Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 37


__ADS_3

"Tidak.Aku tidak mau mendengar ceramahnya lagi!"jawab Adit dengan ketus.


Aditya beralih menatap Sania seraya membelai wajahnya,"Sayang, kita perlu mengambil penerbangan dari kota J esok pagi agar sampai di Negara B.Jalan di bandara sini sedang longsor.Kamu-"


"Aditya kau pergilah,aku akan menunggu disini!"potong Sania dengan cepat.


Adit menatap wajah Sania dan mengelus pipinya,"Kamu yakin? Terima kasih sudah mau memahami ku Sayang ..."lalu memberi hadiah kecupan di keningnya.


"Setelah pekerjaan disana selesai aku akan segera kesini! "ucapnya dengan memandang wajah teduh istrinya.


Sania hanya mengangguk.


"Ingat, jangan sekali-kali minum pil tidur itu saat aku tidak ada di dekatmu!"perintah Adit yang tidak mau dibantah.


"Aku tidak mau kamu berhalusinasi dan berbicara hantu lagi...Hantu cuma ada di dalam botol jadi biarkan saja dia disana,Oke?"Aditya menatap sang istri seraya tersenyum manis.


Kemudian Adit mengambil kopernya setelah memberikan ciuman mesra untuk istrinya.Dia akan berpisah dengan Sania beberapa hari.


"Ayo kita pergi Vin!"ajak Aditya.


"Okey."Jawab Kevin.

__ADS_1


"Sayang aku berangkat dulu, baik-baik di rumah dengan Sania!"pamit Kevin kepada Ria.


"Iya Vin, hati-hati!"balasnya dengan nada pelan.


Setelah Aditya dan Kevin pergi, Sania menatap Ria dengan wajah sendu lalu mengatakan akan disini.


"Sania jangan bercanda,dan kemas barangmu! Ayo ikut tinggal bersamaku sampai Aditya pulang!"bujuk Ria dengan sedikit paksaan.


"Pergilah Ria!"usir Sania.


"Aku tidak akan membiarkanmu tinggal sendiri disini!"bantah Ria.


"Kebenaran apa Sania? Bukankah Prof Agni sudah memberi tahu bahwa disini ada roh?"tanya Ria.


"Kau sendiri yang melihat lemon itu berubah warna menjadi merah! Jikapun dia salah,mengapa kamu mau mengambil resiko?"tanya Ria tak habis pikir dengan Sania.


Sania memandang Ria dengan wajah tenangnya,"Ada kepentingannya,aku ingin tahu apakah roh itu bersungguh-sungguh mau bicara denganku atau ini....cuma penyakit gila?"


"Aku ingin tahu benda yang aku rasakan siang dan malam adalah benar atau cuma kesan dari efek pil tidur yang aku telan! Akupun ingin tahu sebenarnya perkataan Prof Agni atau Aditya yang benar?"lanjut Sania panjang lebar.


"Penting bagiku untuk mengetahui jawaban ini.Sangat penting!"imbuhnya memberi penjelasan.

__ADS_1


Ria hanya menatap wajah Sania dengan perasaan iba.Dia sendiri juga bingung harus bagaimana, Sania memang sama keras kepalanya dengan Aditya.


"Kau memang keras kepala Sania!"kata Ria seraya menghela nafas panjang.


"Ya sudah aku pulang dan jaga diri baik-baik,okey?"pamit Ria seraya menepuk pundak Sania dengan pelan.


"Hmm..ya hati-hati Ria!"balasnya.


Akhirnya Sania duduk sendiri di meja yang biasa ia gunakan untuk makan.


Sania masih terjaga sampai tengah malam tiba.Tidak ada kantuk sedikitpun.Dia masih harap-harap cemas menunggu roh itu menampakkan wujudnya.Selang beberapa menit Sania dikejutkan dengan suara dari arah luar.


"Aaa...aah..!"Sania berjingkat kaget saat tiba-tiba ia mendengar suara keras dari arah depan.Baru permulaan jantungnya sudah berdegup kencang karena takut.


Sania lalu berjalan pelan dengan perasaan was-was, ternyata suara pintu yang sedang terombang-ambing karena angin kencang.Sania merasa Dejavu.


Saat ini perasaanya juga semakin tak nyaman.Kemudian ia berjalan ke arah pintu utama dan menguncinya agar tidak terbuka lagi.


Setelah menguncinya, Sania tidak langsung berbalik tetapi ia masih memandang pintu itu dan perlahan mundur dengan langkah yang pelan dan hati-hati.Lalu detik berikutnya.....


"Aaaaaaaaaaa........."

__ADS_1


__ADS_2