
"Kau ini seperti baru pertama kali saja,kita sudah sering melakukannya, Adit." Sania tertawa kecil.
"Jangan takut,aku tak akan beritahu istrimu tentang ini."Seketika tawa dan wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan.
"Aaaaaa..."Adit melotot terkejut dan langsung mendorong Sania hingga jatuh ke lantai dan dengan wajah menghadap lantai.
Ia tersentak karena Sania tiba-tiba berubah menjadi Malini yang wajahnya terlihat menyeramkan.
Pada saat Sania jatuh roh itupun juga ikut keluar dari tubuhnya.Ia hanya ingin memberitahu Aditya tentang kehadirannya saja.Dan saat ini Sania sudah kembali seperti semula tetapi Adit malah mengganggap dirinya roh wanita itu.
"Apa yang kau lakukan disini?"teriak Adit dengan wajah takutnya.
"Kau sudah mati!"
"Kau sudah mati!"tunjuknya dengan histeris.
"Siapa yang sudah mati?"Sania menoleh dengan posisi yang masih sama.
Aditya terbelalak saat tahu ternyata istrinya sudah kembali menjadi dirinya sendiri.
"Siapa yang sudah mati?"tanyanya dengan penuh penekanan seraya berkaca-kaca.
Aditya terlihat bingung untuk mencari jawaban,ia memilih mundur perlahan.
"Apa yang kau sembunyikan dariku?"Sania berdiri dan melangkah maju menatap suaminya mengintimidasi.
Aditya menelan kasar ludahnya,ia tak bisa mengelak jika Sania sudah menatapnya seperti ini.
__ADS_1
"Siapa Dia?"tanyanya dengan tegas.
Suaminya berkaca-kaca dan tidak juga menjawab pertanyaannya.
"Aku tanya siapa Dia!!"Teriak Sania dengan keras.
Aditya menunduk dan malah berbalik.Ia tidak sanggup menatap wajah sedih istri yang sangat dicintainya.
"Siapa Dia?"Teriaknya lagi dan kali ini dengan tangis yang menyayat hati.
Aditya memijit pelipisnya karena bingung.Mungkin kali ini memang tidak akan ada lagi maaf baginya setelah nanti dia berkata jujur.Tapi bolehkah ia meminta satu kesempatan lagi.
Percuma jika ia tidak menjawab.Pasti Sania akan terus-menerus bertanya sampai rasa penasarannya terjawab.
Aditya menghela nafas panjang dan mulai menceritakan masa lalunya yang kelam.
"Saat itu diluar sedang hujan lebat,dan ada seorang wanita yang menumpang berteduh.Tanpa kusadari aku sendiri yang telah membawa petaka itu di rumah tangga kita."
FLASH BACK ON
Pada saat itu Aditya meninjau hotelnya yang berada disini.Karena sedang ada masalah ia memutuskan untuk menginap beberapa hari.Tidak lupa juga mengabari Sania yang sedang di kota B.
Kring..kring...
"Hallo By.."Sambutnya dengan ceria.
"Hay, sayang.Bagaimana kabarmu tanpa aku disana?"tanya Adit dengan penuh kerinduan.
__ADS_1
"Aku baik.Bagaimana denganmu?"tanyanya balik.
"Aku sungguh merindukanmu sayang."Ucapnya dengan manja.
"Kalau begitu pulanglah,akupun sangat merindukanmu.Sudah satu minggu kamu disana."Timpalnya.
Adit terdiam.Sebenarnya ia juga sudah ingin pulang,ia tidak betah disini karena rumah sebesar ini terasa sepi untuknya.Hanya ada pembantunya saja yang terkadang menginap.Paling lama biasanya hanya seminggu Adit disini.
"By?"panggil Sania karena tidak ada sahutan.
Aditya tersadar,"Sayang,maaf untuk kali ini aku tidak bisa kembali dengan cepat."Ucapnya dengan rasa bersalah.
"Memang kenapa By?"Sania bingung.
" Hotel kita yang berada disini sedang ada masalah, sahamnya turun drastis dan hampir bangkrut,Sania.Aku harus memulainya dari awal lagi."Adit menjelaskan panjang lebar dan berharap istrinya mengerti.
"Berapa lama kamu disana,By?"sahut Sania.
"Aku juga belum tahu sayang.Bagaimana kalau kamu ikut kesini menemaniku?"tawarnya.
"Maaf.Aku tidak bisa By.."Lirihnya.
"Kamu tahukan kalau aku baru saja membuka butik? Kamu juga yang mengijinkan,mungkin kalau nanti sudah berjalan dengan baik aku janji akan memantau perkembangannya dari rumah."
Aditya menghela nafas panjang.
"Apa kamu yakin? Kita tidak akan bertemu lama kali ini."Tawarnya sekali lagi.
__ADS_1