Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 57


__ADS_3

Setelah itu Adit masuk membiarkan Malini yang terus memanggil namanya.


"Aditya, dengar aku.Tolong Aditya."Teriaknya sambil menangis mengejar Adit.


"Pergi!"Ujar Adit yang sudah berada di dalam mobil.


"Jangan pergi Aditya,"Malini berusaha membuka pintu mobil Adit.Tetapi Adit malah melajukan mobilnya hingga Malini ikut terseret dan akhirnya jatuh terguling di tanah.


Aditya terpaksa berhenti dan menolong Malini, bukan karena masih cinta.Tetapi ia takut terjadi apa-apa dan kemudian disalahkan.


"Malini!"Panik Adit mencoba mengulurkan tangannya.


"Aditya,kau pengecut!"Malini kembali meneriaki Adit sambil berusaha berdiri."Dasar tukang selingkuh!"Sambil melempar batu ke arahnya.


"Hei, apa yang kau lakukan?"Adit berusaha menghindar.Padahal niatnya hanya ingin menolong."Hentikan!"


"Kau pikir kau siapa?"tanya Malini seraya menghampiri Adit dan mencengkram kerah kemejanya."Aku akan tetap melenyapkan kenangan dia dari hidupmu, meskipun dia adalah istrimu."Ancamnya dengan tatapan menusuk.


Aditya yang sudah muak dengan kelakuan Malini dengan kasar ia menyentak tangannya lalu masuk lagi ke dalam mobil.


"Aku tak akan membiarkanmu lari dariku, Aditya! Aku takkan membiarkan siapapun merebutmu dari aku! Kau milikku ! Hanya milikku! Aaargh...."Teriaknya dengan menggeram kesal.


Cintanya kini sudah menjadi sebuah obsesi.Sampai-sampai kemarahannya tidak terkendali.Atau mungkin penyakit kejiwaannya yang kambuh.


*****


Sesampainya dikantor, Adit langsung masuk ke ruang rapat, karena dia selaku pemilik hotel, maka dia yang akan memutuskan semuanya.


Kevin sang asisten sedang memberi pengarahan kepada semua Dewan Direksi.


"Untuk meningkatkan perkembangan hotel ini, ada sedikit masukan yang akan saya tambahkan, yaitu kita harus bersikap lebih ramah lagi kepada para pengunjung. Itu poin utama. Yang kedua, kita juga akan menambah beberapa fasilitas yang belum tentu disediakan di hotel lain.Dan untuk semua biaya membutuhkan dana sekitar 500juta."Ungkap Kevin panjang lebar.

__ADS_1


"Apa pendapat anda,Tuan Aditya?"Kevin menatap sang bos yang terlihat termenung.


" Tuan?"Panggil Kevin membuat Adit tersentak kaget. "Apa pendapat anda tentang yang saya jelaskan tadi? Beranikah kita mengambil resiko?"Dan semua orang juga ikut menatap Adit untuk menunnggu jawaban atas pertanyaan Kevin.


Adit tertawa kecil, " Aku tak masalah.Atur saja apa yang menurut kamu akan menguntungkan hotel kita."


Setelah Kevin membubarkan rapat ia mendekati sang bos.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Kevin bertanya layaknya seorang teman.


Sejak rapat dimulai Kevin merasa Adit mengabaikan rapat ini dan sibuk dengan pikiranya sendiri.Mungkin sedang ada masalah dengan Sania pikir Kevin.


Adit tersenyum kecil, "Bukan apa-apa. Hanya masalah kecil."


Tidak mungkin Adit berterus terang jika ia sedang memikirkan selingkuhannya yang kini sedang menerornya.Bisa-bisa istrinya akan mengetahui rahasianya.Kevin memang sudah beberapa bulan tidak pernah kerumahnya, ia sedang fokus mengembangkan kafe barunya.


"Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta bantuan.Kalau gitu aku akan kembali ke ruanganku."


"Its, oke. "


*****


Sedangkan Malini yang tadi sudah sangat emosi memutuskan untuk pergi ke penginapan yang ditempatinya sekarang setelah di usir oleh Aditya.Meskipun sang ayah sedang kelabakan mencarinya, ia tak perduli.


