
Tok..tok..
"Siapa yang datang malam-malam begini.Padahal diluar saat ini sedang hujan lebat,"Gumam Adit bertanya pada diri sendiri.
Kemudian ia beranjak dari tempatnya dan pergi ke depan untuk membukakan pintu.Ingin memastikan siapa yang datang larut malam begini.Tidak lupa juga ia membawa sebuah lilin.Karena sedang terjadi pemadaman listrik.
Aditya mengintipnya dari balik jendela dan ternyata ada seorang wanita yang sedang mengetuk pintu rumahnya.Meskipun ragu karena tidak mengenalnya, akhirnya ia memutuskan untuk segera membuka pintu yang tadi sudah ia kunci.
Ceklek...
"Permisi."Ucap wanita itu dengan suara yang menggigil.
"Ya?"Jawab Adit dengan tatapan seolah sedang bertanya.
"Maaf mengganggu, aku sedang tersesat di jalan."Jawabnya seraya menggigil kedinginan dan tangan memeluk tubuhnya sendiri.
Aditiya menatap keluar dan melihat ada sebuah mobil klasik yang atapnya terbuka sedang parkir diluar, dan ia menduga pasti wanita ini pemiliknya.
Dia memperhatikan dengan seksama wanita yng memakai baju sedikit terbuka.
Adit melihat dari atas ke bawah tubuhnya yang sedang basah kuyup ,wajahnya juga terlihat pucat,mungkin karena ia terlalu lama kedinginan saat berada diluar rumah.
__ADS_1
"Bolehkah aku minta tolong dan menumpang bermalam di sini?"tanyanya dengan wajah memohon.
Aditya yang menatapnya kasihan,akhirnya menganggukkan kepala dan sepertinya tidak terlihat ada sebuah kebohongan di mata wanita itu.
"Hem,mari masuklah.."Adit mengganggukan kepalanya.
Terima kasih Tuan, Anda sangat baik."Balasnya.
Aditya hanya membalas kembali dengan anggukan pelan seraya kembali mengunci pintunya.
Wanita berkata seraya menatap Aditya,"Diluar udaranya sangat dingin."
"Kau basah kuyup, duduklah di depan perapian yang berada di lantai atas, tepatnya di sebelah kanan tangga.Aku akan mengambilkan baju ganti untukmu."
"Mari ku antar sampai depan tangga,"kata Adit.
Mereka berjalan beriringan dan sampai di depan tangga, Aditya hanya mengarahkan telunjuknya ke arah kamar yang harus wanita itu datangi.
"Pergilah kesana ,"perintahnya dan wanita itu hanya mengangguk pelan tanda mengerti.
Aditya sendiri pergi mengambilkan pakaian di dalam lemari.Dan pilihannya jatuh pada kemeja putih yang bawahnya agak panjang.Ia segera bergegas dan membawa pakaian itu ke atas.
__ADS_1
Karena pintunya tidak tertutup Adit menyelonong masuk begitu saja.Alangkah terkejutnya karena wanita yang sedang duduk di samping sebuah kursi itu melepaskan seluruh pakaiannya.
Aditya melihat pakaiannya yang berceceran di lantai.Untung saja ia duduk menghadap tempat perapian dan masih terhalang sebuah kursi.Tetapi tetap saja bahu dan paha mulusnya terlihat.
Gleg....
Aditya menelan ludahnya kasar melihat pemandangan di depannya.Jujur saja ia agak tergoda.Bagaimanapun juga ia adalah lelaki normal yang sudah beberapa bulan tidak pernah melakukan itu dengan Sania.Dan jika dilihat sepertinya dia wanita baik-baik.
Tetapi Aditya dengan cepat tersadar kemudian menunduk dan mengenyahkan pikiran negatifnya.
Bodoh,apa yang sedang aku pikirkan.Aku terlihat seperti pria brengsek Umpatnya dalam hati.
Adit maju beberapa langkah dan memberi jarak sekitar lima meter darinya.
"Hanya pakaian ini yang aku punya,kau cobalah!"Ucap Aditya seraya melempar pelan pakaian ia bawa di kursi itu.
Tanpa menunggu lama ia lekas berbalik.Dan saat akan melangkah keluar ia berhenti karena mendengar wanita itu mengeluarkan kata-kata.
"Malam ini begitu dingin,aku membutuhkan kehangatan agar malam ini bisa tertidur dengan nyenyak."Ucapnya tanpa menoleh ke arah Adit.
"Aku melarikan diri dari rumah, dan pergi tak tentu arah hingga akhirnya tersesat."Lanjutnya memberi tahu dan lagi-lagi tanpa menoleh ke arah Adit,karena menyadari sedang tidak memakai apapun saat ini.
__ADS_1
"Apa?"Adit menoleh pelan ke arah wanita itu.