Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 35


__ADS_3

Aditya yang emosinya sudah di ubun-ubun tanpa basa-basi memukul Prof Agni dengan membabi-buta.


Prof Agni yang mendapat serangan tiba-tiba terpelanting hingga nyaris terjatuh.


Mereka menjadi tontonan bahkan ada yang sedang merekamnya.


Adit memegang kerah baju Prof lalu memberinya pukulan lagi hingga sudut bibir Prof sobek dan berdarah.


"Kau pikir kau siapa? Ha ?"Maki Adit dengan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Prof Agni.


"Profesor? Ya ,kan?"Adit menatap wajah Prof Agni seraya berkata dengan sinisnya.


Bughh....(Adit memberinya pukulan lagi)


"Kau mau mencari untung dengan cara membohongi istriku? Kau yang berkata ada hantu di rumahku bukan?" dia tersenyum miring seraya menatap Prof Agni dengan nafas yang memburu.


"Aku memang berkata benar jika ada hantu di rumahmu!"jawabnya dengan lantang menahan amarah.


Adit geram dan ingin memukulnya kembali ,tetapi tiba-tiba saja Kevin berlari dan mencegahnya.Adit memberontak dan masih ingin menghajar prof Rasanya belum puas memberi perhitungan dengan Prof itu.


"Adit..! "teriak Kevin dengan nada tinggi.


"Aku akan melaporkanmu pada polisi,dasar Prof gadungan..!"Adit berteriak dengan jari menunjuk Prof Agni.

__ADS_1


"laporkan saja ...! Panggil polisi kesini...!"teriak Prof Agni dengan penuh emosi .Karena sedari tadi wajahnya sudah merah menahan amarah dan dia tidak bisa melawan Adit yang tenaganya jauh lebih kuat diatasnya.


Adit yang sudah ditarik oleh Kevin menuju mobil juga masih tak terima,"Kau tak mengenalku,aku Aditya Pratama...!"teriaknya seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Aku selalu berurusan dengan orang semacam kau ! "balas Prof dengan berteriak keras.


Kevin mendorong tubuh Adit masuk ke dalam mobil.Dia sudah kewalahan menghadapi sang bos karena Aditya tidak bisa mengontrol amarahnya.


Bagaimana jika sampai pak Bayu alias papanya tau.Pasti akan jadi masalah besar untuknya dan Adit.


Kevin mengendarai mobil dan membawa Adit pulang kerumahnya,karena Sania dan Ria juga sudah kembali kerumah.


Saat baru turun dan akan masuk kerumah tiba-tiba saja telepon di rumahnya berdering.


Adit enggan mengangkatnya dan malah menyuruh Kevin yang menjawab telepon papanya.


"Hallo Tuan besar!"sapa Kevin.


"Kenapa dia tidak mau menjawab teleponku?"tanya papa diseberang sana.


"Apa Adit dan Sania sedang keluar?"lanjutnya.


"Dia ada didekat saya Tuan!"jawab Kevin dengan jujur seraya menatap Aditya.

__ADS_1


"Biarkanlah kalau dia tidak mau menjawab teleponku. Aku tidak suka dengan kelakuannya yang sok jagoan itu! Dengan ulahnya yang sok jagoan itu bisa menghancurkan semua usaha yang sudah susah payah aku bangun."jelas papa Adit.


"Aku tidak mau ada pemberitaan tentang hal-hal buruk yang membuat nama usahaku akan menjadi buruk."tegasnya diseberang sana.


"Baiklah Tuan!"balas Kevin seraya menatap kesal Aditya.


Sementara itu Adit hanya mondar-mandir seraya menaruh kepalan tangan kanannya di bibirnya.


Sania yang mendengarkan juga menatap iba wajah suaminya.Sania merasa bersalah karenanya ia dimarahi habis-habisan oleh sang papa.


Ria juga menggenggam tangan Sania agar dia tidak perlu merasa bersalah,karena Adit memang tak bisa mengontrol emosinya.


"Tak bisakah kau memberi tahu dia? Dia itu orang terpandang dan harus bisa menjaga kehormatannya."ucap papa Aditya diseberang sana disertai dengan amarah yang meluap.


"Media pasti senang jika mendengar berita ini.Tentunya berita ini akan ada di urutan terdepan..!"lanjutnya dengan nada sarkas.


Adit yang dapat mendengarnya juga hanya bisa memijit pangkal hidungnya.Ia merasa pusing dan tidak memikirkannya sampai sejauh ini.


"Aku menelpon bukan untuk membicarakan tentang masalahnya,ada hal yang lebih penting yang ingin aku sampaikan!"kata papa Adit yang sudah bisa mengontrol amarahnya.


"Baiklah Tuan akan aku sampaikan..!"Kevin mengakhiri panggilannya dengan nada sopan.


"Adit kau harus pergi ke negara B besok!"

__ADS_1


__ADS_2