Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 26


__ADS_3

"Bi,tadi kau bilang pak Andi mendengar suara-suara aneh bukan?"


"Iya Nyonya..."


"Bagaimana suara itu?"tanyanya dengan nada sedikit menuntut.


"Dia berkata seperti mendengar suara orang yang menjerit kesakitan Nyonya.."


Deg!


"Apa?hah....hah..hah ..."jantung Sania berdegup kencang mendengarnya.karena apa yang dialami oleh pak Andi juga pernah dialaminya.


"Nyonya....."panggil bi Marni.


"Nyonya?"


"Apa Anda baik-baik saja?"Tanyanya dengan wajah yang terlihat kawhatir karena wajah Sania begitu pucat pasi setelah mendengar perkataannya yang terakhir.


Sania hanya menganggukkan kepalanya,karena masih syok lidahnya terasa kelu untuk berbicara dan ia juga sedang mengatur detak jantungnya agar normal kembali.


"Maaf Nyonya jika membuat Anda tidak nyaman!"ucap bi Marni tak enak.


"Aku tidak apa-apa Bi, jangan merasa tak enak!"kata Sania setelah pikirannya kembali tenang.


"Ya sudah Bi, aku kembali dulu takutnya Aditya sudah pulang dan mencari aku!"


"Baik Nyonya,salam untuk Tuan! Apa perlu saya antar sampai kerumah Nyonya?"


"Tidak usah aku bisa sendiri,mari Bi....,"pamit Sania seraya tersenyum tipis.


"Hati-hati Nyonya..."Dan hanya dibalas anggukan dari Sania.


Beberapa hari ini suasana kembali canggung,sejak kejadian Adit menganggapnya halusinasi Sania mendiamkannya sampai sekarang.


Dan hari ini Adit berada dirumah,karena dia sudah merencanakan sesuatu untuk membuat hati Sania luluh kembali.Tentunya dengan bantuan dari Kevin dan Ria.

__ADS_1


Aditya hanya menuruti apa rencana mereka yang penting Sania kembali seperti dulu.


Karena melihat pintu rumah terbuka Kevin dan Ria langsung menyelonong masuk tanpa permisi.Toh tadi di jalan ia sudah mengabari Aditya pikirnya.


Dia akan memberi kejutan kepada Sania.


"Sania...."


"Saniaaaaa,"teriaknya dengan suara keras.


Sania yang sedang berada dikamar atas bergegas turun karena mendengar sebuah teriakan yang memanggil namanya.


Adit yang masih diruang kerja sengaja tidak turun untuk memberi waktu kepada istrinya untuk melepas rindu dengan sahabatnya.


Saat menuruni tangga Sania tersenyum bahagia karena melihat kedatangan sahabatnya.


"Ria,Kevin?" Teriaknya dengan wajah yang ceria.


"Kejutannnn!"ucap Ria seraya tersenyum lebar.


Mereka lalu berpelukan karena sudah lama tak pernah berjumpa.


"Oh ya,ayo kita duduk diruang keluarga saja!"ajak Sania seraya menggandeng tangan Ria.


"Baiklah Sania,aku juga ingin melihat beberapa fotomu bersama Adit."


"Kalian itu dulu sangatlah romantis dan membuat semua orang iri saat memandangnya."Puji Kevin agar Sania bersedia untuk melihat kembali masa-masa indah bersama suaminya.


"Hahaha....kau bisa saja Vin !"


"Oke ,aku akan menuruti permintaanmu Vin..."


"Nyonya ini minuman dan makanan ringan yang Anda minta tadi...saya taruh di meja Nyonya!"Ucap bi Ani.


"Makasih Bi !"ucap Ria mewakili seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Sama-sama Nyonya."Balas bi Ani dengan tersenyum dan berlalu ke dapur.


Sania pun menyalakan dvd player dan menyambungkannya ke TV.Hingga satu persatu muncul foto-foto masa indahnya bersama sang suami.



"Oh lihatlah Sania itu foto saat kalian baru saja jadian bukan?lihatlah wajah malu-malu kalian itu ! Hahaha ...wajah kalian memerah seperti kepiting rebus,"kata Kevin dengan tertawa terbahak.


"Hahaha....kau benar sayang."Timpal Ria.Dan mereka pun tertawa bersama.



"Wow....itu saat kalian sudah memutuskan untuk berkomitmenkan.Pesta yang sangat mewah karena Aditiya begitu memanjakan mu bukan?"goda Kevin seraya menaik turunkan alisnya.


"Coba kau lihat Sania........Betapa dalamnya tatapan kalian itu, dan terlihat sangat serasi sekali bukan? Hingga membuat para kaum hawa iri padamu...."imbuhnya.


Ria tersenyum seraya menggenggam tangan Sania.Sania pun tersenyum menanggapi perkataan Kevin.



"Wah kalian ini seperti anak kecil saja ya? hmmmm... kenapa rasanya aku juga ingin makan gula kapas,"ucap Kevin senyum-senyum sendiri sembari membayangkan gula kapas.


"Hahaha......"Sania dan Ria sampai tertawa terbahak-bahak karena perkataan konyol Kevin.



"Oh sweet sekali kalian ini ,benar-benar budak cinta si Adit itu.Dia memang terlihat begitu sangat mencintaimu Sania."


Sania hanya diam dan menatapnya dengan senyum yang dipaksakan.Karena itu membuatnya teringat kembali dengan kesalahan Adit.Memang ia tidak semudah itu bisa memaafkan suaminya.Ria yang melihat Sania diam hanya bisa mengusap tangan sahabatnya itu.



"Lihatlah Sania,kau terlihat begitu sangat kawhatir dengan keadaan Aditya,padahal itu hanya luka kecil di bibirnya tetapi dulu kau sampai berderai air mata melihatnya.Cinta kalian memanglah sungguh sangat besar.Aku doakan kalian selalu hidup bahagia."


Sania tidak membalas perkataan Kevin,dia hanya menatap foto itu dengan sendu.Sebab memang benar dulu saat melihat Aditya terluka sedikit saja dia pasti akan langsung menangis.Karena begitu besar cintanya kepada adit dan tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1



Hati Sania semakin sakit dan teriris saat melihat adegan romantisnya bersama sang suami yang sangat intim,ia meremas dadanya yang sesak hingga matanya pun sampai ikut berkaca-kaca.


__ADS_2