Dendam Setan Pelakor

Dendam Setan Pelakor
Bab 44


__ADS_3

"Dia anakku....putri semata wayangku."Ujarnya tertunduk dan dengan wajah sedihnya.


"Dia tidak memberi tahu aku keberadaannya.Putriku yang bernama Malini sudah lama menderita sakit jiwa setelah kepergian ibunya."Kolonel Arjun menjelaskan dengan perasaan sesak menahan tangis.


"Aku sering membawanya kerumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan, tetapi yang terjadi ia selalu melarikan diri."


"Dia juga pernah mengunci aku didalam kamarku sendiri dan lari untuk selamanya.Setela dia pergi.... aku baru tahu jika pistol yang aku simpan telah hilang dari tempatnya."Jelasnya panjang lebar dengan wajah sendu.


Mereka bertiga hanya diam mendengarkan perkataan Kolonel Arjun dengan perasaan iba dan bersalah yang teramat besar.


Kolonel Arjun menghela nafasnya lalu menatap wajah mereka dengan berkaca-kaca,"Aku sudah melapor ke polisi,aku iklankan di seluruh media sosial dan juga surat kabar.Aku mencarinya di semua tempat di kota ini,Tetapi setelah aku mendapatkan telepon darimu semalam.....detik itu juga aku sudah menghentikan pencarian tentangnya."


"Sudah jelas bahwa putri kesayanganku .. tidak akan pernah kembali padaku."Kolonel Arjun sangat terpukul atas kejadian yang menimpa sang putri hingga ia menunduk meneteskan air matanya.


Prof Agni menepuk pelan pundak Kolonel Arjun,"Ikhlaskan putrimu Tuan,ini semua adalah takdir dari Tuhan.Saya dan mereka juga ingin minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah lancang menuduh Anda dan berkata tidak pantas kepada Anda."


Kolonel mendongak dan mengusap sudut matanya,"Iya tidak apa-apa,aku sudah memaafkan kalian.Berkat kalian juga akhirnya aku tahu keadaan putriku....yah meskipun ia sudah tiada."

__ADS_1


"Mereka hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kami permisi"ucap Ria mewakili.


Akhirnya mereka bertiga kembali bersama dan menuju ke kantor Prof Agni,karena Sania masih membutuhkan bantuannya.


Setibanya di ruang tamu Sania duduk termenung.Prof Agni berlalu pergi ke ruangannya dan mencari sebuah buku kuno tentang hal ghaib yang dirasa bisa membantu masalah Sania saat ini.


Sedangkan Ria berjalan mondar-mandir dihadapan Sania seraya menggigit jarinya.


Kemudian Ria berkata dengan wajah herannya,"Anak Kolonel Arjun hilang, kemudian rohnya memaksa kau datang kesini dari kota B."


Sania dari tadi hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ria.Dia juga pusing memikirkan semua ini.Lebih parahnya lagi dia yang menjadi incaran roh itu.


"Kita tidak ada cara untuk mengetahuinya Sania."Kata Ria dengan wajah bingungnya.


"Masih ada satu cara."Profesor muncul tiba-tiba dan menyahut pembicaraan mereka.

__ADS_1


Prof Agni menatap wajah Sania,"Kau tidak perlu lagi mencari dia,karena roh itu pasti akan datang dengan sendirinya."


"Dengan bantuan buku ini,"Imbuh Profesor seraya menunjuk buku besar yang dibawanya.


"Tetapi kau akan bermain dengan maut."Ujar prof Agni dengan wajah yang terlihat serius menatap Sania.


Sania dan Ria diam kemudian saling menatap satu sama lain, perasaanya menjadi gelisah dan bimbang.Rasanya kali ini ia harus memikirkannya secara matang-matang agar tidak salah langkah.


Sejujurnya ia ingin mengungkap misteri apa yang sebenarnya terjadi, agar hidupnya bersama sang suami bisa kembali tenang,tetapi Sania takut bagaimana jika seandainya nanti terjadi sesuatu dengannya.


Prof kemudian menjelaskan maksud dari kata-katanya tadi agar Sania bisa memikirkannya kembali saran yang ia berikan.


Profesor menatap Sania dan mengangkat telunjuknya keatas,"Langkah pertama yang harus dilakukan...kau perlu membaca mantra ini dan panggil dia saat kau sedang sendirian."


Kemudian Prof Agni mengangkat dua jarinya keatas,"Yang ke dua roh itu sangat keras kepala.Dia hanya datang atas perintahmu saja, tetapi saat ia suka dia bisa pergi dan merasuki tubuhmu semaunya."


Ria menyahut perkataan Prof Agni,"Bagaimana jika dia tidak mau pergi dari tubuh Sania?"Ria sungguh cemas memikirkan keadaan Sania nantinya.

__ADS_1


Prof Agni menghela nafas berat dan menatap mereka secara bergantian,"Kalau begitu,nasib Sania...akan sama seperti Nina."


Deg...


__ADS_2