Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 31


__ADS_3

"Ya,Prof Agni.Dia bisa merasakan hal-hal semacam itu.Kata orang dia ahli dalam hal itu,karena penglihatannya tajam."


"Baiklah Ria aku setuju denganmu!"kata Sania.


"Ayo kita kesana sekarang juga!"


Mereka bergegas pergi dan menuju ke tempat dimana Prof Agni tinggal.


"Permisi,"Ria berkata dengan sopan saat melihat tukang kebun Prof Agni sedang memotong rumput.


"Iya Nona,apa ada yang bisa saya bantu?"


"Iya pak saya kesini sedang ada perlu dengan Prof Agni.Apa beliau ada dirumah?"tanya Sania dengan sopan.


"Ada Nona,mari silahkan masuk biar saya panggilkan..!"ucapnya sembari mempersilahkan Sania dan Ria masuk.


Mereka hanya mengiyakan dan mengikuti langkah tukang kebun Prof Agni.


"Silahkan duduk dulu Nona! Saya permisi dulu ke atas."


Mereka menganggukkan kepalanya dan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu.


Tak ..tak...


(bunyi langkah kaki Prof Agni menuruni tangga)

__ADS_1


mereka berdiri saat melihat prof Agni mendekat.Kemudian menundukkan badannya guna memberi salam.


"Selamat siang Prof Agni,perkenalkan saya Ria dan ini Sania teman saya."


"Iya siang juga,karena kalian sudah tau namaku jadi aku tidak perlu memperkenalkan diri."


"Baiklah apa ada sesuatu yang dapat saya bantu?"


"Sebenarnya kedatangan kami kesini karena kami ingin meminta bantuan kepada Prof untuk membantu teman saya Sania."


"Ada apa denganmu?"tanya Prof seraya mengerutkan keningnya menatap Sania.


"Begini Prof,rumah yang saat ini saya tempati sepertinya tak nyaman,karena beberapa kali saya mendengar hal-hal aneh yang terjadi di luar nalar manusia dan sebaliknya suamiku tidak dapat mendengarnya."ucapnya menjelaskan.


"Iya tolong lihatlah rumah teman saya Prof,barangkali memang benar ada sesuatu yang aneh!"ucap Ria dengan penuh harap.


"Baiklah sekarang kita lihat ada hal aneh apa di rumahmu!"


Mereka pergi meninggalkan kediaman Prof Agni menuju ke rumah Sania.Setelah 30 menit berkendara akhirnya mereka sampai.


"Mari masuk Prof...!"ajak Sania.Mereka mengikuti Sania.


Prof berjalan pelan seraya melihat-lihat sekeliling sudut ruangan mencoba merasakan kehadiran aura apa yang ada dirumah ini.


Prof memejamkan matanya sebentar.Beberapa saat kemudian ia membuka mata dan menyaksikan sendiri lampu ,jendela bergetar dengan sendirinya.Sepertinya roh itu sedang memberitahukan kehadirannya.

__ADS_1


Perasaan Sania juga seketika tak enak saat ia menatap hutan yang ada didepan rumahnya.


Prof Agni kembali memejamkan mata dan berdoa sebentar,mencoba merasakan aura baik atau jahat yang sedang mengganggu Sania.


Setelah mendapat jawabannya Prof membuka matanya dan menatap ke arah Sania dan Ria dengan tatapan yang sulit diartikan.


Ria bertanya dengan nada cemas,"Semua baik-baik saja kan Prof?"


"Aku lebih suka menganggap semua ini baik-baik saja,tetapi tubuhku mengatakan ada sesuatu disini."ucap prof sembari meraba tubuhnya yang secara tiba-tiba merinding karena ada hal negatif yang ia rasakan.


"Ini sesuatu yang tidak baik,tubuh ini tak pernah menipu,"lanjut Prof dengan menatap mereka berdua.


Mereka hanya diam dan mendengarkan perkataan Prof Agni dengan serius.Walaupun hatinya diselimuti rasa khawatir.Ia bingung harus percaya atau tidak.


"Kau mungkin merasa ganjil dengan yang apa kukatakan.


Tapi coba kau pikirkan dulu,setelah itu kau bisa bertanya...!"kata Prof Agni.


Ria dan Sania yang masih bingung lalu saling menatap satu sama lain.Akhirnya mereka mengangguk dan percaya apa yang dikatakan Prof Agni.


"Tanyalah ...." lanjut Prof.Tetapi mereka bingung mau bertanya apa.Dan pada akhirnya mereka kembali diam.


Prof Agni mendekat kearah Sania menatap kedua matanya,"Apa kau percaya hantu? Roh baik dan jahat? Roh yang menolong dan roh yang menyiksa?"


"Roh yang tersesat dan belum menyelesaikan perkara di dunianya? Pernahkah kau dengar tentang jiwa yang tersiksa?"tanya Prof Agni bertubi-tubi.

__ADS_1


"Apa....?"ucap Sania yang diliputi rasa cemas.


__ADS_2