Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 61


__ADS_3

Sania sudah tidak ingin bertahan lagi sekarang.Meskipun suaminya kini memohon dan menangis darah sekalipun,ia tidak akan terpengaruh dan tetap pada keputusannya untuk memilih bercerai.


Bukankah dulu saat masih berselingkuh Adit juga tak memikirkan perasaannya? Lalu untuk apa Sania memikirkan perasaannya kali ini.Kemana saat Sania merasa kesepian dan setiap saat selalu menunggu telepon dan berharap bisa mengobati kerinduannya?


Aditya justru asyik memadu kasih bersama****itu dan sialnya juga dirumah mereka.Sampai-sampai ia mengabaikan perasaan rindu yang istrinya rasakan.Saat ini biarlah Aditya merasakan apa yang dulu Sania rasakan.


"Sayang, kumohon jangan tinggalkan aku..."Bujuk Adit dengan mata berkaca-kaca sembari mencengkram pelan tangan istrinya.


"Aku sudah tidak mau lagi bersamamu!"wajah Sania terlihat dingin."Kamu tidak akan pernah tahu seberapa menderitanya aku selama ini.Mengapa harus suamiku sendiri yang menciptakan derita itu,suami yang sangat aku banggakan dan cintai sepenuh hatiku tega menyakitiku hingga hatiku hancur tak bersisa."Air mata Sania menetes dengan sendirinya.


Aditya membuka mulutnya,tapi sedetik kemudian kembali mengatupkannya lagi.Ia bingung harus bagaimana membujuk sang istri.Ia tidak bisa untuk menyembuhkan luka yang telah ia torehkan kepada sang istri tercinta.


Namun jika harus berpisah Adit juga rasanya lebih baik mati, karena ia sangat mencintai istrinya.Mengingat bagaimana susahnya untuk meminta kesempatan kemarin, mungkin kali ini ia tidak akan mendapatkan maaf lagi.


"Kumohon sayang,aku bersedia menerima hukuman dan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahanku padamu,"pinta Adit seraya mencoba meraih koper sang istri agar tidak jadi pergi.

__ADS_1


"Biarlah Tuhan yang akan menghukumu!"


Secepat kilat Sania mendorong Adit agar tak menghalangi jalannya.Lalu berjalan cepat menuju taksi yang sudah menunggunya sejak tadi.Air matanya berderai disetiap langkahnya.


Aditya menatap kepergian sang istri dengan air mata yang terus mengalir pula.Tidak tau lagi caranya untuk mencegah sang istri agar tetap bertahan.


*****


Saat ini Sania menyewa sebuah penginapan, yang pastinya tidak akan diketahui oleh suaminya.Sepanjang hari ia terus meratapi nasibnya dengan berdiam diri di kamar.Ia merutuki yang dengan mudahnya dibodohi oleh sang suami, bahkan hingga berbulan lamanya.


"Bodohnya aku selalu mempercayai kata-kata manis yang keluar dari bibirmu, nyatanya kamu tak lebih dari seorang pecundang.Aku membencimu Aditya, sungguh sangat membencimu! hiks..hiks.."Sania memukul dadanya sendiri dan berharap rasa sesak yang ia rasakan sedikit berkurang.


Sania akui hingga saat ini cintanya memang belum pudar sedikitpun, meskipun telah tersakiti berkali-kali.Memang tidak mudah melupakan orang yang kita cintai dengan sepenuh hati.Tetapi Sania yakin lambat laun cinta itu akan pudar dengan seiring berjalannya waktu.


*****

__ADS_1


Tidak berbeda jauh dengan sang istri,kini Aditya pun juga sedang meratapi nasib kedepannya tanpa istri tercintanya.Sepanjang hari yang ia lakukan adalah melamun dan tidak lagi berminat berangkat bekerja.Urusan kantornya ia serahkan kepada Kevin.


"Kamu dimana sayang... baru beberapa hari tanpamu,aku sudah seperti raga tanpa nyawa,"Lirih Adit seraya mengusap foto sang istri dengan perasaan rindu.


Berkali-kali ia menghubungi sang istri.Tapi Sania tidak pernah mengangkatnya,HP-nya pun tidak pernah lepas dari genggamannya.Pernah kemarin sempat mendatangi rumah sahabatnya Kevin dan Ria, berharap Sania menginap di sana.


Namun semua nihil, karena mereka juga tidak mengetahui keberadaan istrinya.Justru Aditya menjadi sasaran kemarahan mereka.Tentu saja Aditya tidak melawan sedikitpun, karena ia memang pantas mendapatkan hadiah Bogeman dari Kevin.Memang Adit sangat bersalah dalam hal ini.Tetapi menyesalpun juga sudah tak ada gunanya.


Aditya mendatangi tempat-tempat kenangan indah yang pernah mereka datangi dan berharap Sania datang kesana.Saat melihat keselliling Adit merasa sedih karena ternyata tempat-tempat itu dipenuhi canda tawa olehnya dan sang istri.


Kemudian menatap sebuah taman berbunga, Aditya tersentak melihat istrinya tersenyum sambil merentangkan kedua tangan kearahnya.Sontak membuatnya tersenyum bahagia.


"Sayang...."Aditya tersenyum dan menangis bersamaan.Ia segera berjalan cepat ke arah sang istri sembari merentangkan kedua tangan untuk memeluk istrinya.


Setelah memeluk istrinya, tiba-tiba Aditya tercengang.

__ADS_1


****


__ADS_2