
Bagian 10🌹
Kenzo hanya terdiam, dia mencerna apa yang dikatakan para penanam saham diperusahaannya itu.
" Baiklah Ken, kami pergi dulu, semoga saja kamu memiliki pikiran yang tepat." Ucap Exel sembari menepuk pundak Kenzo dan berlalu dari hadapan Kenzo.
Setelah kepergian mereka Kenzo mengusap wajahnya dengan pelan.
" Ada apa dengan perusahaan Texs Group kenapa sampai merosot sih? Kemana pimpinannya orang yang dipercaya kak Kenji kenapa sampai jadi begini sih?" Ucapnya berbicara sendiri sembari mengusap wajahnya dengan pelan dia berdiri dan melangkah menuju kearah luar ruangan tersebut.
" Neni, tolong berkas yang belum aku periksa kamu taruh aja di meja kerja ku, aku akan periksanya kembali nantinya, sementara waktu ini aku keluar sebentar." Ucapnya pada sekretarisnya itu.
" Baik pak..." Ucapnya segera melaksanakan titah pak Bos nya itu. Kenzo pun langsung berlalu keluar dari kantornya itu dan menuju kearah rumahnya karena dia sudah dihubungi sang papah melalui telepon genggamnya.
Di kantor Texs Group.
" Puja...ada kabar buruk yang aku dengar." Ucap Icha rekan kerjanya sekaligus sahabatnya itu, Icha duduk disamping Puja yang kebetulan ada diruangan fhoto copy yang ada dikantor tersebut.
" Kabar buruk apa." Ucap Puja dengan datar menanggapi ucapan dari Icha.
" Tentang perusahaan Texs grup ini."
" Kan memang sudah bermasalah perusahaan ini, itu mah bukan kabar buruk namanya, kabarnya sudah lama beredar." ucapnya lagi sembari tetap menyusun beberapa kertas yang sudah digandakannya tersebut.
__ADS_1
" Tentang kantor ini puja, aku dengar sebagian orang yang ada di kantor ini akan di rumahkan." ucap Icha sembari menatap ke arah Puja, mendengar ucapan Icha seperti itu Puja pun menghentikan aktivitasnya, Dia kemudian menoleh ke arah Icha yang duduk di sampingnya itu.
" Kamu tidak bohong dengan berita ini?" ucap puja sembari menanggapi serius ucapan Icha itu.
Icha hanya mengganggukan kepalanya.
" Aku dengar dari bagian HRD."
Puja pun kemudian menghela nafasnya dengan dalam dan memegang jidatnya sendiri.
" Kamu kenapa puja.?"
" Aku tidak bisa membayangkannya kalau seandainya kantor ini sebagian orangnya akan dirumahkan seperti bagian produksi."
" Kita kan bisa mencari pekerjaan yang lain."
Icha menghela nafasnya dengan pelan, Dia kemudian mengusap pundak sahabatnya itu, Puja selalu bercerita padanya tentang keluh kesahnya, bahkan saat dia mengalami kehamilan tersebut Icha selalu memberikan dukungan yang terbaik untuk sahabatnya itu, Icha memahami kesedihan yang telah dirasakan oleh puja.
" Maafkan aku ya, Aku sudah berbicara seperti itu padamu, membawa kabar itu padamu."
" Kamu tidak salah kok Cha, aku merasa tidak nyangka aja bagaimana rasanya nanti kalau seandainya kita di rumahkan, aku harus memulainya lagi dari awal, namun aku harus semangat, walaupun aku tidak bisa bekerja di kantoran lagi, aku akan berusaha apa saja yang penting bisa menghasilkan uang untuk kehidupan kami sehari-hari terutama kebutuhan anakku."
" Apa kamu tidak pernah bertemu dengan laki-laki Ayah Dari Anakmu itu.?"
__ADS_1
" Dari awal aku mengalami kehamilan itu, sampai aku melahirkan, aku belum pernah bertemunya, namun kemarin aku bertemu dengan orang yang ciri-cirinya sama dengan laki-laki itu."
