
Senyum yang sempat menghiasi bibir Aditya menghilang seketika saat istrinya tak ada dipelukanya.Ternyata yang Adit lihat itu hanya bayangan sang istri.Aditya tertunduk sedih, karena merasa sangat begitu merindukan.
Hampir beberapa Minggu Sania meninggalkan rumah, tidak tau lagi harus mencari istrinya dimana.Bsnyak perubahan pada diri Aditya, wajahnya yang biasanya terlihat tampan kini kurus tak terurus dan dagunya juga ditumbuhi bulu-bulu halus.Kepergian sang istri memang membawa pengaruh yang begitu besar dalam hidupnya.
Pagi-pagi sekali Adit berangkat ke kantor, penampilannya tidak serapi biasanya, karena ia hanya ingin menanyakan keberadaan sang istri.Bahkan Papa dan Mamanya belum ada yang tahu dengan kondisi rumah tangganya yang sedang di ujung tanduk.
"Begitu sampai Adit bergegas memarkirkan mobilnya,lalu berjalan tergesa-gesa menemui Kevin.
Brak...
Pintu ruangan Kevin dibuka dengan sedikit kasar oleh Aditya, hingga membuat yang didalam mendongakkan kepalanya.
"Kevin,kali ini saja.Tolong beritahu aku dimana keberadaan istriku,"Aditya menatap sendu sambil berdiri berhadapan dengan Kevin yang sedang duduk di kursi kerjanya.
Kevin terdiam menatap wajah bos sekaligus sahabatnya ini dengan iba.
Sebenarnya dia juga tidak tega dengan Aditya, tetapi apa yang dilakukan Sania saat ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Aditya yang melakukan perselingkuhan hingga berbulan-bulan lamanya.Mungkin Sania butuh waktu untuk merenungkan semua ini,jadi Kevin tidak akan memberi tahunya.
Kevin menghela nafas,"Aku memang tidak tau keberadaan istrimu Dit,Ria juga cemas saat tahu kamu mengabarinya pergi dari rumah.Tetapi mengingat kesalanmu kali ini yang begitu fatal,aku tidak yakin jika Sania masih mau memberikan kesempatan padamu."
Aditya juga sudah menduganya, tetapi saat Kevin yang kembali mengingatkannya hatinya merasa sangat sakit seperti ditusuk-tusuk.Bisakah ia berharap kepada Tuhan untuk mengembalikan cintanya sekali lagi?
"Ya kau benar Vin, kesalahanku memang tidak pantas untuk dimaafkan.Tapi aku tidak akan semudah itu menyerah untuk mendapatkan maaf dari istriku lagi dengan atau tanpa bantuanmu."Setelah berkata demikian Aditya bergegas pergi.
Karena niatnya datang ke sini memang bukan untuk bekerja.Adit takut jika nanti ia pergi istrinya tiba-tiba pulang dan ia tidak mengetahuinya.Untung saja Kevin memaklumi Bos-nya yang sedang dilanda masalah besar itu.
Percuma saja berkali-kali ia bertanya kepada Kevin sang teman, tetapi tetap mengatakan tidak tahu keberadaan sang istri.Ya Kevin memang sengaja tidak diperbolehkan istrinya untuk memberi tahu keberadaan Sania.
Aditya memutuskan untuk berkeliling mencari keberadaan sang istri, hingga ia mendatangi satu persatu penginapan yang ada di kota itu.Sayangnya nihil, karena nama istrinya tidak ada disana.Entah Sania memang tidak ada atau mengganti namanya Adit juga tidak mencurigai Adit termenung di dalam mobil.
"Aku harus segera pulang! Ya siapa tau Sania sudah menungguku dirumah,"Adit tersenyum saat membayangkan jika sang istri sedang menantinya dirumah.
Tetapi saat tiba dirumah ia kembali tertunduk sedih.Karena rumahnya sepi dan hanya ada sang pembantu.Adit memilih duduk di taman bunga yang biasanya sering dihabiskan sang istri untuk mengisi waktu luangnya.
