
Adit tak tahan lagi melihat Sania berteriak kemudian ia memeluknya dengan paksa.
Meskipun Sania terus memberontak dan meracau yang menurutnya tak jelas.Sania kalah tenaga dan akhirnya pasrah didalam dekapan suaminya.
"Ada roh dirumah kita Adit huhuhu...." Sania berucap dengan suara serak seraya menangis tergugu.
Aku sendiri yang merasakannya..!'
"hiks ..hiks...hiks..."tangis Sania sungguh sangat pilu dan menyayat hati Aditya.
"Sania..."panggil Aditya dengan lirih seraya mengelus rambutnya dengan lembut.
"Kalau tidak ada sesuatu, tidak akan menjadi merah! Aku tak bohong Aditya...kau tanyalah Ria! "ujar Sania dengan nada lemah dan masih terisak,tetapi ia membalas pelukan suaminya.
Jujur hati Aditya sangat sakit melihat wanita yang dicintainya seperti ini.
"Sayang tenanglah...!"kata Adit seraya membisikkan kata cinta dan mengelus punggungnya berharap istrinya tidak meracau lagi.
Adit sudah tak perduli dengan semua orang yang melihatnya,yang terpenting ia bisa membuat istrinya tenang.
Setelah beberapa saat Sania sudah agak tenang,dia memutuskan malam ini mengajaknya untuk beristirahat di vila dekat puncak.
Adit berharap fikiran Sania akan kembali tenang seperti sedia kala.Dia juga menghubungi Ria istri Kevin untuk menemani Sania besok pagi.
__ADS_1
Sania sendiri hanya diam sejak tadi karena dia sudah lelah menangis dan hilang kepercayaan kepada suaminya.Adit juga bilang bahwa besok Ria akan kesini menemaninya.
Kemudian Sania memutuskan untuk segera tidur agar besok bisa berfikir dengan jernih saat bertemu Ria.
Saat sudah larut Adit tidak bisa tidur karena pikirannya sedang kacau.
Adit sudah tidak bisa menahan emosinya untuk segera menghajar seseorang yang telah meracuni fikiran istrinya.
Lalu ia memutuskan menghubungi Kevin,ia tak perduli meskipun saat ini sudah tengah malam.Setelah beberapa kali berdering akhirnya Kevin mengangkat panggilannya.
"Hallo Vin..!"
"Iya Dit...!"jawabnya dengan suara khas bangun tidur.
"Maaf mengganggu tidurmu!"ucap Adit basa-basi karena sedikit tak enak.
"Begini, Vin....tolong kamu cari tempat tinggal atau kantor Prof Agni yang kemarin sempat dikatakan oleh istriku ! Jika sudah dapat kirimkan segera Vin!"
"Baik akan aku kirim ! Tunggu..... jangan bilang kau mau membuat masalah dengannya Dit?"tebak Kevin yang ternyata tepat sasaran.
"Kau tidak perlu tahu Vin!"
"Aku hanya ingin mengingatkanmu Dit...kau ini orang penting dan jangan sampai membuat papamu kecewa!"ujar Kevin memberi nasihat.
__ADS_1
"Iya,kau ini bawel sekali!"Adit tak menggubris sedikit pun nasihat yang dikatakan oleh Kevin.
Dalam pikirannya saat ini hanya ingin memberi perhitungan dengan si Prof yang berani meracuni fikiran istrinya itu.
Saat pagi hari tiba Ria sudah datang karena kemarin Adit sudah mengabarinya.Adit juga sudah rapi dan sepertinya mau keluar.
"Adit dimana Sania?"tanya Ria yang langsung menuju kesini setelah kemarin malam sempat di telfon Adit.
"Dia ada di dalam Ria,tolong kau temani dulu aku ada urusan sebentar,oke?"ucap Adit dengan tergesa-gesa.
"Ya,pergilah!"
Ria sendiri juga sebenarnya cemas ketika Sania memberitahunya kemarin tentang lemon yang sudah berubah warna itu.
Ria juga sebenarnya ingin memberitahu Aditya tentang hal aneh yang dirasakan istrinya.
Tetapi mau bagaimana lagi istrinya sendiri saja tak ia percayai apalagi orang lain.hanya buang-buang waktu saja pikirnya.
Saat Adit pergi Ria menghubungi suaminya Kevin dan memberitahunya bahwa Adit pergi dengan langkah tergesa-gesa.
Kevin sendiri sudah tahu kemana arah tujuan Adit , yang tidak lain pasti ke kantornya Prof Agni.Dia akan segera menyusulnya,karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
Saat sudah sampai didepan kantor prof Agni.Adit turun seraya mengepalkan kedua tangannya.Dari tadi malam emosinya sudah meledak-ledak.
__ADS_1
Kebetulan sekali Prof Agni juga baru turun dari mobil.Tanpa basa-basi Adit langsung menghampirinya.
Bugh...bugh...