Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 27


__ADS_3

Saat melihat Sania sudah berkaca-kaca, kemudian Ria segera memberi pesan Aditiya yang sejak tadi mengintip dibalik dinding agar segera melanjutkan rencana berikutnya.


Adit bergegas memetik gitarnya seraya berjalan menghampiri mereka.Adit berharap Sania akan luluh dengan usahanya kali ini.


Ria dan Kevin saling pandang dan Ria mengacungkan jari jempolnya ke arah sang suami.


jreng...jreng..jreng ..🎶


Ria tersenyum merangkul pundak Sania dan memberikan semangat untuk Adit...


Sania hanya menatap sang suami dengan perasaan sesak.


Adit menatap Sania dengan sangat dalam dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang dulu sangat mereka sukai,sembari ingin mengingatkan tentang masa-masa indahnya agar Sania ingat dan luluh kembali.


Sayangku dapatkah kau merasakan


Betapa besar rasa cintaku untukmu


Cintaku pernahkah kita menduga🎵


Diantara kita ada rasa cinta yang mendalam


Sayangku yakinlah akan cintaku


Yang ku persembahkan seutuhnya untukmu


Kasihku jangan pernah kau ragukan


Luasnya cintaku yang kuberi untukmu🎶


Genggam Lah tanganku ini sayang


Cintaku tlah terlambat mati untukmu


Selamanya.......

__ADS_1


Hanya dirimu


Yang selalu ada dalam hatiku🎶


Selamanya......


Tentang dirimu


Kau selalu hadir dalam mimpiku


Engkau satu cintaku selamanya


#Ungu~Selamanya#


(Bisa dengarkan sendiri lagunya)


Sania masih diam dan malah pergi mendekat jendela dengan mata berkaca-kaca.


Aditya berdiri meletakkan gitarnya dan mengejar Sania lalu mendekapnya dari belakang.Ia menopangkan dagunya di bahu Sania,sembari mencium lembut meskipun Sania hanya diam.


Sania hanya diam dan terisak menahan tangisnya.


"Sayang......"


"Maaf bila aku telah mengukir luka di hatimu..."


"Maaf pula bila diriku membuat dirimu meneteskan air mata,"Adit menahan sesak di dadanya.Kemudian ia kembali melanjutkan kata-katanya.


Aku hanya ingin kamu tau betapa aku sangat mencintai dan menyayangimu...."ucap Adit dengan suara parau seraya berkaca-kaca.


Sania berbalik menatap Adit ,ia menahan air matanya sebisa mungkin agar tak sampai jatuh.


"Adit menatap penuh harap wajah cantik Sania seraya membelainya dengan sayang,"Sayang tolong ingatlah janji yang telah kita buat dulu.... kau adalah hidupku,seluruh hatiku hanya milikmu."Bukankah kau juga pernah bilang seperti itu,hemm?"


"Apa kau ingat janji kita Sayang?"ucap Adit seraya berkaca-kaca.Ia membelai wajah Sania dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Ya aku ingat.....aku ingat By....!"


"Hiks...hiks...hiks..."


Akhirnya tangis Sania pecah saat mendengar perkataan Adit yang begitu tulus dan sudah mau berjuang kembali meluluhkan hatinya lalu ia mendekap erat tubuh suaminya.


"Aku sangat mencintaimu Sayang,"bisiknya seraya membalas pelukan sang istri dengan erat.


Aditya tersenyum sembari meneteskan air mata bahagianya.


Ia mendekap erat sang istri dan menciumi wajahnya berulang kali saking senangnya.Sania pun tak kalah erat memeluk suaminya walaupun dengan tangisnya yang masih tersedu-sedu.


Ria yang menyaksikan sahabatnya sudah ceria kembali ikut merasa bahagia.Ia memeluk suaminya kevin seraya tersenyum kearah pasangan yang baru saja berbaikan itu.


Akhirnya usahanya membantu Aditya tidak sia-sia.


Ria dan Kevin memutuskan pulang dan berpamitan kepada bibi karena tugasnya sudah selesai.Tentunya juga Aditiya akan memberikan bonus yang besar walaupun mereka menolak nya.


Pasangan yang berbahagia itu melanjutkan memutar foto-foto kenangannya saat mereka pergi berlibur,merekapun masih menangis sembari tersenyum bersama.


Aditya menyeka airmata sang istri dan mengecup keningnya dengan sangat dalam.


Perlahan Adit mendekatkan bibirnya ke bibir Sania yang sudah beberapa hari ia rindukan itu dan....


Cup....


Suara ****terdengar merdu di telinga keduanya,kemudian Adit menggendong sang istri ala bridal style tanpa melepaskan ciumannya dan segera membawanya ke kamar.


Aditya yang sudah dilanda kabut gairah semakin rakus ******* bibir sang istri hingga Sania merasakan kebas di bibirnya,tetapi dia tetap menikmatinya.


Perlahan adit turun menyusuri leher jenjang Sania seraya tangannya menjalar ke bagian dada dan memberikan tanda sebanyak-banyaknya.


Deru nafas keduanya masih memburu,tetapi Adit berhenti sebentar menatap kearah Sania.


" Sayang bolehkah.....?"tanya Adit dengan tatapan memohon.Karena rasanya sudah tidak bisa menahan lagi hasratnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2