Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 25


__ADS_3

"Bi..?" panggil Sania kembali karena sang bibi hanya diam seperti orang melamun.


"Ah ,maaf Nyonya...apa ada yang ingin Anda tanyakan?"


"Kemana pak Andi? Dari semalam aku belum melihatnya sama sekali..?" Sania menatap sang bibi meminta jawaban.


Bi Ani menghela nafasnya sebentar.


"Istrinya juga tidak tau Nyonya."


"Bagaimana bisa?"tanyanya bingung.


"Dia sudah 8 bulan menghilang Nyonya!"ucap bibi dengan raut wajahnya yang terpukul karena bagaimana pun juga dia adalah kerabat dekatnya.


"8 bulan?"tanya Sania dengan raut wajah tak percaya.


"Iya Nyonya,polisi juga tidak dapat menemukannya.Entah apa yang terjadi hingga dia pergi atau entah menghilang..!"Jawab bibi Ani dengan wajah sendu.


"Istrinya juga sangat bimbang, nyonya....."lanjutnya.


"Bibi apa kau tau dimana rumah istrinya?"


"Rumahnya ada disamping hutan itu Nyonya...."


"Mari saya antar kesana..."Ucap bibi seraya mengantarkan Sania dengan berjalan beriringan ke rumah bi Marni istrinya pak Andi.


Bi Ani sendiri adalah kerabat dekat pak Andi dan istrinya bi Marni,dia yang menggantikan bi Marni untuk membersihkan rumah Tuan Aditiya.


"Sania berjalan dengan berbincang-bincang,karena rumah pak Andi ada di sebelah kanan hutan itu.Bi Ani sudah menceritakan banyak hal yang ia ketahui.

__ADS_1


Mereka sampai di sebuah rumah kecil dan pekarangan yang luas.


"Permisi!" ucap Sania.


Tok...tok..tok...


"Marniii..apa kau di dalam?"teriak bi Ani dengan suara yang agak keras.


Ceklek ....


"Nyonya Sania? Anda kembali?"Tanya bi Marni dengan perasaan senang.


"Iya bi,bagaimana kabarnya?"kata Sania seraya tersenyum memberi salam.


"Saya baik Nyonya...!"sambutnya dengan wajah yang sendu karena seketika dia teringat dengan suaminya.


"Marni saya pamit dulu, dan temanilah Nyonya Sania.


"Aku juga sudah menceritakan suamimu pada Nyonya!"imbuhnya lagi dan bi Marni hanya mengganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Mari Nyonya !"


"Iya bi Ani, terimakasih sudah mengantarku!"


"Sama-sama Nyonya,"bi Ani tersenyum.


Setelah kepergian bi Ani,Sania menatap wajah bi Marni dengan tatapan iba.


"Apakah itu benar bi? Semua yang dikatakan oleh bi Ani?"tanya Sania.

__ADS_1


Bi Marni memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong,"Di mulai berubah hari itu,lalu melakukan hal aneh."


Sania hanya diam seraya mendengarkan penjelasan bi Marni dengan seksama.


"Dia dulu sangat giat bekerja untuk Anda dan Tuan, tetapi tiba-tiba dia jadi takut apabila mendengar suara dari rumah Anda Nyonya..!"Jelasnya seraya mengalihkan pandangannya sebentar pada Sania.


Kemudian bi Marni melanjutkan kembali ceritanya ,"Dia memberi berbagai alasan untuk berhenti bekerja dan menyuruhku mencarikan penggantinya untuk Tuan Aditiya."


Bi Marni menghela nafasnya....


"Kenapa tak memberi tahu Aditya Bi?"


"Sudah Nyonya,suami saya sendiri juga sudah memberi tahu Tuan tentang hal aneh itu.Dia memberi tahu Tuan sebelum dia menghilang.Dan Tuan Aditiya juga tidak percaya dan menganggapnya hanya berhalusinasi..."Ucap bi Marni menatap wajah Sania dengan tatapan sendu.


Sania hanya diam sembari merenungkan kata-kata bi Marni.Karena dengan istrinya sendiri pun Aditya juga menganggapnya berhalusinasi.


"Sebelum menghilang Andi suami saya mendengar suara-suara aneh di rumah Anda Nyonya.Dia menutupi kedua telinganya dan meracau seperti orang gila sepanjang hari.


"Dia sering membangunkan aku saat tengah malam dan katanya....."ia memandang sang Nyonya dengan sendu.


"Dia memintaku menghentikan suara-suara itu jika tidak... dia akan pergi,"Kata bi Marni seraya mengusap sudut matanya yang berair.


"Aku mungkin bisa saja menghentikannya,tetapi aku tidak bisa mendengar suara itu juga,"akunya tertunduk dengan wajah sedihnya.


Bi Marni seketika mendongak," Tetapi hanya Andi yang mendengar suara itu Nyonya..! Bukankah ini aneh?"


"Ternyata pak Andi juga mendengar suara-suara itu di rumah! Berarti aku memang tidak berhalusinasi...."Gumamnya dengan sangat lirih dan hanya dia sendiri yang bisa mendengarnya.


"Menurutku ini adalah sebuah petunjuk,entah itu tentang apa...?"batin Sania seraya menatap hutan itu.

__ADS_1


__ADS_2