleh Calandra sungguh membantunya menyembunyikan air matanya yang tak juga kunjung mau berhenti.


Saat Calandra akhirnya turun dari angkutan umum, dia melihat Draco yang sudah menunggunya di atas motor. Walau Calandra berusaha untuk menghindar mamun pada akhirnya dia harus berhadapan dengan Draco juga.


“Cal. Dengerin aku dulu,” Draco memohon.


“Apa lagi yang mau kamu omongin,” Calandra akhirnya memberi Draco waktu setelah beberapa kali dian berusaha melepaskan genggaman tangan Draco pada lengannya.

__ADS_1


“Aku tahu aku salah tapi kamu harus denger penjelasan aku,” ujar Draco.


“Penjelasan apa yang mau kamu kasih ke aku?“ Calandra menantang.


“Kamu jangan percaya begitu aja sama cerita Sofi.“


“Jadi maksudnya kayak apa? Kamu sendiri yang ngakuin kalau ka u emang pergi sama Irma.


“Hari itu aku emang pergi sama Irma tapi aku udah putus sama dia beberapa hari lalu,” jawab Draco.


“Jadi, kamu lagi sedang mengakui perselingkuhan yang kamu lakukan?“ sesungguhnya rasa sesak di dada Calandra seolah menghabiskan okksigennya.


“Tapi aku sama Irma udah putus Cal.“


“Iya tapi kemarin kamu sempet selingkuh sama Irma dari aku?“ Calandra hampir saja teriak.


“Cal. Dengerin aku, aku tahu kalau aku salah tapi aku mohon kamu buat maafin aku,” Draco kembali memohon.


Calandra terdiam, mengatur nafasnya dan irama jantungnya yang belum juga mau berdetak seperti seharusnya. Air matanya kembali mengalir deras yang tak mampu lagi Calandra bendung saat akhirnya dia mendengar pengakuan kekasih hatinya tadi.


Dengan dingin Calandra pun akhirnya menjawab, “Kasih aku waktu buat pikirin ini semua. Aku masih belum bisa menelaah dan mengerti kondisi apa yang sedang aku hadapi saat ini.“


“Cal… aku mohon, maafin aku…” Draco masih berusaha.


“Hati aku hancur banget sekarang. Kasih aku waktu buat berpikir,” jar Calandra lagi.


“Cal… aku sayang sama kamu,” ujar Draco.

__ADS_1


__ADS_2