Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 46


__ADS_3

Ada cara tertentu untuk membaca mantra dibuku itu.Sania juga masih mengingat penjelasan Prof Agni tentang cara membacanya.


Malam ini tepat jm 12.00 ia duduk di kursi ruang tamu dan semua lampu ia padamkan dan hanya menyisakan satu lampu yang tidak terlalu terang.


Dia sengaja tidak menyalakan lampu karena ia berpikir roh itu suka dengan tempat yang gelap dan minim cahaya.


Perlahan membuka halaman pertama dengan perasaan was-was dan tangannya sedikit bergetar.


Kemudian memejamkan matanya dan memusatkan pikirannya lalu merapalkan mantra pemanggilan roh hingga berkali-kali dengan hati yang berdebar kencang.


Saat Sania membaca mantra untuk yang ke tujuh kalinya tiba-tiba tubuhnya merinding seketika karena merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya.


Tetapi Sania tetap melanjutkan untuk membaca mantranya sampai roh itu keluar.


Akhirnya setelah beberapa menit berlalu Sania mendengar suara dibelakangnya,tubuhnya terlihat gelisah.


"Huh..huh.."Sania menoleh kebelakang dengan nafasnya yang naik turun.


Matanya melotot ketika lampu itu berguncang dan akhirnya...


Pyarr..


"Aaa..."Ia berjingkat kaget karena lampunya tiba-tiba pecah dan suasana menjadi gelap seketika karena lampu itu satu-satunya yang ada diruang tamu.


Sania memegangi dadanya yang berdetak tidak karuan.

__ADS_1


Krett...krett..


Sania mengalihkan pandangannya,"Ahh...aaa.."Pintu didepannya berguncang sendiri tanpa adanya terpaan angin.


Tangannya mengepal kuat saking takutnya hingga jari-jari kukunya menancap ke telapak tangannya.Tetapi ia mengabaikan rasa sakit itu.


"Ini pasti adalah pertanda bahwa roh itu sudah memberi tahu kehadirannya,"gumamnya lirih seraya matanya menatap takut kearah pintu.


Beberapa saat kemudian...


"Hah...hah..hah.."Sania panik hingga tubuhnya bergetar hebat karena kali ini semua pintu yang berada dirumahnya berguncang dengan keras seperti ada seorang yang sedang mendobraknya.


"Aa...aa...aa.."pekik Sania seraya menatap pintu itu silih berganti.


Krett...krett...


"Aaaaaaaaa..."Sania berteriak seraya menutup telinganya.


Sania menangis histeris karena tiba-tiba pintu didekatnya itu terbuka sendiri dengan suara keras.Bibirnyapun menggigil ketakutan yang luar biasa.


Jleb...


Pandangan Sania seketika kosong karena roh itu berhasil merasuki tubuhnya yang lemah.


"Akhirnya kita akan bertemu kembali Aditya,aku sudah tidak sabar menantikan kehadiranmu.Aku juga merindukan hangatnya tubuhmu."bisiknya seraya mengusap foto Aditya.

__ADS_1


"Aku akan membuat rumah tanggamu hancur sama seperti kau yang menghancurkan aku dulu."ucapnya tertawa dengan seringai licik di bibirnya.


"Mari kita lihat apa kau masih bisa hidup tenang setelah ini ,Ha**haha** .."lanjutnya seraya menenggak minuman beralkohol yang baru ia pesan.


Ya, setelah tadi merasuki tubuh Sania roh yang bernama Malini itu memesan minuman beralkohol agar dirinya mabuk dan Aditya tidak mencurigai sikapnya.


Dia juga mengganti pakaiannya dengan lingerie berwarna hitam agar semakin menarik perhatian.Malini sudah merasakan bahwa saat ini Aditya sudah dalam perjalanan pulang.


Malini yang kini sudah bersatu dengan tubuh Sania berusaha membuatnya mabuk dan meracau tidak jelas.


Saat diperjalanan Aditya sudah tidak sabar bertemu dengan istrinya.Ia sengaja membuat kejutan untuk Sania dan tidak memberi tahu kepulangannya sekarang.


Aditya memang tidak setiap waktu memberi kabar karena ia ingin menyelesaikan masalah disana dengan cepat.Terbukti baru dua hari ia sudah kembali.


Aditya menghela nafas,"Aku sangat merindukanmu Sania.Apa kamu baik-baik saja tanpa aku disampingnmu?"Gumamnya lirih.


Ia mengambil mobil dulu seraya mengantar pulang kevin dengan taksi karena mobilnya ia tinggal dirumah Kevin.


Aditya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena malam ini jalanan sudah terasa sepi.


Setelah kurang lebih satu jam akhirnya sampai juga dirumah.


Aditya memarkirkan mobilnya didepan pintu dan turun dari mobil dengan langkah tergesa.Meskipun ia sudah berpikir mungkin saja istrinya sudah tertidur karena ini sudah sangat larut malam.


Tetapi saat menolehkan kepalanya ke arah pintu tiba-tiba Adit terdiam.

__ADS_1


Ia terheran karena pintu utama masih terbuka dan lebih parahnya lagi lampunya tidak ada yang menyala satupun.Perasaanya mendadak tidak enak.


__ADS_2