
"Apa?"Adit menoleh pelan ke arah wanita cantik itu.
"Kau tidak akan menyuruhku pergi,kan?"wanita itu berucap dengan sedikit menoleh."Ini sudah terlalu malam,aku tak ingin berada diluar lagi dan kedinginan,"Lanjutnya.
"Tidak masalah,"Aditya tersenyum tipis."Ada kamar tamu disamping kamar ini dan kau boleh beristirahat disana.Selamat malam."
Aditya turun ke bawah dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda,ia harus menyelesaikan hari ini juga meskipun hanya menggunakan penerangan berupa lilin.Tetapi setelah beberapa saat ia seperti mendengar suara petikan piano dari kamar atas.
Adit berdiri dan melihat siapa yang sedang memainkan piano seindah ini.Ia juga membawa lilin itu untuk menerangi jalan didepannya.Hingga sampai diambang pintu, Adit melihat ternyata wanita cantik itu yang sedang memainkan piano miliknya.
Aditya sangat menikmati alunan musik yang didengarkannya.Sania tidak begitu menyukai piano.
"Meskipun ada banyak orang di dunia ini, tetapi Tuhan memilihmu untuk menolongku dari kesusahan yang sedang aku alami."Menoleh sekilas kearah Adit.
Aditya hanya diam menatap wanita itu tanpa menyembunyikan ketertarikannya.
"Kau begitu tulus menolongku, tidak meminta apapun dariku.Maka aku persembahkan lagu tadi untuk menemani kesepianmu."
Gadis itu berjalan menghampirinya Adit dan saling bertatapan muka.
"Jarak antara hati dan nafsu terbatas.Berhati-hatilah dengan perasaanmu, dan nikmati malam yang sunyi ini,"Ia meniup lilin yang dipegang oleh Aditya lalu melewatinya.
Aditya hanya diam dan kembali ke kamarnya untuk tidur.Tidak masalah lilinnya mati, karena sebenarnya disetiap sudut ruangan sudah ada lilin yang menyala.
Pagi menyapa Aditya membuka matanya,saat ini masih bergelung dengan selimut di atas ranjang untuk mengumpulkan nyawanya.Ia terbiasa memakai alarm di saat jauh dari istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba ia terkejut dan bangun karena mendengar suara mobil menyala.Adit berlari ke arah jendela dan melihat kepergian wanita cantik itu.Agak kesal sebenarnya, karena sudah di tolong malah pergi tidak berpamitan.
Adit keluar kamar dan berniat untuk mandi, tetapi justru matanya melihat sepucuk kertas yang ada di meja piano,berkibar tertiup angin.Lalu kemudian mendekat dan membacanya.
****
Terima kasih atas kebaikanmu
Maaf pergi tanpa berpamitan
Saat melihatmu aku merasakan sesuatu yang berbeda
Kau membuatku jatuh hati untuk pertama kalinya
Seandainya saja kau juga menyukaiku
Betapa bahagianya hatiku ini
Malini~
Adit menaruh kembali kertas itu.Jujur saja Adit terpesona dengan keindahan wajah dan tubuhnya,tetapi ia juga sudah memiliki seorang istri yang jauh disana.
Tidak mau terlalu pusing ia segera bersiap-siap untuk ke kantor.Hari ini Andi hanya mengantar mobil saja dan malah berpamitan karena ada keperluan mendesak.
Sebenarnya Adit tidak terlalu sibuk hari ini, karena keadaan hotel sudah mulai stabil berkat kerja kerasnya beberapa bulan ini.
__ADS_1
Akhirnya ia menyetir sendiri.Saat sedang mengemudi ia berhenti mendadak karena melihat mobil wanita cantik tadi malam berada dipinggir hutan di dekat rumahnya.Ia turun dan berniat membantu wanita itu, karena mungkin saja mobilnya bermasalah.
Aditya sedikit berlari, tetapi ternyata mobilnya kosong,ia melihat juga sekelilingnya dan tidak ada tanda-tanda gadis itu.
Saat ia akan kembali ke mobil tiba-tiba saja mendengar suara musik yang begitu mengalun indah di indera pendengarannya.
Aditya memutuskan untuk mencari sumber suara yang ia yakini adalah suara gadis itu sedang memainkan alat musik.
Adit berlari kecil menyusuri pepohonan untuk mencari sumber suara itu.Ia berlari ke arah taman di dekat danau buatan.Hingga sampai akhirnya ia menemukan wanita itu yang sedang menggesekkan biola sambil bersandar di pohon membelakanginya.
Malini menoleh dan berhenti menggesek biolanya saat merasakan ada seseorang yang sedang melihatnya.
"Jangan berhenti,"Pinta Adit dengan tatapan yang sulit diartikan.
Malini tersenyum dan kembali memainkannya.Karena ia senang melihat kehadiran Aditya di taman yang ada dalam hutan ini.
Adit berjalan beberapa langkah agar lebih dekat dengannya.Dia merasa terpesona melihat kecantikan gadis ini , ditambah ia sangat pandai memainkan alat musik.
"Jangan mendekatiku, atau kau akan jatuh cinta"Ucap Malini terselip dengan candaan.
"Aku memang jatuh cinta,"Adit menatap dalam wajah Malini.
Tak terlukiskan betapa bahagianya hati Malini,karena akhirnya cintanya terbalas.
Sudah lima bulan Aditya tidak merasakan betapa hangatnya dekapan tubuh seorang wanita.Dan kali ini ia benar-benar merasakan miliknya bereaksi dengan melihat wanita terlebih lagi wanita ini sangat mencintainya.Entah itu bisa disebut nafsu atau cinta, Adit pun tak tahu pasti.
__ADS_1