Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 30


__ADS_3

Saat pagi tiba mereka beraktivitas seperti biasa,Sania juga menyediakan semua kebutuhan suaminya.Dan sudah melupakan kekesalannya yang semalam.


"Sayang aku berangkat dulu ya,"pamit Adit seraya mencium keningnya.


"Oh ya By .. nanti aku izin pergi dengan Ria."Sahut Sania dengan cepat.


"Iya Sayang,pergilah bersenang-senang dengan Ria!"balas Adit.Aku pergi ya,jaga dirimu!"


"Cup....."Adit mencium sekilas bibirnya.


"Iya hati-hati dijalan By...!"ucap Sania melambaikan tangan.


Setelah Adit berlalu Sania masuk kedalam rumah dan bergegas mengabari Ria.


tut...tut..


"Hallo Sania"


"Hallo Ria ,apa kau sudah siap?"


"Ya aku sedang berkemas aku akan segera datang!"


"Baiklah aku tunggu!"


Setelah mematikan panggilan teleponnya ia memutuskan untuk mengganti pakaian dan memoles sedikit wajahnya karena tadi pagi ia sudah mandi.


Sekitar 30 menit akhirnya Ria sampai juga dirumahnya.

__ADS_1


Sania berjalan ke depan saat mendengar suara mobil Ria berhenti didepan rumahnya.


"Ria masuklah....apa kau mau minum dan sarapan dulu?"Tanya Sania berbasa-basi.


"Tidak Sania ,aku tadi sudah sarapan bersama Kevin! Kita langsung saja ,Oke?"


"Ya sudah kalau gitu aku pamit bibi sebentar..."dan Ria membalas dengan anggukan.


Sania pergi sebentar ke dapur dan berpamitan akan pergi bersama Ria.


"Ayo Ria ...nanti aku akan ceritakan semuanya."


Mobil yang dikendarai Ria berlalu pergi dan membelah jalanan...ia memutuskan pergi ke kafe F untuk mengutarakan semua yang dialaminya sejak berpindah kesini.


Setelah ia sampai di kafe yang tidak terlalu ramai ia memutuskan duduk di dekat taman yang beratapkan langit.


"Jangan seperti itu Sania kita teman bukan?"Lagi pula Adit juga sudah mengizinkanku, karena kebahagiaanmu lebih penting katanya!"balasnya dengan tersenyum.


Sania tersenyum,"Aku tidak tau lagi harus mengatakannya kepada siapa? Bahkan suamiku sendiri tak mau mempercayaiku Ria....!"wajahnya seketika berubah murung.


Ria mengerutkan keningnya bingung,"Memangnya kenapa sampai Adit tak mau percaya? Bukankah dia sangat mencintaimu?"Sania hanya mengendikkan bahunya.


" Baiklah Ria,aku akan menceritakannya."


"Suara yang aku dengar dan sesuatu yang dapat aku rasakan.Mengapa Aditya tak bisa mendengar dan merasakannya juga? Sangat aneh bukan?"


"Sebenarnya aku kesini bersama Adit demi ingin menyelamatkan pernikahanku yang sedang di ambang kehancuran."

__ADS_1


"Aku sudah tau tanpa kamu memberitahuku Sania,karena Adit sendiri yang meminta bantuan kami,"batin Ria.


"Tetapi ternyata justru sebaliknya,kedatanganku kesini sepertinya malah semakin membuat pernikahan kami bermasalah.Bukanya semakin membaik."tutur Sania dengan menunduk sedih.


Ria tersenyum seraya menggenggam tangan Sania,"Aku percaya...aku yakin kamu berkata benar Sania.Meskipun suamimu tak percaya semua kata-kata mu.!"


Sania memandang Ria dan tersenyum senang karena akhirnya ada juga yang mempercayainya.


Apa kau pernah dengar tentang hantu,roh atau semacamnya?"tanya Ria.Sania hanya menggeleng tidak tau.Karena sebelum kesini dia baik-baik saja.


"Apabila rumahmu dimasuki roh jahat ,kamu pasti mulai bertingkah aneh dan berfikiran aneh seperti orang yang sedang berhalusinasi."


"Benar Ria,Adit juga menganggap aku sedang berhalusinasi...."ucapnya lirih.


"Mungkin itu ada sangkut pautnya dengan peristiwa yang sedang kamu alami saat ini...!"ucap Ria seraya menatap Sania dengan kasihan.


Sania hanya diam dengan wajah murungnya.Dia juga takut dan khawatir bagaimana jika apa yang di ucapkan Ria tentang roh jahat itu semuanya benar.


Sedangkan selama ini suaminya saja tidak mau percaya dengan ucapannya.


Ria menggenggam tangan Sania hatinya juga sedih melihat sahabatnya seperti ini,"Sania, entah orang percaya atau tidak tapi aku percaya dengan hal seperti yang kamu alami saat ini! Aku juga akan membantumu sebisaku jangan khawatir,oke?"


Sania tersenyum walau matanya berkaca-kaca sembari menggenggam tangannya,"terima kasih Ria,kamu memang sahabatku!"


"Aku rasa kita perlu bertemu dengan Prof Agni Sania..!"


"Prof Agni?"tanya Sania dengan bingung karena tidak mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2