Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 59


__ADS_3

Dooor....


"Arghhhh... " Teriak Malini yang mengerang kesakitan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Malini, " Aditya berteriak dengan histeris.Aditya segera menopang tubuh Malini yang ambruk.Ia sendiri sangat syok melihat Malini bunuh diri tepat didepan matanya.


Andi yang sudah mengobati lukanya juga langsung menghampiri sang majikan saat mendengar suara tembakan.Betapa terkejutnya ia melihat wanita itu sudah terkapar meregang nyawa di pangkuan Aditya.


Lalu setelah itu ia membantu Tuanya dan ia jugaberjanji untuk menjaga rahasianya menguburkan jasad Malini bersama.


FLASHBACK OF~


Masih didalam kamar setelah Aditya mengetahui sang istri yang sempat dirasuki roh Malini. Sania berusaha mencecar Adit untuk berkata jujur siapa yang sempat merasukinya. Dan kini Aditya akan berbicara sejujurnya kepada sang istri tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Ia sendiri sungguh tak percaya bahwa apa yang dulu diucapkan Malini bukanlah sebuah gertakan melainkan kenyataan dan berujung sebuah dendam.

__ADS_1


Ya, Malini ingin mati.Tepatnya dikamar ini,agar suatu saat Sania dapat merasakan keberadaannya.suara tembakan yang terdengar di kamar Aditya dengan kerasnya,darah Malini yang menciprat ke atas lampu gantung bergoyang yang ada di kamar tersebut, juga teriakan yang begitu menyayat hati.Malini meninggalkan begitu banyak jejaknya dikamar ini juga dibeberapa tempat lainnya.


Itulah kenapa selama ini Sania bisa merasakan keberadaannya juga mendapat teror darinya.Ternyata ucapannya memang tidak main-main.Sekarang Aditya baru mengerti dan percaya setelah apa yang terjadi.


Sania mendongak menatap sebuah lampu gantung yang bergoyang saat tertiup angin,memang terdapat percikan darah mengering saat Sania melihatnya dengan seksama.


Aditya menatap keluar jendela,"Aku tak pernah membayangkan bahwa kegilaannya akan sampai sejauh itu.Pikirannya terlalu pendek.Hanya karena sebuah obsesi semata,dalam sekejap ia melupakan semua kenangan indah, semua kebaikanku dan terutama kebahagiaan kami saat sedang bersama. Lalu dengan mudahnya mengakhiri hidup begitu saja."


Raut wajah Sania yang tadinya penuh kilat amarah kini terlihat sendu.Ia tidak menyangka hanya karena ingin hidup bersama dengan seorang Aditya, Malini rela memilih mengakhiri hidupnya.Karena Aditya telah memilih istri sahnya.Ada sedikit rasa senang di hatinya, karena sang suami lebih memilihnya.Tetapi seandainya dia memergokinya, ia akan dengan senang hati memberikan suaminya yang ***** itu kepada Malini.


Tapi tak dapat dipungkiri, rasanya sangat sakit mendengar kejujuran suaminya.Telah diselingkuhi hingga berbulan-bulan dan mengetahui betapa seringnya mereka memadu kasih dirumah ini,membuatnya begitu jijik.Membayangkan semua itu jantung Sania seperti tercabik-cabik hingga hancur tak bersisa.


Tak bisa dipungkiri ada rasa sesal sedih dan juga kehilangan yang Adit rasakan kala itu.Sebenarnya Aditya juga menyayangi Malini terlepas dari dia sakit jiwa.Namun yang tidak dapat ia terima adalah sifat egois dan terobsesi Malini terhadap dirinya.Itu yang membuat Aditya begitu membencinya.


Aditya melanjutkan perkataannya, "Kami mengubur jasad Malini di dalam hutan, karena aku tak ada pilihan lagi.Siapa yang akan percaya jika aku menceritakan kejadian yang sebenarnya?"

__ADS_1


Ya, waktu itu Aditya membawa jasad Malini dengan bantuan Andi.Saat itu antara panik sedih dan takut menjadi satu.Aditya dibantu Andi mengubur jasad Malini ditengah hutan lalu ia mengambil pistol yang tadi ia simpan disaku jasnya kemudian melemparkannya sejauh mungkin dari jarak jasad Malini yang sudah terkubur.


Ia sangat berhutang budi pada Andi.Karena itulah saat sang istri menanyakan keberadaan Andi, Aditya berpura-pura tidak peduli.Karena sejujurnya ia juga sangat kehilangan dirinya, karena telah banyak berjasa dalam hidupnya.


"Jika mengetahui selama ini dia hidup bersamaku. Dan itu terlihat mustahil Malini bunuh diri....pasti polisi langsung mencurigai aku yang membunuhnya, sebab aku....yang telah menyembunyikannya darimu.Lalu apa aku harus memberi tahu polisi? Apa aku harus memberi tahu Papa? Dan juga memberitahumu?" suaranya terdengar sendu.


Sania diam tak bergeming.Ia juga tidak memotong perkataan Aditya sedikitpun.Hanya airmata yang terus mengalir menggambarkan betapa kecewanya hatinya saat ini.Aditya telah melanggar sumpah janji yang dulu pernah ia ucapkan bersama.


"Aku tidak mau memberitahumu karena aku tak mau kehilanganmu,sayang.Rasa takutku jika berpisah denganmu melebihi rasa takutku saat mengubur jasad Malini."Ucap Aditya seraya meneteskan air matanya.


Aditya pasti akan melakukan apapun untuk menebus segala rasa bersalahnya jika saja Sania memberinya kesempatan sekali lagi.


"Sania sayang," Ucap Aditya sambil berbalik.


Aditya menatap sang istri yang ternyata juga masih meneteskan air mata.Lalu menunduk sedih karena tak sanggup melihat wanita yang sangat ia cintai meneteskan airmata karenanya.

__ADS_1


"Aku tak sanggup membayangkan jika harus hidup tanpamu karena.... Aku sangat mencintaimu Sania,"Adit kembali menatap sang istri seraya meneteskan airmata.


*****


__ADS_2