Saat ini Malini memakai gaun merah dengan dua tali di bahunya yang terlihat sangat seksi dengan rambut ikal yang digerai, tak lupa ia memakai polesan make up dan lipstick dengan warna merah sepadan dengan gaun yang ia pakai. Dia berharap Adit akan berubah pikiran dan mau kembali padanya lalu menceraikan istrinya.Tidak lupa ia menyisipkan pistolnya di balik pinggang untuk berjaga-jaga.


Saat keluar dari pintu kamarnya, wajahnya terlihat tegang,tak sengaja ia melihat beberapa polisi sedang menyisiri satu persatu kamar dan menyebutkan sedang mencari keberadaan dirinya yang merupakan seorang anak Kolonel.Polisi itu juga menunjukkan foto dirinya.


Jantungnya berdegup sangat kencang karena takut akan tertangkap dan dibawa kembali ke rumah sakit jiwa oleh sang ayah.Kemudian ia berjalan mengendap menuju pintu belakang lalu mengambil mobil dan bergegas pergi ke rumah Adit.


Malini membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Rasanya ia sudah tidak punya waktu kali ini.Karena cepat atau lambat pasti sang ayah akan menemukannya.Maka dari itu ia harus bisa meyakinkan Aditya untuk memilihnya dan menceraikan istrinya.Dengan begitu sang ayah tidak akan membawanya kembali ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


"Sesampainya di rumah Adit ia berlari dengan wajah terlihat tegang.


Tok.. tok...tok..


Malini mengetuknya dengan sangat keras, karena ia takut jika sampai salah satu polisi itu mengikutinya.


" Iya, sebentar."Teriaknya."Siapa sih yang mengetuk pintu sampai ingin merobohkannya. "Gerutu Andi sambil sedikit berlari.


Kebetulan Andi belum pulang karena masih menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Ceklek....


" Anda?"Andi mengerutkan keningnya.


"Dimana Aditya!" Tanya Malini dengan wajah dingin.


"Maaf Nona,Anda sudah tidak diperbolehkan datang ke rumah ini lagi oleh Tuan. Jadi silahkan Anda keluar."Ucap Andi sambil menghalangi Malini yang ingin masuk.


" Heh, lancang sekali kau! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku ini kekasih Tuanmu.Jadi cepat jawab, atau aku akan mencarinnya sendiri,"Malini menggertak seraya menatap tajam Andi.


Andi bergidik,karena kemarin ia melihat bagaimana brutalnya kekasih sang Tuan saat mengamuk.Tetapi ia juga tidak bisa mengabaikan perintah Tuanya untuk mengusir wanita ini jika kembali datang.Akhirnya ia kembali menghalangi Malini yang mencoba menerobos masuk.


"Tolong keluar dari rumah ini Nona!"Pinta Andi sambil mendorong tubuh Malini keluar agak jauh dari pintu.


Tiba-tiba saja amarah Malini memuncak, ia segera mendorong Andi dengan sangat keras hingga mengeluarkan banyak darah akibat dahi Andi yang menghantam lantai di taman depan pintu rumah Adit.Seketika Andi bersandar, karena kepalanya sangat pusing dan berkunang.


"Aditya! Dimana kau!" Teriak Malini."


Ia tak bisa mencegah Malini yang sudah masuk dan menggeledah isi rumah Tuannya.Setelah beberapa saat Andi bangun dan mencari keberadaan Malini dan akan mengusirnya,sebelum Aditya kembali.


Akhirnya Aditya pulang ke rumah. Ia tidak tau jika sedang ada kekacauan dirumahnya.Tetapi saat ia melangkah masuk, Adit tersentak karena melihat darah berceceran di depan pintu, ia bergegas masuk ke dalam rumah untuk memastikan siapa yang sedang terluka.Hingga tiba-tiba ia mendengar suara Malini dari dalam.Perasaannya mendadak tak enak.

__ADS_1


*****


__ADS_2