Dendam Sang Aquarius

Dendam Sang Aquarius
bab 42. Pernyataan cinta Birawa


__ADS_3

Antara cemas dan bahagia menajdi satu di dalam nati Calandra saat ini. Dia merasa cemas karena kini dia tengah berbohong kepada dua orang sekaligus, Draco dan Birawa. Namun dia juga merasa amat bahagia, karena setelah beberapa lama menderita karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Dravo, kini dia bisa merasakan lagi debar bahagia di dalam dadanya karena kehadiran Birawa.


Walau belum terang-terangan Birawa menyatakan rasa suka pada dirinya, namunCalandra tahu bahwa kini Birawa manaruh hati padanya.


“Besok aku jemput di rumah ya?“ ujar Birawa saat mereka sudah kembali dari perpustakaan kampus.


“Hah? Ngga usah,” tolak Calandra.


“Kenapa?“


“Ngga apa-apa. Nanti juga ngga usah anter ke rumah aku,” entah kenapa tiba-tiba Calandra juga menggunakan kata aku dalam menyebutkan dirinya.


“Kenapa?“


“Ngga apa-apa.“


“Kalau ngga apa-apa, ya aku mau anter kamu pulang.“


“Dih kok ngotot?!“


“Ngga boleh aku ngotot mencintai orang”


Calandra menghentikan langkahnya, mencoba meyakinkan apa yang didengarnya barusan dari mulut Birawa.


“Kenapa?“ tanya Birawa lagi.


“Tadi kamu ngomong apa?“


“Ngomong yang mana?“


“Yang tadi.“


“Kenapa?“


“Bukan yang itu.“


“Yang mana? Ngotot mencintai?“


“Maksudnya gimana?“


“Apanya?“


“BIRAWA.“


“Tenang Cal, tenang.“


“Awalnya aku tenang tapi kamu bikin aku naik darah,” jawab Calandra.

__ADS_1


Birawa terkekeh kecil lalu berkata, “Ya udah nanti kita bahas lagi. Makanya nanti kita pulang bareng ya. Kamu tungguin kelas aku soalnya hari ini kelas aku tiga SKS.“


Belum juga Calandra menjawab, Birawa sudah masuk ke dalam kelasnya dan duduk di barisan paling jauh dari pintu masuk.


Calandra pun sadar bahwa kelasnya akan segera di mulai. Maka dengan rasa penasaran yang mendalam dia memilih untuk tetap masuk ke dalam kelas dan mengikuti materi yang diberikan dosen. Walau kali ini materi yang diberikan tak satu pun yang benar-benar masuk ke dalam otak Calandra.


Dua SKS telah usai, kelas yang diikuti Calandra pun sudah sepi karena mahasiswa sudah bubar. Namun karena kelas Birawa lebih banyak satu SKS dari kelas Calandra, maka dia harus menunggu lima puluh menit lagi hingga akhienya kelas Birawa selesai.


Calandra memnutuskan menunggu Birawa di taman depan kelas Birawa. Dan di tengah Calandra menunggu, sebuah panggilan masuk ke ponsel yang sedang dia mainkan.


“Kamu dimana?“ ujar Draco di ujung telepon.


“A… aku masih di kampus.“


“Oh, ya udah tunggu. Aku berangkat ke sana.“


“Eh, Ngga usah.“


“Kok ngga usah?“


“Em… soalnya aku ada kelas tambahan siang ini.“


“Kelas apa?“


“Ini dosen aku ada yang mau seminar ke luar negri, jadi dia mau ganti SKS mata kuliahnya siang ini,” jawab Calandra asal-asalan.


“Aku ngga tahu berapa SKS hari ini. Takutnya sampe sore.“


“Lho, emang ngga diinfoin sama dosennya?“


“Ngga sih. Makanya aku ngga yakin sampe jam berapa. Kamu pulang aja deh, takut lama.“


“Terus nanti kamu pulang naik apa kalau aku ngga jemput? Biar aku nunggu kamu aja di kampus kamu,” Draco bersikeras.


