Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 49


__ADS_3

"Apa kamu yakin? Kita tidak akan bertemu dalam waktu lama."Tawarnya sekali lagi.


"Aku yakin By."


"Ya sudah kalau begitu,aku tidak akan memaksa."Ucapnya dengan nada lemah.


"Jaga dirimu disana By .. dan jangan lupa makan teratur, meskipun saat ini sedang banyak pikiran."


"Hm..iya.."Gumam Adit dengan suara lirih.


"Kamu marah By?" Sania kawhatir,karena Aditya hanya bergumam tidak jelas.


"Enggak kok,aku cuma kepikiran aja kamu disana sendiri.Gimana kalau nanti kamu kangen aku."Jawab Adit lesu.


"Ya ampun..kan kita bisa teleponan kalau kamu tidak sibuk."


"Ya beda Sayang,ini aku bakal lama loh disini.Dan sudah pasti aku sibuk."


"Iya,aku tau.Yaudah gak usah mikir macem-macem.Aku dirumah sendiri gak papa kok masih ada beberapa pembantu, kan?"


"Oke deh...kalau gitu kamu baik-baik juga disana.Aku janji akan menyempatkan waktu meskipun nantinya sibuk."


"Yasudah,aku percaya sama kamu.Tolong jaga kepercayaanku ini By."

__ADS_1


"Iya Sayangku..I Love You Sania."


"Love You more By."Balas Sania dengan tersenyum.


Panggilan pun berakhir.Sania dan Aditya ke pekerjaannya masing-masing.


Hari ini Adit sedang mengumpulkan beberapa orang pemegang saham yang ingin membatalkan kerja samanya.


Ia memohon kepada semua yang hadir di sana agar mau mempertimbangkan dan memberi waktu untuk memulihkan kondisi hotelnya yang sedang di ambang kebangkrutan.


Satu bulan sampai tiga bulan adit terus bekerja siang dan malam .Kevin sang asisten juga terkadang menemaninya lembur di kantor.Seandainya saja belum punya istri,Kevin pasti akan menemani Aditya lembur setiap hari.


Terkadang tiga hari sekali ia menelpon istrinya.Karena Sania seperti mood booster baginya,hanya dengan mendengar suaranya saja seolah ia mendapatkan kekuatan baru.


Seperti sekarang ini,jam 1 dini hari Aditya mencoba menelpon sang istri.


Sania meskipun sudah tidur tetap terbangun,karena pendengarannya sangat tajam.


"Hallo, By...hoam,"Sania berusaha mengerjapkan matanya.


"Hallo Sayang,maaf ya aku mengganggu tidurmu.Aku sangat merindukanmu,"Adit merasa tak enak membangunkan istrinya.


Tapi mau gimana lagi, seminggu ini dia sangat sibuk sekali untuk mencari investor baru.Karena sebagian sudah membatalkan kerja samanya.Dan baru sempat beristirahat sejenak dan menghubungi sang istri meskipun dini hari.

__ADS_1


"Iya,gak papa By..Aku juga merindukanmu.Kamu sedang sibuk.Dan aku akan selalu menunggu kabar darimu walaupun tengah malam begini."Sania tersenyum meski Adit tidak bisa melihatnya.


"So sweet,kamu memang istri setia dan paling mengerti keadaanku yang sekarang."Puji Aditya.


"Jangan kuatir By..aku pasti selalu setia meski saat ini kamu jauh disana."


Hari Aditya berbunga-bunga, seandainya saja dia punya sayap,rasanya ingin terbang malam ini juga dan menuntaskan kerinduannya yang menumpuk disini.


"Iya Sayang,aku percaya.Oh ya bagaimana perkembangan butik kamu ?"


"Aku cukup senang, karena semakin hari semakin ramai pembeli.. ya meskipun belum terlalu banyak juga sih yang datang."


"Semangat Sayang,kamu pasti berhasil!"teriak Adit dengan nada ceria.Meskipun terlihat lelah, tapi ia ingin membuat sang istri merasa bahagia.


"Kamu juga ya, berjuanglah agar masalah disana cepat beres.Dan kita bisa berkumpul lagi."


"Doakan saja Sayang,aku juga sedang mencari investor baru.Kemungkinan akan sangat sibuk nanti.Mungkin aku juga tidak bisa sering-sering menghubungimu."Ucap Adit merasa bersalah.


"Tidak apa-apa By..aku akan selalu mendoakan kesuksesanmu."


"Ya,aku percaya doa istriku pasti dikabulkan oleh Tuhan.Kalau gitu aku tutup telponnya.Kamu tidur lagi ya. Masih lama kalau untuk menunggu pagi."Suruh Adit.


"Heem..jangan capek-capek kerjanya.Kamu juga perlu mengistirahatkan tubuhmu By..Love You.."

__ADS_1


"Love You More.."balas Aditya tersenyum.


Setelah panggilan selesai Aditya merebahkan tubuhnya yang serasa mau patah.Terkadang ia juga melupakan jam makannya.Tetapi beruntung ada Kevin yang mengingatkan.


__ADS_2