
Aditya melabuhkan ciuman lembut dibibir Malini.Karena tidak tahan Aditya mengajaknya ke villa yang berada di dekat hutan tersebut.
Setelah sampai,Malini tanpa basa-basi melepaskan seluruh pakaiannya.Adit tak kuasa menahan gairahnya bercinta.Dan dia mulai mengecup leher jenjang Malini dengan penuh nafsu ,sedangkan Malini meremas rambutnya seraya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dari Aditya, lelaki yang ia cintai.
Ia memadu kasih bersama tanpa memikirkan statusnya sebagai suami orang.Dikamar itu hanya suara erangan dan ******* yang terdengar saling bersahutan.
"Aku mencintaimu, Adit,"Ucap Malini di sela-sela percintaannya.
Sedangkan Adit hanya membalasnya dengan senyuman manis di bibirnya.Dia melanjutkan kegiatannya yang sudah lama tidak tersalurkan,karena jauh dari Sania.
Setiap hari Malini selalu datang ke rumah Aditya dan terkadang juga menginap.Adit akui Malini sangat hebat dalam hal bercinta,dan dia juga sudah tidak perawan saat Adit memasukinya.
Seperti yang terjadi sekarang ini, disaat Adit selesai mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya, tiba-tiba Malini datang ke kantornya.
Aditya tak sengaja melihatnya berdiri di depan pintu, kemudian ia menatap sekelilingnya untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya.
Aditya keluar menghampiri Malini.
"Kenapa kesini?"tanyanya dengan nada tidak suka.Adit takut ada yang melihatnya.
"Aku kangen,"Ucapnya manja.
Tanpa pikir panjang, Adit menarik tangan Malini dan membawanya ke ruang pribadinya.
Adit menghela nafasnya,"Jangan datang kesini lagi, kalau kamu kangen datang ke rumah aja,kan bisa."
__ADS_1
"Tapi aku udah nggak tahan,Dit,"Rengeknya.
Inilah yang dia sukai dari Malini dan membuatnya nyaman.Hampir dua bulan mereka menjalin hubungan tanpa Malini ketahui bahwa Adit adalah pria beristri.
Seluruh foto pernikahannya pun ia simpan di gudang, agar selingkuhannya ini tidak pernah tau,walaupun ia sangat mencintai istrinya,namun Adit juga tak ingin kehilangan Malini.Egois bukan?
Cup...
"Ah.."Adit memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir Malini.
Malini yang sudah-sudah tidak tahan lagi menempelkan bibirnya di leher sang kekasih.Ia membuka kancing baju Adit dengan tidak sabaran.
Aditya membiarkan Malini menjamah tubuhnya.Dia hanya tersenyum menikmatinya.Rasanya bahagia sekali saat ini, berselingkuh tanpa diketahui oleh istrinya.
"Sayang..."Aku mau-,"Ucap Malini dengan nafas terengah.Namun beberapa detik kemudian tubuhnya ambruk dan terkulai lemas diatas tubuh Aditya.
Aditya terus memompa miliknya dan memberikan kenikmatan yang tiada tara.Dan setelahnya ia juga mengerang nikmat saat miliknya ia cabut dan keluarkan di atas perut Malini.
"Terima kasih ya,"Ucap Adit mengulas senyum.
Malini tersenyum manis,"Aku juga senang Sayang."
"Tidurlah,aku keluar sebentar."Dan dibalas anggukan oleh Malini.
Aditya membiarkan Malini tidur karena kecapekan.Sedangkan dia membersihkan diri dan keluar sebentar karena masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan.
__ADS_1
Tidak lupa ia mengunci pintunya, agar Malini tidak keluar dan bertemu dengan rekan bisnisnya.Ia takut karena ada beberapa orang yang sudah mengenal Sania.
Setelah sore hari, Adit memutuskan pulang dan Malini juga ingin pulang ke rumahnya sendiri.Adit memang menyarankan Malini agar kembali kerumah orang tuanya dan tidak kabur-kaburan lagi.
Setelah sampai dirumah ponsel Adit berbunyi dan ternyata istrinya yang menelponnya.
Kring ..
"Halo, Sania,"Sapa Adit seraya tersenyum.
"Halo Dit,bagaimana kabarmu? Kenapa kamu jarang mengabariku?"
"Maaf Sayang,aku sangat sibuk disini."Ucap Adit beralasan."Hampir setiap hari aku melakukan peninjauan,"Terangnya.
Sania menghela nafas,"Yasudah, jaga kesehatan,apa saat malam hari kamu juga masih lembur?"
"Iya, Sania,"Jawabnya dengan berbohong.Adit tidak ingin istrinya curiga jika ia berselingkuh dibelakangnya.
"Ini sudah malam,kamu tidur ya.Aku juga capek habis pulang dari kantor."
"Yasudah,aku matikan teleponnya.Malam Dit,"Putus Sania tanpa menunggu jawaban suaminya.
Saat sudah tak tersambung,air mata Sania mengalir begitu saja.Dadanya juga tiba-tiba nyeri dan sesak.Baru saja semalam Sania bermimpi tidak enak.Dan akhir-akhir ini suaminya juga jarang sekali memberi kabar, padahal dulu meskipun tengah malam Adit tidak pernah lupa untuk mengabarinya.
Saat ia sedang menaiki sebuah kapal bersama dengan suaminya.Tetapi tiba-tiba Sania tergelincir dan hampir jatuh, Adit mencoba menarik tangannya ,namun ternyata Adit tidak kuat dan malah melepaskan genggaman tangannya.Hingga akhirnya Sania jatuh dan tak tertolong.
__ADS_1
****
Jangan Lupa Tinggalkan Like dan Komentarnya ๐