Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 23


__ADS_3

"Katakan Ria!"


Kau bisa bilang kalau aku tidak baik untuknya..?"


"Aku memang pantas disalahkan atas segalanya Ria..."kata Adit dengan sendu dan raut wajah yang menyesal.


Adit menghela nafas panjang,"Tetapi.............aku ingin semuanya baik-baik saja seperti dulu lagi."


Adit menatap kedua sahabatnya dengan tatapan memohon,"Oleh sebab itu aku datang kesini menemui kalian."


"Aku ingin kalian membantuku meluluhkan hati Sania!"pinta Adit seraya menatap kedua sahabatnya.


Ria dan Kevin saling pandang sejenak hingga akhirnya mereka pun menganggukkan kepalanya.


"Jangan kawhatir kawan,kami tau betapa hebatnya kisah percintaan kalian dulu. "Balas Kevin sembari tersenyum menanggapi.


"Kami berdua yang menjadi saksi cinta kalian hingga membuat orang merasa iri dengan keromantisan kalian."


Adit hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya.


Memang benar yang mereka katakan.


Kenangan sebelum Sania memintai cerai kembali teringat seperti kaset yang diputar.


Dia jadi merindukan saat dimana dirinya begitu memanjakan sang istri yang sangat dicintainya.


Hingga ingatan tentang kejadian masa kelam itu juga teringat kembali membuat hari-harinya yang dulu tenang menjadi terganggu.


Hari-hari Adit menjadi kacau dan sikap acuhnya membuat hubungannya dengan sang istri hampir di ambang kehancuran.

__ADS_1


"Hey......."


"Aditya?"panggil Kevin dengan menjentikkan jarinya.


Dia melihat Adit yang sedang melamun.Seketika Adit tersadar karena ada yang memanggilnya.


"Ya...?"sahut Adit dengan sedikit linglung.


"Santai saja oke? Jangan terlalu dipikirkan.."


"Dengar apa yang kukatakan,"Sekarang ini masalahmu masalah kami juga,iyakan sayang?"kata Kevin.


"Iya Dit...kamu serahkan saja pada kami!"ucap Ria dengan wajah tenang.


Kevin menimpali ucapan istrinya,"Lihat saja cara kami untuk mempersatukan kalian kembali."


"Percayalah Dit,kami akan membantu menyelesaikan masalahmu.Agar kau bisa beromantisan lagi seperti kita ini..."goda Kevin menaik turunkan alisnya dan detik berikutnya mengecup kening istrinya dengan begitu mesra.


"Apa tidak bisa kalian cari tempat yang tertutup?"ucap Adit dengan mendengus kesal.


"Hahaha....."tawa Ria dan Kevin menggelegar.


"Sorry Vin! Sebentar lagi kamu juga bisa seperti itu lagi."Ucap Kevin.


"Kamu harus terus semangat untuk mendapatkan maaf dari Sania,Adit."ucap Ria menyemangati.


"Tentu saja aku selalu semangat,apa lagi dapat bantuan dari kalian!"


"Oh ya...? Dimana kalian tinggal?"

__ADS_1


"Aku masih dirumah yang dulu aku tempati sebelumnya."


"Hmmm... Oke nanti kita kesana! Apa kau akan segera pulang?"tanya Ria.


"Tidak, aku ingin disini dulu ....karena mungkin aku akan mengendalikan lagi hotel ini.Tentunya setelah hubunganku dan Sania membaik."


"Benarkah?"tanya Ria dengan antusias.


"Ya.Aku mungkin akan menetap lagi disini."Jawab Adit.


"Wah pasti sangat menyenangkan Dit,aku bisa pergi makan, shopping dan ke salon dengan Sania lagi?" seloroh Ria seraya senyum-senyum sendiri.


Adit dan Kevin hanya tersenyum seraya geleng-geleng kepala melihatnya.


Sementara di rumah Sania sedang memindahkan bunga anggrek kedalam pot kecil.


Dia duduk memakai kursi kayu kecil dan menundukkan kepalanya saat sedang mengisi pot itu dengan bunga serta tanah liat.


Saat sedang asyik sendiri, tiba-tiba Sania dikejutkan dengan suara benda jatuh.


"Huhhhhh.....ternyata hanya sekop tanah,"gumamnya pelan.


Sania menoleh kebelakang dan menghela nafas lega,karena yang jatuh hanya sekop panjang yang tadi digunakan untuk mengambil tanah liat.


Dia berdiri dan mengambil alat itu serta mengembalikannya ke tempat semula sekop itu yang berdiri menyandar dinding.


Sania kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya....namun baru sebentar duduk... tiba-tiba..


Brukkk.......

__ADS_1


"Haaah......."jantung Sania berdegup kencang karena kaget.


'


__ADS_2