
"Adit kau harus ke negara B besok!"kata Kevin seraya menatap Adit dengan serius.
Sania dan Ria yang mendengar perkataan Kevin menoleh dan menatap Adit untuk menanti jawabannya.
"Paling lama 3 hari kau disana. Kalau kau tidak mengadakan pertemuan dengan mereka,kau akan kehilangan uang milyaran dan mereka juga akan membatalkan kontrak kerjasamanya."Ucap Kevin menyampaikan semua yang tadi diperintahkan oleh papanya Adit dengan jelas.
Seandainya tadi Adit sendiri yang menjawab teleponnya dia tidak perlu bersusah payah menjelaskannya lagi.
"Baiklah aku juga tidak tahan tinggal disini.Kita ambil penerbangan besok."Jawab Adit dengan mantap seraya menatap Sania.
Ya, Aditya memang tidak betah tinggal disini karena sang isteri seringkali berhalusinasi.
Setelah pagi hari tiba Sania bersiap akan pergi dengan suaminya.Sebelumnya dia sudah meminta Ria untuk mendatangi Prof Agni di kantornya untuk menyampaikan maafnya.
"Prof....!"Sapa Ria dengan sopan walaupun sepertinya Prof Agni enggan melihatnya.
Prof Agni tetap sibuk dengan pekerjaan yang ada di depannya dan tidak menghiraukan sapaan Ria.Dia sudah tidak mau ada masalah lagi dengan Aditya nantinya.
"Prof dengarlah dulu..!"panggil Ria dengan sedikit tak enak dan merasa bersalah.
"Sania merasa sangat malu sekali dengan anda.Itulah mengapa dia menyuruhku kesini untuk meminta maaf kepada anda!"ucap Ria seraya menatap Prof Agni dengan tatapan memohon.
__ADS_1
"Sebenarnya dia ingin kesini sendiri untuk menemui anda..,tetapi ada telepon mendadak dari negara B dan hari ini dia harus pergi dengan suaminya!"lanjutnya dengan memberi alasan.
Prof Agni terkejut dan seketika menatap Ria dengan berteriak,"Jangan biarkan dia pergi!"
"Apa...?"Ria kaget mendengar teriakan Prof Agni hingga ia mundur beberapa langkah.
"Sania tidak boleh pergi dari sini hingga maksud dari roh tersebut tersampaikan padanya,karena jika dia pergi maka akan ada hal buruk yang terjadi dan menimpanya."jelasnya.
"Bukan hanya di negara B,roh itu tidak akan membiarkan Sania keluar dari daerah sini..! Suaminya mau membawanya pergi bukan? Biarkan saja dia pergi sendiri!"Prof menatap wajah Ria dan berkata dengan tegas.
"Prof,tetapi mereka sudah berangkat?"kata Ria menatap Prof dengan wajah bingung dan cemas.
"Tetapi belum sampai disana bukan?"tanya Prof Agni dengan nada cemas.
"Aku tidak tahu Prof biar aku tanya dulu!"jawabnya seraya menanyakan Sania lewat pesan.
Kemudian Adit yang sedang di perjalanan menuju bandara tiba-tiba berhenti karena perjalanan mereka terhambat . Terjadi longsor disana hingga menutupi jalanan.
"Maaf jalan terhambat! Perlu perbaikan 5 sampai 6 jam." Kata salah satu orang yang berada disana.
"Ah, sial ..!"teriak Adit dengan memukul stir mobilnya karena kesal.
__ADS_1
Sania terkejut karena tiba-tiba mendengar suaminya berteriak.bersamaan itu dia juga mendapatkan pesan dari Ria dan mengatakan bahwa dirinya tidak boleh pergi dari daerah ini hingga maksud dari roh tersebut tersampaikan.
Sania akhirnya mengiyakan dan menyuruhnya datang kerumahnya.karena barusan juga perjalanannya terhambat tanah longsor.
Adit memutuskan pulang dan menyuruh Kevin dan Ria kerumahnya.
Adit menjelaskan tentang perjalanannya yang terganggu.
"Kalau memang ada longsor tanpa ada hujan turun atau kabut,itu memang kuasa tuhan."Ujar Kevin memberi nasihat.
"Jangan bercanda,ini kontrak milyaran Vin...!"sentak Adit sembari menatapnya tajam.
"kalau besok pagi aku tidak sampai di negara B,semuanya akan hilang.."Imbuhnya dengan penuh emosi.
"Cobalah mengerti, tidak ada penerbangan dari sini kau harus cari penerbangan lain."Kevin memberi saran.
"Pasti ada cara lain,"bantah Adit seraya mondar-mandir.
"Meskipun kita punya helikopter yang sedang dipakai orang lain tapi kita perlu menunggu 1 hari juga."jawabnya.
"Hubungi papamu,dia akan mengurus semuanya,"ucap Kevin memberi usul.
__ADS_1