" Apa? benarkah? bagaimana rupanya.?"
" Saat kejadian itu Aku tidak mengetahui pastinya wajahnya seperti apa, tapi yang aku ingat hanya tato kepala harimau di tangannya dan gantungan kunci mobil berbentuk harimau, hanya itulah yang menjadi saksi kunci yang aku lihat, karena saat itu laki-laki itu tengkurap, Aku tidak terlalu mengenal jelas, karena keadaanku sangat pusing sekali, aku tidak tahu apa yang terjadi malam itu, tahu-tahunya aku bangun aku sudah berada di samping laki-laki tersebut."
" Aku juga tidak tahu apa yang terjadi waktu itu yang aku tahu malam itu hotel tempat mengadakan acara tersebut mengalami mati lampu ke seluruhannya dan kejadiannya juga mendadak, saat lampu dinyalakan aku sudah kehilangan kamu, Aku mencari kesana kemari tapi aku tidak menemukan kamu, saat aku bertemu dengan kamu itu pun kamu sudah berada di lobby, maafkan aku ya, karena aku tidak bisa menolong kamu di saat kamu membutuhkan aku, Tapi jujur aku memang tidak melihat kemana perginya kamu kala itu, kamu menghilang begitu saja, itu menjadi misteri bagiku, sampai sekarang Aku pun mencari tahu bagaimana kejadian yang menimpa kamu itu, tapi namanya Aku mencari cuma sendiri jadi pencarian itu gagal sampai sekarang, tapi kamu tidak usah merasa sendirian aku selalu bersama dengan kamu, kamu adalah sahabatku yang terbaik." ucapnya sembari memegang tangan Puja dan menepuk pelan tangan sahabatnya itu.
Puja hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak menyalahkan sedikitpun tentang kejadian malam itu pada Icha, karena Icha memang benar-benar tidak tahu masalah tersebut.
Mereka berdua terdiam sambil Icha membantu Puja mengcopy beberapa berkas yang memang diperlukan.
" Hai....kalian berdua disini ngapain?" Tanya Lintang yang super judes dan sombong, Lintang adalah seorang wanita yang menganggap dirinya paling benar dan selalu menyalahkan orang lain walaupun sebenarnya orang tersebut sudah mengikuti arahan dirinya dalam menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan Bos mereka, dia pun mampu dengan teganya mengkambing hitamkan siapa saja bila dalam keadaan terdesak.
" Kamu nggak lihat apa kami lagi kerja!" Sahut Icha.
" Kerja...!! Mana ada kerja santai gitu! jangan santai seperti itu dong!! karena kita kerja digaji, kalau kalian santai seperti ini sama aja kantor ini menggaji orang pemalas seperti kalian, semoga aja selanjutnya orang yang dirumahkan itu adalah kalian!" Ucapnya sembari tersenyum menatap Puja dan Icha.
Icha berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Lintang.
" Heh! Lintah darat! Kamu punya mata tidak!! Bisa lihat tidak apa yang sedang kami lakukan diruangan ini? Apa kamu tidak lihat kalau kami sedang mengerjakan sesuatu disini,Atau jangan-jangan kamu tidak lihat dan tidak bisa membedakan mana yang sedang kerja dan mana yang sedang rujakan.!!" Ucap Icha menatap sinis Lintang.
" Iisshh!! Dasar ya kalian berdua ini!! Aku akan laporkan pada pimpinan."
__ADS_1
" Silahkan saja laporkan kami mau kemana aja, kamu melaporkannya,kami tidak takut terutama aku!! Asal kamu tahu heh Lintah darat!! Sebelum kami di rumahkan dari kantor ini, Aku jamin kamu tidak akan tenang hidup mu!! Ingat itu!!!" Ucap Icha sembari menunjuk kearah muka Lintang dengan tatapan sinisnya.
" Aaiiss!! " Ucapnya sembari mendengus dengan kesal dan berlalu dari hadapan Puja dan Icha.