Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 55


__ADS_3

"Maksudnya?" tanya Adit bingung.


"Maksudnya, apa ada orang lain... yang sedang bersamamu? "


Aditya seolah gugup untuk menjawab. Lalu tak sengaja matanya menoleh kebelakang. Ia sedikit tercengang karena ternyata Malini sudah ada di belakangnya dengan jarak lima meter.


"Ya, ada." Jawab Adit sedikit terbata sambil menatap Malini.


"Siapa? Kevin?" tanya Sania penasaran.


Adit tak sedikitpun mengalihkan pandangannya terhadap Malini yang kini telah menatapnya dengan tajam tetapi juga berkaca-kaca.Tapi Adit tak menghiraukan,kini fokusnya adalah membuat sang istri agar tidak curiga terhadapnya dulu. Urusan Malini nanti ia akan berusaha membujuknya agar tak marah dan mengakhiri hubungannya.


"Aku dan kesepianku, " Jawab Adit diiringi dengan tawa kecil yang mengundang tawa juga diseberang sana.


"Lucunya, kamu ini."


Adit tersenyum saat mendengar istrinya mulai tersenyum dan tertawa. Ia menatap sekilas raut wajah Malini yang tidak berubah.Setidaknya ia lega karena sang istri sudah tidak mencurigainya.Satu masalah bisa ia atasi.


" Ada yang menelponku, sepertinya itu dari butik. Akan aku telepon lagi nanti. "


"Jangan! Aku yang akan menelponmu nanti, " Sahut Adit dengan cepat.


Ia tidak ingin jika nanti Malini yang mengangkat telepon istrinya dan berbicara yang bukan-bukan.


"Baiklah."Putus Sania lalu menutup panggilannya.


Saat Adit sudah mengakhiri panggilanya, Malini bertepuk tangan dengan menatap tajam Aditya.

__ADS_1


Prok... prok...


Seketika Adit menolehkan wajahnya menatap Malini.


"Terima kasih.Terima kasih atas penghianatannya.Hebat betul kau. Kau bisa berbagi ranjang denganku, tapi kau tak mau dunia mengetahuinya. Biadab benar kau ini." Malini menatap nyalang.


Adit hanya menatapnya tanpa ekspresi.Jujur saja ia bingung, karena Malini juga sudah mendengar semuanya. Jadi percuma saja jika mau mengelak, pasti tak akan percaya.


"Aku mengganggap kau laki-laki yang berbeda.Ternyata aku salah. Kenapa kau tak memberitahu soal hubungan kita terhadap istri mu? Kenapa tidak memberitahu jika kau saat ini sedang bersamaku? " Malini mengepalkan tanganya menahan amarah."Kau takut, kan?"


Sedangkan Adit hanya diam.Tidak bergerak sedikitpun dari tadi dan tidak juga berusaha membantah, karena memang benar kenyataannya,ia tidak ingin dunia tau hubungan gelapnya ini.


"Betul, kan? "tanya Malini kembali. Betul, kan?!Jangan diam! Jawab pertanyaan aku. Jawab!" Teriak Malini penuh emosi. Ia benci dan muak dengan laki-laki yang terlihat sopan didepannya ini, yang tak ubahnya hanyalah seorang pecundang.


"Penakut! Pengecut! Dasar laki-laki Brengsek! " Umpat Malini dengan menatap penuh kebencian.


Malini berlalu pergi. Ia ke kamar Adit yang selama ini tak boleh ia masuki, Malini tercengang karena ternyata di kamar Adit terdapat banyak sekali foto istrinya yang terpajang disana.Malini juga menemukan beberapa yang ada di laci, tanpa membuang waktu ia mengumpulkan semua menjadi satu dan membawanya ke tempat perapian.


Aku akan menjadikanmu hanya milikku saja Aditya,tidak boleh ada wanita lain termasuk istrimu ucap Malini didalam hatinya.


Ia benci karena Adit masih saja mengharapkan istrinya, setelah sekian lama ia selalu bersamanya dan memberikan kebutuhan biologisnya. Apa tak cukup Malini saja baginya, hingga Adit masih saja mengingat istrinya. Malini ingin egois kali ini, dia ingin Adit menjadi miliknya seutuhnya.


Saat Adit sedang mencari keberadaan Malini untuk menenangkannya, tak sengaja matanya melihat Malini ada ditempat perapian dan sedang menyobek kertas,entah kertas apa itu. Kemudian ia mendekatinya.Seketika Adit terbelalak saat yang disobek ternyata adalah foto istrinya.


"Apa yang kau lakukan? " teriak Adit seraya berlari ke arah Malini.


Adit menarik dan mencengkram tangan Malini untuk menghentikannya. Malini memberontak mencoba melepaskan tangannya.Terjadi perdebatan diantara mereka.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? "


"Aku akan musnahkan Dia! " Ucapnya seraya berusaha melepaskan cengkraman Adit.


Malini menyentak tangan Adit dan melemparkan buku kearahnya seraya mengumpat, "Aku akan buat sampai kau lupa dengannya! "


"Malini, hentikan ini! " Adit menatap tak percaya.Ia berjalan mendekati dan menahan tangan Malini yang sudah bersiap akan melemparnya lagi.


Tapi lagi-lagi ia menyentak tangan Adit, "Kau hanya menginginkan tubuhku, tapi hati dan pikiranmu terus bersama ****** itu! "Ucapnya sambil berteriak.Emosinya sudah tak terkendali.


Adit tentu saja tak terima istri sahnya disebut sebagai ******.Siapa sebenarnya yang ****** disini.Tanpa Adit tahu bahwa Malini punya penyakit kejiwaan.Dan mungkin saja penyakitnya sedang kambuh.


Dia menunjuk wajah Malini dengan menatap tajam, " Malini, hentikan semua sandiwara ini."


"Aku akan mengusirnya dari hidupmu!" Ia kembali menyentak tangan Adit yang sedang menunjuknya."Dari rumah, hati dan di pikiranmu! "Ucapnya seraya mendorong-dorong dada Adit dengan kasar.


" Kalau aku tak bisa mengusirnya... aku akan membakarnya hidup-hidup! "Malini menangis dan berteriak seperti orang kesetanan.


Tanpa ia duga Aditya melayangkan tangannya.


Plak...


Aditya menampar wajahnya karena sudah terlalu emosi.Hatinya bergemuruh,meskipun Aditya sudah menduakan istrinya,tetapi tetap saja ia tak terima jika ada yang ingin menyakiti istrinya.Dia juga sudah nyaman dengan keberadaan Malini disini.Memikirkan itu membuat kepalanya pusing.


Sedangkan Malini menyentuh pipinya yang terasa perih, kemudian menatap Adit dengan tak percaya, laki-laki yang selalu berkata lembut didepannya ini telah berani menamparnya.


*****

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Like, vote dan Komentarnya😊


__ADS_2