Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 50


__ADS_3

Sudah terhitung 5 bulan Aditya berada disini.Usahanya juga hampir berhasil.Satu persatu mulai ada investor baru yang mau bekerjasama dengannya.


Malam ini Adit memutuskan untuk tidak lembur,karena cuaca diluar sedang tidak bersahabat.Dari tadi suara petir bersahut-sahutan.


Andi sang sopir juga sudah menunggu di bawah.Karena Adit merasa lelah ia segera menghampiri sang sopir.


"Mari Tuan."Andi segera membuka pintu sedangkan Aditya hanya menganggukkan kepalanya.


Di dalam mobil, Adit menyandarkan kepala dan memejamkan matanya sejenak.Pikirannya terlalu penat beberapa bulan ini, hingga akhirnya kini sedikit demi sedikit telah membuahkan hasil.


Setelah tiga puluh menit berlalu mobil yang dikendarai Andi akhirnya sampai.


"Silahkan Tuan."Ucapnya seraya membuka pintu belakang.


"Apa pak Andi akan pulang?"tanya Adit karena kemarin juga Andi dan istrinya pulang.Jujur saja ia merasa sepi jika pembantunya pulang.


Andi dan istrinya bekerja disini sejak Sania dan Aditya baru saja menikah.Terkadang mereka juga menginap di rumah ini jika sedang tidak ada acara.


"Iya, Tuan.Beberapa hari ini saya mungkin akan tidur dirumah,karena kemarin putri saya baru saja pulang dari asrama.Saya dan Marni ingin menemaninya disaat dia sedang liburan sekolahnya, meskipun hanya malam hari.


"Oh begitu ternyata .. yasudah tidak apa-apa."

__ADS_1


Aditya merogoh dompet di saku belakang,lalu mengeluarkan beberapa lembar Seratus ribuan.Ia memberikannya kepada pak Andi.


"Ini ada sedikit uang,tolong berikan pada putrimu."Seraya meraih tangan pak Andi dan menaruh lembaran uang itu.


"Tuan tidak perlu repot-repot.Anda sudah sangat baik kepada kami."Andi berniat menolak tapi Adit menahannya.


"Anggap aja ini rejeki putrimu,oke? Kalau begitu pulanglah dan bawa saja mobilnya."


"Terima kasih banyak atas kebaikannya selama ini.Saya permisi Tuan."


"Hmmm"jawab Adit singkat.


Kemudian Andi membungkukkan badannya dan bergegas masuk ke dalam mobil.Sang istri sudah pulang jam empat sore tadi, sesudah pekerjaannya disini beres.


Ia membuka seluruh pakaiannya dan berendam di bathtub, memejamkan mata .Ia ingin menikmati hangatnya air yang sedang menerpa kulitnya.Nyaman sekali rasanya.


Saat matanya terpejam, tiba-tiba saja bayangan Sania mandi muncul di ingatannya.Tubuh Aditya panas dingin mengingat lekuk tubuh istrinya yang seperti gitar spanyol.


Biasanya ia di sibukkan dengan pekerjaan jadi bisa sedikit lupa dengan kebutuhan batinnya.Dan jika sedang ingin dia hanya akan menggunakan kelima jarinya untuk menuntaskan hasratnya.


Terpaksa hari ini juga ia senam lima jari dan menyudahi acara berendamnya.Padahal ia ingin merilekskan tubuhnya, tetapi yang terjadi justru bayangan Sania yang membuatnya tersiksa batin.

__ADS_1


"Ah..ah.. Sania"Umpat Adit seraya mengurut sesuatu yang sedang tegang dibawah sana.


Setelah beberapa menit, Tubuhnya merosot kelantai dan bersandar didinding.


"Sial! kenapa aku tak bisa menahannya."Kesal Aditya dengan nafasnya yang masih memburu, karena baru saja ia mendapatkan pelepasan.


Sebenarnya tadi ia ingin sekali menelpon sang istri karena sedang merindukannya.


Tetapi mengingat ia baru saja berhasrat hanya karena terbayang wajah Sania,ia pasti tidak akan kuat menahan hasratnya,jika sudah mendengar suara istrinya.


Jadi terpaksa Adit mengurungkan niatnya untuk bertukar kabar dengan istrinya.


Selama ini Adit selalu menutupinya,ia terlalu gengsi kepada istrinya.Begitupun saat Sania bertanya,ia hanya akan menjawab.....'Aku bisa menahannya , jangan kawhatir '


Sebenarnya banyak wanita cantik disini yang menyodorkan tubuhnya.Tetapi Aditya tetap tidak berselera.


Daripada ia terus kepikiran istrinya,tapi tidak ingin menelponnya,Lebih baik ia mengalihkan pikiran ke pekerjaannya.Tiidak baik jika tidur,karena diluar juga sedang hujan deras disertai petir yang menyambar secara bersautan.


Ia berjalan menuju ruang kerjanya dengan membawa segelas kopi yang ia buat sendiri.Ia juga sudah terbiasa karena semua pembantunya terkadang pulang ke rumah masing-masing.


Saat sedang membaca berkas-berkas ditangannya, tiba-tiba ada yang sedang mengetuk pintu rumahnya.Siapa yang bertandang kerumahnya malam begini? Gumamnya dalam hati bertanya-tanya.

__ADS_1


Adit memutuskan untuk melihat siapa kiranya yang datang.


Tok..tok..


__ADS_2