“Aku gampang nanti telepon papa aja,” jawab Calandra makin asal-asalan.


“Lah, nunggu papa kamu pulang bisa malam banget itu,” Draco justru makin khawatir.


“Atau nanti aku bisa barengan sama temen aku sampe halte atau stasiun nanti. Kalau pun ngga ada yang bisa barengan, aku telepon kamu lagi buat jemput,” ujar Calandra.


“Oh gitu. Oke kalau kayak gitu. Kamu jangan lupa makan ya dan jangan lula kabarin aku lagi,” balas Draco yang sepertinya sudah mulai memahami situasi yang sedang dibangun Calandra.


“Oke. Bye co.“


“Bye.“


Baru saja Calandra memutuskan sambunga telepon dengan Birawa tiba-tiba saja, “Dooorr!!“

__ADS_1


“Apaan sih Bir!? Kaget tahu,” rengek Calandra.


“Maaf, maaf…” balas Birawa terbahak.


“Udah beres kelasnya?“


“Udah. Jadi kita mau langsung pulang apa jalan-jalan dulu nih?“ tanya Birawa.


“Mau dijelasin dulu tadi maksudnya apa ngomong gitu?“


“Ini kita masih membahas ngotot mencintaimu?“


“Iya itu. Bukannya lo dulu bilang suka sama Ririn?“


“Emang. Emang dulu gue suka sama Ririn,” jawab Birawa santai.


“Terus?“


“Apanya yang terus?“ ujar Birawa dengan nada meledek.


“Ish ini orang. Heran gue kenapa banyak yang suka banget sama dia,” gumam Calandra.


“Karena aku ganteng, gagah, pinter dan super.“


“Ihh percaya diri anda luar biasa,” balas Calandra.


Namun pernyataan Calandra itu justru membuat Birawa terbahak keras.


“Calandra Lestari. Apakah aku boleh mencintaimu?“ tiba-tiba saja Birawa berbicara langsung ke intinya.


Calandra kembali terdiam mematung mendengar apa yang dikatakan oleh Birawa itu. Walau tubuhnya mematung namun jantungnya berdebar kencang, seolah Calandra bisa mendengar debaran jantungnya itu.


“Kamu ingat waktu aku bilang aku bingung memilih? Itu bukan soal Ririn atau Febby tapi itu soal apakah aku harus terus memikirkan Ririn atau memutuskan menyampaikan rasa suka aku ke kamu.“


Calandra masih tak bergeming mendengar pernyataan dari Birawa tersebut.


“Awalnya aku memang mendekati kamu karena pure ingin mengetahui semua hal tentang Ririn. Karena memang aku penasaran dengan Ririn. Namun setelah sering menghabiskan waktu bareng kamu, aku sadar bukan Ririn yang aku sukai dan inginkan, ternyata yang aku suka itu kamu,” tambah Birawa.


Birawa mengambil tangan kanan Calandra dan menggenggamnya lembut lalu berkata, “Aku tahu mungkin ini tiba-tiba buat kamu. Tapi buat aku ini udah melewati pertimbangan yang panjang sampai akhirnya aku memberanikan diri buat menyatakan perasaan aku ini ke kamu.“


“Birawa! Boleh ngga aku minta waktu buat kasih jawaban pernyataan kamu?“ tanya Calandra setelah menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri.


“Aku tahu betul bahwa pernyataan cinta aku ini terlalu mendadak buat kamu. Maka silahkan kamu pikirkan dulu kira-kira jawaban apa yang mau kamu berikan ke aku,” ujar Birawa


Tiba-tiba ponsel di tangan kiri Calandra beergetar membuat Calandra melepaskan tangan kanannya dari genggaman tangan Birawa.


“Calandra Lestari, kamu ngga akan balas dendam ke aku kan?! Kamu ngga bakal selingkih dari aku kan?!“ pesan itu lagi yang dikirimkan oleh Draco ke ponsel Calandra membuatnya kebingungan dan mulai memindai sekeliling.

__ADS_1


__ADS_2