
Perlahan Aditya mendekati Sania yang tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.Ia masih terlalu syok atas kenyataan ini.Pengakuan suaminya yang tega-teganya berselingkuh hingga berbulan-bulan lamanya.Sampai-sampai selingkuhannya memilih jalan pintas dan bunuh diri karena tak sanggup hidup tanpa cinta suaminya.
Aditya mengenggam kedua tangan Sania sambil berkaca-kaca, "Sayang aku mohon beri aku satu kesempatan lagi.Aku janji ini yang terakhir kalinya aku meminta kesempatan padamu."
"Sejujurnya aku kagum dengan keberanianmu yang mau berkata jujur kepadaku Aditya.Dibelakangku dan dirumah ini pula kamu memadu cinta dengan seorang ****.Namun kamu tetap mengaku mencintai aku?" Sania menatap Aditya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.
Sedangkan Aditya tertunduk malu bercampur sedih mengingat kesalahannya.Ia sungguh tak pernah berpikir dulu sebelum bertindak dan hanya menuruti hawa nafsunya.
"Dengan kejamnya kamu menghancurkan cintaku dan bermain gila bersamanya,lalu dengan entengnya kamu mau aku melupakan semuanya dan menerimamu lagi? Dan kamu ingin aku memelukmu seperti biasanya? Tidak! Aku tidak akan melakukannya, Aditya.. " Sania tersenyum miris sambil menggeleng pelan.
"Tolonglah maafkan aku, sayang.Maafkan suamimu yang bodoh ini.Pastinya kamu juga jijik menyentuhku,"Suara Aditya tercekat sambil menatap Sania penuh harapan.
"Kamu memang bodoh dan menjijikkan.Aku berhari-hari menangis di depanmu.Aku menderita,tersiksa, tapi kamu seolah merendahkanku dan malah menganggap aku gila.Bukannya menceritakan semua kebenarannya."
__ADS_1
Aditya kembali terdiam tertunduk sedih.Kini ia mengerti sekarang, mengapa Sania begitu sulit memaafkannya kali ini.Karena ia kembali membuatnya sakit dan terluka karena ulahnya.Dulu karena mengabaikan sang istri,ia membuat istrinya kecanduan dengan obat penenang.
"Kamu tahu bukan? Aku ingin mempertahankan rumah tangga kita.Sampai aku mengemis cinta padamu.Tapi tetap saja kamu selalu mengabaikan aku.Sekarang, ketika rahasiamu telah menghantui aku.... kamu menganggap aku pendusta.Kamulah yang pendusta Aditya! Dan aku tidak akan memaafkanmu.Seorang pengkhianat takkan pernah kumaafkan!"Ucap Sania dengan sedikit berteriak.Air matanya tak berhenti mengalir sedari tadi.
Sania menyentak tangan Aditya dengan kasar. Tanpa berkata lagi ia masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.Tubuhnya merosot ke lantai, ia menumpahkan semua tangisannya yang begitu menyayat hati.
Aditya menjambak rambutnya dengan frustasi.Ia takut Sania akan meninggalkannya.
"Sania sayang, tolong maafkan aku,aku sungguh tak bisa hidup tanpamu..." Ucap Aditya dengan suara lirih sambil terisak.Ia masih berada di balik pintu yang sengaja dikunci istrinya.
Bayangan indah ketika dulu ia dan Aditya yang tersiksa menahan rindu menjelang pernikahannya tiba,bayangan dimana Aditya selalu memanjakannya dan menyanjungnya dengan mulut manisnya itu.Aditya begitu mencintainya.
Aditya memperlakukan dia layaknya seorang Putri, ia juga berjanji akan selalu setia sampai maut memisahkan.Tetapi kini semua seolah janji itu tak ada gunanya lagi. Semua hancur tak bersisa karena Aditya telah mengingkari janji cinta yang telah mereka buat dan sepakati bersama.
__ADS_1
Sania menangis tersedu-sedu mengingat kenangan indah itu.Rasanya sakit sekali dibohongi oleh suami sendiri,Sania tak dapat menerima semua pengkhianatan itu.Untuk kali ini ia sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya.
Sania mengusap pipinya dengan kasar lalu ia bangkit dan membuka lemari.Ia memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper dan meskipun ini sudah larut malam,ia tetap memutuskan untuk segera pergi dari rumah ini.Rumah yang entah mengapa membuat Sania selalu terbayang dengan kegilaan suaminya dan****itu.Dan yang lebih parah roh itu juga menguasai rumah dan mengusik kenyamanan hidupnya.Rasanya ia sudah tidak nyaman untuk sekedar tinggal.
****
Sedangkan Aditya begitu gusar saat ini.Ia berjalan mondar-mandir didepan kamarnya.Hingga tiba-tiba...
Ceklek....
Aditya menoleh saat mendengar suara pintu terbuka.Ia terbelalak kaget ketika melihat istrinya membawa sebuah koper dan bersiap ingin pergi.Aditya berjalan dengan jantung yang berdentum cepat lalu menghadang sang istri.
"Sayang, tolong jangan seperti ini, " Aditya menahan tangan Sania seraya memohon.
__ADS_1
*****