*****
Berbeda dengan Aditya, malam ini Sania berkunjung ke rumah Ria untuk mengajaknya pergi mengunjungi Prof Agni.Suaminya Kevin tidak tau jika Ria dan Sania sering menemui Prof Agni,karena Kevin setiap hari lembur mengerjakan tugas yang menumpuk akibat ulah si Bos yang tidak bertanggung jawab itu.Berat memang,tapi Kevin juga tidak ingin membuat Aditya semakin terpuruk jika tidak membantunya mengurusi perusahaan.
__ADS_1
Setelah mereka melakukan perjalanan sekitar tiga puluh menit akhirnya sampai juga di kantor Prof Agni.Mereka dipersilakan masuk untuk menunggu orang yang ia kunjungi.
"Apa yang kau lakukan itu sudah benar,Sania.Kalaupun aku yang berada diposisimu,aku juga akan melakukan hal yang sama.Aku tidak menyangka Aditya sanggup melakukan perbuatan keji seperti itu.Kau jangan pernah kembali padanya.Jangan memberinya kesempatan lagi!"Ria berkata dengan wajah yang terlihat emosi.Ia merasa tidak terima jika sahabatnya dikhianati dengan sebegitu dalamnya.
"Inilah yang roh itu inginkan!"Tiba-tiba saja Prof Agni berteriak keras saat masih berada didekat pintu.Prof mendengar jelas bahwa Sania akan meninggalkan sang suami.Dan ia merasa ini ada sangkut pautnya dengan roh yang bernama Malini itu.
Sedangkan Ria dan Sania tersentak kaget dan menoleh ke arah Prof.Ia masih tak percaya dengan ucapan Prof Agni.
Kemudian ia Prof berjalan mendekat dengan ekspresi wajah yang terlihat emosi,"Aku sudah memahami semuanya! Kau pikir kenapa dia memanggilmu jauh-jauh dari B? Kenapa dia selalu mencoba meneror dan hendak berbicara padamu? Kenapa dia membocorkan rahasia suamimu?"Tanyanya dengan berteriak keras.
Jantung Sania berdegup kencang mendengarnya karena semua kenyataan yang terjadi memang benar adanya.Tubuhnya tiba-tiba saja menegang.
"Dia ingin membuat kau dan Aditya saling membencimu! Supaya kau pergi meninggalkan Aditya untuk selamanya!"Teriak Prof Agni dengan keras karena emosi saat mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh roh jahat itu.
Sania berjalan mendekat ke arah Prof Agni dengan wajah yang dipenuhi tanda tanya.Perasaanya mulai tak tenang.
Ria tegang menatap was-was ke arah Prof,"Lalu apa yang akan roh itu dapatkan?
"Aditya!"Teriak Prof Agni yang membuat Ria dan Sania tersentak kaget.
Prof melanjutkan,""Sania adalah milik suaminya.Wanita yang bersuami bertindak sebagai perisai untuk melindungi sang suami.Bahkan Tuhan segan untuk mengambil nyawa suaminya jika sang istri setiap saat selalu berdoa demi keselamatannya.Tapi ini roh jahat.Dia begitu pintar untuk memisahkan kalian berdua!"
Sania bingung harus berbuat apa matanya berkaca-kaca sedih menatap Ria untuk meminta pendapat.
Ria masih tak terima dan tak percaya dengan semua ini."Anda ingin Sania kembali bersama suaminya?"Tanyanya dengan nada sedikit keberatan.
"Jika bukan sebagai istri, kembalilah sebagai seorang manusia yang ingin membantu sesamanya.Saat ini keselamatan suamimu sedang dipertaruhkan.Cuma kau yang bisa menyelamatkan nyawanya."Pinta Prof Agni dengan suara sendu.
Ria dan Sania juga sedih mendengarnya hingga mereka meneteskan air matanya.Batin Sania pilu mengingat jika suami yang teramat ia cintai sedang dalam bahaya.Terlepas dari kesalahan-kesalahan yang begitu besarnya, Sania tidak akan rela jika Adit pergi dari dunia ini bukan karena takdir dari Tuhan.
