Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 37


__ADS_3

Adit melihat sekeliling rumah yang terlihat sunyi.Kemudian ia masuk ke dalam rumah dan meletakkan tas kerjanya di atas meja.


Saat akan melanjutkan langkahnya,ia seperti mendengar suara seorang wanita sedang meracau dan tertawa.Mungkinkah itu istrinya? Tapi dengan siapa malam-malam begini? Karena setahunya Ria sedang ada dirumahnya.


Karena penasaran Aditya mencari sumber suara yang didengarnya.Ternyata suara itu berasal dari taman disamping rumahnya.Jika dilihat dari gayanya Sania seperti orang mabuk.


Tidak ingin bertanya-tanya ia menghampiri sang istri yang duduk di kursi taman.


"Sania.."Panggil Aditya dari jarak satu meter.Ia menatap Sania dengan perasaan heran.


"Aditya,kau sudah pulang...."Ucapnya khas orang mabuk.


"Kamu mabuk Sania?"tanya Aditya dengan tangan bersedekap di dada.Rindu yang tadinya sudah menggebu-gebu seketika hilang sirna saat melihat istrinya mabuk-mabukan.


"Hanya minuman ini yang menemaniku Adit,aku juga sudah tidak meminum pil sialan itu lagi seperti kemauanmu."Jawab Sania dengan senyum tipis.


Tetapi bukan ini yang Aditya mau.Jika begini bukankah tidak ada bedanya dengan minum pil.


Sania merentangkan kedua tangannya seraya merengek manja,"Peluk aku Aditya..apa kau tidak merindukanku?"


"Lain halnya dengan Aditya.Dia hanya diam saja ditempatnya.Sejak kapan ia memanggil dirinya kau.Biasanya juga panggil nama sesuka hatinya.


"Tidak.kamu sedang mabuk."Tolak Adit yang masih berdiri ditempatnya.


"Aku mabuk agar bisa melampiaskan kerinduanku padamu yang sudah menumpuk ini, Adit."

__ADS_1


Adit menatap heran tingkah Sania,karena setahunya istrinya tidak pernah bersikap seperti ini.Bahkan sebelumnya saat masih tinggal di kota B, Aditya sering meninggalkannya untuk disini dan terkadang untuk waktu beberapa bulan lamanya.


Terkadang juga Aditya sampai lupa memberi kabar kepada istrinya yang berada di kota B,karena dulu disini juga sudah ada yang menemaninya disaat rasa kesepiannya melanda.


Sania melanjutkan perkataannya,"Aditya,aku ingin menikmati malam yang panjang ini bersamamu."


Sania melihat suaminya dengan tatapan memuja.


"Ijinkan aku untuk memuaskan kau , Dit."


Tapi tidak dengan Adit.Dia malah risih dengan tingkahnya yang mengingatkannya dengan seseorang di masa lalunya.


Ya masa lalu,karena sekarang hanya Sania seorang yang Aditya cintai.


Aditya hanya diam ditempatnya menatap wajah Sania dengan intens.


Hal ini membuat tubuh Adit meremang seketika.


Saat Sania ingin melangkah Adit menahan pergelangan tangannya.


"Kamu meninggalkanku begitu lama dan memberikan seseorang dengan sebuah harapan palsu." Sania menatap tajam seraya melepaskan tangan Adit dengan kasar.


"Sania!"Bentak Adit tak suka.


Sania melengos dan malah masuk ke kamar, Aditya juga mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Adit menatap lekat wajah Sania.Dia bingung dengan perkataan Sania yang seolah-olah sudah lama sekali dia meninggalkannya.Padahal dia hanya pergi dua hari saja.


Tidak tau saja Adit, peristiwa apa yang terjadi selama ia pergi meninggalkan istrinya.Karena banyak yang terjadi di hidup Sania hanya dalam waktu dua hari saja.


"Sania membelai wajah Aditya,"Kau sudah banyak membuat aku menderita,tetapi malam ini jangan ada penderitaan lagi."


Adit terdiam.Tidak tau apa maksud perkataan Sania.


"Malam ini malam yang penuh dengan cinta.Sudah lama aku tidak merasakan kehangatanmu"Bisiknya dengan nada sensual.


"Namun mulai malam ini, akan ada ******* nikmat yang hanya memenuhi ruangan ini."Ucapnya sensual seraya membelai bibir Adit yang menggoda.


"Sania-"Ucap Adit tertahan.


"Stt...sst.."Ia meletakkan telunjuknya di bibir Adit.Detik kemudian ia mendorong dada suaminya hingga terlentang di ranjang.


"Jangan bicara apapun,menurut lah!"tanpa mengalihkan pandangannya.


"Biarkan aku memuaskanmu.Biarkan aku menyalurkan rindu yang sudah lama kurasakan ini."Ia menindih separuh tubuh suaminya.


"Marilah Aditya!"


Aditya dibuat merinding dengan kata-kata Sania.Ia menjadi gugup seketika.Masih heran dengan tingkah istrinya saat ini.Seperti bukan Sania yang biasanya.


"Kenapa kau gugup?"tanya Sania dengan seringai licik di bibirnya.

__ADS_1


"Kau ini seperti baru pertama kali saja,kita sudah sering melakukannya, Adit."Sania tertawa kecil.


__ADS_2