Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 28


__ADS_3

Mereka masih berdiri di dekat pintu ruang utama.Adit ingin mengukir sejarah di setiap sudut ruang rumahnya,karena hanya ada mereka berdua dirumah itu.


Dia tidak tahu jika ada yang mengawasinya dari jauh sana. dia tak suka jika melihatnya bahagia dengan sang istri.


"Lakukan By..! "kata Sania memejamkan matanya dengan nafas yang memburu.


Tanpa ba-bi-bu Adit lalu melepas satu persatu kancing baju Sania dan menjatuhkannya ke lantai dan hanya tersisa bra saja, bawahnya masih lengkap.


Adit menciumi bahu putih mulus dan menggigit kecil-kecil leher Sania dengan liarnya.Sania hanya mendesah menikmatinya seraya meremas rambut sang suami.


Tangan Adit tal tinggal diam dan meraba apa saja yang bisa membuat sang istri ikut terbakar gairah bersamanya.


Saat mereka sedang asyik bercumbu dengan panasnya tiba-tiba Sania mendengar suara bisikan.Ia diam mematung.


Tetapi selang beberapa detik pintu rumah Sania yang berada didekatnya terbuka dengan suara kerasnya.


Brakk ......


Rupanya karena tiupan angin yang berhembus kencang membuat pintu itu terbuka lebar,hingga daun pintunya terombang-ambing mengeluarkan bunyi yang sangat mengganggu.

__ADS_1


Seketika hasrat mereka yang tadinya sudah menggebu-gebu minta dituntaskan akhirnya menguar begitu saja entah kemana,karena suara itu membuat mereka berdua sangat terkejut.


Namun bagi Sania,bukan perkara pintu yang membuatnya terkejut ,tetapi Sania mendengar suara tembakan bersamaan dengan terbukanya pintu itu.


Perasaan Sania dilanda kecemasan dan tak tenang,ditambah pintu yang masih terombang-ambing karena angin dari luar begitu kencang.


"By...kamu dengar bunyi tembakan?"tanya Sania dengan nada cemas seraya jantungnya berdegup kencang karena panik.


Adit yang ditanya seperti itu tentu saja bingung.Karena memang dia tidak mendengarnya sama sekali.


Sayang, itu bukan suara tembakan...itu bunyi pintu yang tertiup angin,"Jawab Adit dengan tersenyum setenang mungkin,agar sang istri tidak terlalu panik.


"Tidak By! Aku mendengar suara tembakan itu dengan sangat jelas !"sahut Sania dengan wajah kesalnya.


Setelah itu Adit berjalan menuju pintu kemudian menutup dan menguncinya agar Sania tidak risau lagi.


Sania bisa bernafas dengan lega karena suara angin kencang dan pintu yang tadi terombang-ambing sudah tidak membuatnya cemas.Tetapi dia masih heran kenapa suaminya tidak mendengar suara itu, bahkan itu sangat jelas terdengar ditelinganya.Apa mungkin itu suatu pertanda ?


Sebelum Adit mendekat Sania mengajukan pertanyaan yang membuat Adit bingung untuk menjawabnya.

__ADS_1


"By...kenapa kamu tidak memberi tahuku tentang pak Andi?"Adit hanya diam seraya mendekati Sania.


"Dia juga mendengar suara-suara aneh sama seperti aku bukan? Istrinya juga menelfonmu menceritakan keadaan suaminya kan?"cecar Sania karena Adit hanya diam.


"Kenapa kamu tak memberi tahuku By?"tanya Sania lagi dengan sedikit membentak.


"Sayang, untuk apa aku mengurusi hal semacam itu? Lagi pula kalau aku mau masih banyak orang yang bisa aku pekerjakan bukan?"kata Adit dengan pongah.


"Istrinya memang memberi tahu....tapi siapa yang gila,siapa yang hilang,aku juga tidak tahu dimana dia berada.Mungkin saja dia pergi dan tidak hilang! Itulah alasan kenapa aku tak memberitahumu...!"Adit mengatakannya dengan wajah tenang tapi tidak dengan Sania.


Dari awal memang Adit tidak pernah percaya kata-katanya.Dia hanya diam menatap Adit dengan tajam.


"Sayang....."Adit membelai pipi mulus Sania dengan kedua tangannya dengan tatapan penuh cinta."Aku mencintaimu Sania,"seraya mencium bahu mulus Sania yang hanya masih mengenakan tangtop.rambutnya yang panjang tergerai bebas.


"Maaf By...Aku lelah!"


Sania yang masih kesal dengan Adit , mendorong bahunya dengan pelan.Adit yang sadar Sania menolaknya menatap Sania dengan kecewa.Dia tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi tingkahnya.


Ia gagal melanjutkan percintaan yang tadi belum selesai.Terpaksa Adit harus memendam hasratnya untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Sania memakai kembali bajunya yang tadi tergeletak di lantai ,kemudian berlalu pergi.


Adit bingung dengan sikap Sania yang berubah-ubah.Ia takut jiwa istrinya akan terguncang jika sering berhalusinasi.Tetapi Adit hanya bisa sabar menghadapi tingkah istrinya itu.Dan entah itu sampai kapan.


__ADS_2