"Roh itu ingin membawa Aditya pergi bersama ke alamnya.Untuk itu...dia harus membebaskan Aditya dari jasadnya.Dia harus membunuhnya."Imbuh Prof Agni yang membuat air mata Sania semakin deras.
Tidak bisa dipungkiri, cinta yang Sania miliki masih begitu besar untuk suaminya.Mengingat banyaknya kenangan yang mereka lalui.
Ya.Sania harus membantunya meskipun suaminya telah berkali-kali melukainya.Ia tidak terima begitu saja jika roh itu menang dan membawa suaminya pergi dari dunia ini.
Dengan penuh keyakinan Sania pergi kembali ke rumah itu diantar oleh Ria dan juga Prof Agni.Ia memang tidak memutuskan untuk kembali bersama, tetapi tekadnya demi menyelamatkan nyawa seseorang yang sedang dalam bahaya.
__ADS_1
*****
Saat ini Aditya merasakan bahagia, karena sang istri yang sudah ditunggu-tunggu olehnya sejak beberapa hari yang lalu kini kembali.
Tetapi senyum Aditya luntur ketika Sania datang dengan tergesa-gesa dan raut wajah yang diliputi rasa cemas.
"Aku kesini bukan untuk membicarakan hubungan kita,tapi aku kesini untuk menyelamatkan nyawamu.Setelah kau keluar dari rumah ini aku tidak akan kembali padamu lagi!"Sania menunjuk wajah Adit.Ia berkata dengan tegasnya dan masih diselimuti kabut kemarahan.
Aditya bingung dengan perkataan Sania.Tapi ia sedih dan sakit saat istrinya bilang tidak bisa bersama lagi untuk kedepannya.Sebenarnya ingin sekali memeluk dan menghujaninya dengan ciuman di wajah sang istri yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.Tetapi nyalinya menciut saat melihat tatapan marah yang ditunjukkan oleh Sania.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan, Nyonya,"tanya Bi Marni yang tiba-tiba muncul.
"Segera kemasi barang-barang Tuan.Kami akan segera ke B sekarang!"Perintahnya kepada sang bibi.
Aditya bingung ketika melihat sikap istrinya yang terkesan buru-buru seperti sedang dikejar setan.Bukankah bisa besok pagi saja, karena ini sudah malam Pikirnya .Tetapi Aditya diam saja dan lebih memilih menuruti kemauan istrinya.Jujur saja ia senang karena dapat melihat Sania kembali.Adit berharap istrinya akan berubah pikiran dan mau menerimanya kembali saat sampai di kota B nanti.
Setelah menaiki mobilnya Aditya segera melesatkan mobilnya menuju ke stasiun.
Beberapa menit kemudian Sania, Ria dan juga Prof Agni baru tiba dirumah Aditya.lalu terburu-buru turun dari mobil dan diikuti oleh Ria dan Prof Agni dibelakang.
"Permisi,"Teriak Sania dari arah pintu depan.Karena pintunya tidak tertutup.
"Ya."Sahut bi Marni dari belakang lalu sedikit berlari ke arah pintu depan.
"Mana Tuan?"Tanya Sania to the poin.
Bi Marni tampak terkejut melihat siapa yang datang.Bukankah baru saja majikannya ini pergi dengan suaminya.Mengapa sudah ada disini.
"Apa yang kau lihat! Mana Tuan?"Teriak Sania karena bibi hanya diam.
Bi Marni merasa aneh,"Saya bingung ,Nyonya.Tuan baru saja akan pergi naik kereta bersamamu Nyonya."
Sania tercengang begitupun dengan Ria dan juga Prof Agni yang nampak terkejut.
"Apa yang kau katakan? Aku baru saja datang."Sentaknya tak terima.
Baju yang dikenakannya pun sama persis dan wajahnya juga tidak ada bedanya.Lalu jika memang Sania ada disini, siapa yang tadi datang dan membawa Aditya pergi?
__ADS_1
****