Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 40


__ADS_3

Deg..


"Apa..?"ucapnya lirih.Jantung Sania berdebar kencang kala mendengar ucapan Prof Agni tentangnya.


"Sesudah sembuh,kau mengajak suamimu untuk datang kesini.Padahal dia berniat mengajakmu mengunjungi berbagai Negara di dunia ini."Kata Prof Agni menatap Sania lekat.


"Hah...Maksudnya?"tanya Sania tidak paham.


"Roh di rumahmu dan roh yang telah merasuki serta membunuh Nina adalah roh yang sama."Ujar Prof Agni.


"Ha...? Artinya dia juga sedang mengincar aku?"tebak Sania dengan wajah gelisah..


"Entahlah."Prof Agni menggeleng pelan.


"Aku tidak tahu dia ingin melukaimu atau tidak."


Prof mengangkat telunjuknya ke atas seraya menatap Sania lekat,"Tapi satu hal yang pasti,dia ingin memberitahumu sesuatu.Ada hal yang ingin dia sampaikan padamu."


"Apa?"perasaan Sania sudah tidak karuan.


"Kita hanya bisa tahu jika kita berada di tempat kejadian."Prof Agni memberitahu.


"Kalau begitu sebaiknya kita kesana sekarang saja Prof!"ajak Ria dan Sania juga menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Akhirnya mereka semua pergi ke hutan didepan rumah Sania malam ini juga.Prof duduk didepan bersama Ria dan Sania duduk dibelakang sendirian.


Mobil Prof Agni melesat dengan cepat ke arah hutan.Perasaan mereka sudah semakin tak karuan, apalagi Sania yang bertujuan ingin mendatangi roh tersebut.

__ADS_1


Ia hanya berdoa semoga baik-baik saja dan segera menemukan sebuah petunjuk.


Mobil Prof berhenti ditengah hutan yang pernah ada kejadian saat Nina kerasukan.


"Lelaki itu membawaku kesana,"Seraya tangannya menunjuk lurus ke depan.Lelaki yang dimaksud adalah kekasih Nina.


"Kau harus kesana.Sendirian." Prof Agni berkata dengan yakin ke arah Sania.


"Kalau kau ketakutan untuk kesana...berarti yang kau rasakan selama ini adalah sebuah kebenaran."ungkapnya.


Prof Agni menatap Sania dengan wajah seriusnya,"Tapi percayalah...."


"Itu bukan hanya sebuah alasan aku menyuruhmu kesana."Lanjutnya.


"Lalu apa?"sahut Ria penasaran.


"Ada sesuatu yang ingin dia kasih tahu kepadamu."


Sania dan Ria mendengarkan perkataan Prof Agni dengan wajah yang terlihat gelisah.


"Kalau kamu mau bertemu dengannya.....maka kamu harus kesana sendirian.Kami akan menunggumu didalam mobil ini."Prof Agni berkata dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Kita akan ikut Sania..."ajak Ria kepada Prof karena ia cemas dengan Sania.


"Ria! Aku akan kesana.Seorang diri." Bantah Sania dengan yakin.


"Sania kau-?"

__ADS_1


"Tolonglah, Ria."Sania memotong perkataan Ria yang ingin protes.


Akhirnya Sania keluar dari mobil yang ditumpanginya.Ia berjalan kearah depan yang tadi ditunjuk oleh Prof Agni.


Meskipun wajah Sania terlihat tenang,tetapi hatinya gelisah tak karuan.Sania berjalan mengelilingi pepohonan.


"Apa yang kau inginkan?"seraya menatap pohon disekitarnya dengan takut-takut.


"Apa maksudmu sebenarnya?"suaranya serak menahan tangis.


"Kau ingin aku datang kesini.Aku sudah datang.Katakan sekarang...."dengan suara yang sudah bercampur tangis.


"Beritahulah...hiks ..hiks..."lirihnya dengan wajah tertunduk.


Seketika ada angin yang berhembus kencang dari belakang menerpa tubuhnya.


"Hah..!"kaget Sania.


Ia menoleh dengan jantung yang berdebar sangat kencang.Perasaanya mengatakan bahwa roh itu sudah datang.


Tidak ada bedanya dengan Ria dan Prof Agni yang menyaksikannya di dalam mobil.Mereka juga sama paniknya seperti Sania.


Saat Sania melihat ke belakang, tiba-tiba saja ada kepulan asap yang perlahan menutupi mobil Prof Agni.Entah dari mana asap itu berada, ini pasti adalah ulah roh itu.


"Prof..."Ria yang panik dan hendak keluar seketika terdiam tatkala melihat wajah Prof melotot.


"Stttt....."Prof Agni menaruh telunjuknya di bibir untuk menyuruh Ria diam.Pandanganya masih fokus ke arah Sania.

__ADS_1


Ria diam dan tidak jadi protes, tetapi hatinya tetap tidak tenang memikirkan bagaimana nasib Sania selanjutnya,karena wajah Sania terlihat samar-samar saat kepulan asap itu menutupi tubuhnya.


__ADS_2