Dendam Sang Aquarius

Dendam Sang Aquarius
Bab 36. Calandra yahg kaget


__ADS_3

“Eh ngapain lagi lo ke sini Bir?“ tanya Calandra saat mendapati Birawa sedang berdiri di depan kelasnya ketika kelas Calandra baru saja bubar.


“Tadi gue ada kelas di ruangan sebelah,” jawab Birawa sambil menunjuk ke arah ruangan yang dia masuki pagi ini.


“Oh… gue pikir lo masih nungguin gue,” jawab Calandra.


“Dih GR banget lo. Tapi emangnya kenapa kalau gue masih nungguin lo?“


“Ya mau ngapain lagi lo nungguin gue. Kan udah gue bilang, info gue soal Ririn udah abis. Apa lo pengen gue cari tahu soal Febby juga?“ Calandra membuat skenario sendiri di dalam kepalanya sendiri.


“Kalau soal Febby mah gue ngga butuh bantuan lo.“


“Waduh, waduh… udah mulai sombong anda bung. Mentang-mentang udah tahu kalau banyak yang suka termasuk si Febby,” ledek Calandra.


“Bukannya sombong tapi ini gue mah bicara soal kenyataannya,” balas Birawa sambil tertawa.


“Ketawa mulu lo mah Bir. Kalau gue perhatiin, hidup lo kayak ngga punya masalah sama sekali,” Calandra ikut tertawa juga mendengar tawa Birawa.


“Iya kan!? Kelihatannya kayak gitu kan?!“ sambut Birawa masih tertawa.


Kini Calandra dan Birawa sudah kembali menapaki jalan yang beratap, yang berfungsi sebagai penghubung antar jurusan serta kantin di fakultas itu.


Keduanya kembali sepakat menunggu jam kelas berikutnya di kantin dan menikmati srapan yang sering kali terlewat waktunya, seperti hari-hari biasanya.


“By the way, Cal. Lo udah tahu belum siapa yang lagi digosipin sebagai pacar gue di sini?“ tanya Birawa saat keduanya duduk sambil menunggu makanan yang mereka pesan di salah satu sudut kantin yang dekat dengan salah satu taman di sana.

__ADS_1


“Ngga, gue ngga tahu kalau soal itu. Mereka ngga sebut siapa nama.“


“Wah tapi gue jadi penasaran banget. Kira-kira siapa yang mereka pikir sebagai pacar gue?“


“Bisa jadi salah satu penggemar lo yang emang ngaku-ngaku kalau udah jadian sama lo, udah pacaran sama lo gitu,” Calandra mengemukakan pendapatnya.


“Ah, masa ada yang berani ngaku-ngaku begitu?!“ Birawa menyangsikan hal tersebut.


“Ya ini sih baru kemungkinan aja. Gue sendiri juga ngga yakin sebenarnya,” jawab Calandra.


Birawa Meletakan tasnya dan seolah sedang berpikir keras, berusaha mencari tahu siapa yang dimaksud perempuan-perempuan itu sebagai kekasihnya.


“Ah, masa bodo amat deh,” gumam Birawa.


Birawa tersenyum lagi tapi tak memberi jawaban apa pun sama sekali.


“Menurut gue nih ya, lo mending sama si Febby aja, cocok. Lo ganteng, dia cantik. Lo popular, dia juga sebanding sama lo kalau popular. Lo pinter, nah dia juga ngga kalah pinter. Udah sih sama dia aja dari pada kalau sama Ririn lo masih gambling.“


Birawa mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum lagi, seolah belum dapat menantapkan hatinya untuk siapa.


“Gue bantu deh biar lo nisa deket sama si Febby,“ Calandra masih berusaha.


“Udah gue bilang kalau soal Febby mah urusan gampang,” balas Birawa juga tak kalah sengit.


“Ish… sombongnya tuan Birawa yang tampan lagi cerdas,” mendengar perkataan Calandra itu, Birawa bukan marah malah tertawa semakin keras.

__ADS_1


“Asli, lo lucu banget deh Cal.“


“Lagi ngetawain apaan sih lo, Bir. Kayaknya lucu banget sampe suara metawa lo kedenger dari ujung jalan sana. Mau denger dong gue,” ujar seorang perempuan yang mengenakan mini longdress yang di bagian atasnya dia tambahkan blazer serta sepatu boot putih dengan hill yang tak terlalu tinggi, yang menunjang penampilannya.


Calandra membulatkan kedua matanya, saking kagetnya melihat wanita cantik dengan make up sedikit bold dan rambut yang diikuat dengan gaya ponytail yang kini berdiri di hadapannya memegang pundak Birawa.


“Ini loh, si Calandra lucu banget. Demen banget bikin gue ketawa,” ujar Birawa masih belum menghentikan tawanya.


“Calandra?!“ ujar perempuan itu.


“Oh iya belum gue kenalin ya. Ini temen baru gue, namanya Calandra. Anak Agribisnis,” Birawa memperkenalkan Calandra pada perempuan cantik itu.


Perempuan itu dengan pelan dan lembut mengulurkan tangannya ke arah Calandra dan berkata, “Oh, Hai Calandra. Kenalin Aku Febby dari jurusan Kimia. Temennya Birawa sejak SMP,” ujar wanita cantik dan pupolar itu memperkenalkan dirinya.


Rasanya saat itu Calandra ingin membenamkan dirinya ke dalam bumi, minimal memasukan wajahnya yang memerah ke dalam buku yang tadi sempat dia buka sambil menunggu makanan dan minuman yang dia pesan bersama Birawa.


Bagaimana bisa dia membicarakan Febby di hadapan Birawa dan menawarkan diri untuk mencari info dan menjadi penghubung Birawa dan Febby serta memaksa Birawa untuk berpacaran dengann Febby.


“Si Birawa ngesel juga nih, kenapa dia ngga bilang kalau di kenal sama Febby dari awal sih?“ gerutu Calandra dalam hati.


Dengan rasa canggung, Calandra menyambut uluran tangan Febby yang masih memasang senyum manis ke arahnya.


Setelah itu Calandra lalu mengalihkan pandangan matanya ke arah Birawa dan mendapati kali-laki itu tengah memasang senyuman yang amat lebar seolah menunjukan rasa puasnya melihat ekspresi yang Calandra tunjukan saat ini.


“Duh, gue emang bener-bener bodoh,” gerutu Calandra lagi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2