Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 19


__ADS_3

Bagian 19 🌹


Tepat jam makan siang Kenzo pun keluar dari ruangannya sebelum dia memasuki lift dia bertemu dengan Raffi.


" Raffi saya minta tolong padamu untuk memanggil kan Puja, Saya menunggu di tempat parkir."


" Siap Pak, saya akan memanggilkan Puja dan menyuruhnya untuk segera menemui Bapak di tempat parkir."


" Terima kasih." Kemudian pintu lift terbuka Kenzo masuk ke dalam dan dia langsung mencet tombol lift ke arah lobi, dia melangkah di lobby kantor tersebut menuju ke arah mobilnya Dia memasuki mobil pribadinya itu.


Tidak lama dia menunggu Puja yang ditunggu pun sudah datang, Puja tergesa-gesa keluar dari lobby menuju ke arah tempat parkiran di mana Pak Bosnya itu sudah menunggunya di mobil pribadinya tersebut, Dia mengetuk kaca mobil itu agar bisa Kenzo membukanya, karena pintu itu terkunci dari dalam.


Kenzo menatap ke arah pintu mobil yang sedang diketuk, dia pun kemudian membuka pintu mobil secara otomatis, Puja kemudian masuk ke dalamnya dan duduk di samping Kenzo, dia tidak menoleh ke arah Kenzo, melainkan dia menatap ke arah depan.


Kenzo menatap sesaat ke arah Puja.


" Kamu temanin aku makan dulu sebelum kita berangkat ke tempat produksi."


" Hah? makan dulu."


" Iya, ini kan waktunya makan siang, kamu tidak makan.?"


" Tapi Pak..."


" Ini waktunya makan siang, Saya tidak ingin ada bawahan saya yang kelaparan gara-gara kebanyakan bekerja."


Puja pun hanya menganggukkan kepalanya dia tidak bisa menolak ajakan Pak Bosnya itu, kemudian Kenzo pun melajukan mobilnya meninggalkan kantornya itu dan menuju ke sebuah restoran.

__ADS_1


Beberapa saat Puja berada di dalam mobil dia tidak menoleh ke kiri ke kanan namun matanya tetap lurus memandang ke arah depan, Kenzo pun menatap Puja sesaat, Dia kemudian tersenyum, beberapa saat mobil itu pun memasuki sebuah Resto yang mewah mereka berdua turun dari mobil melangkah beriringan menuju ke arah dalam, dia pun langsung menempati kursi yang masih kosong, karena waktu itu adalah waktu makan siang jadi Resto mewah itu pun banyak dikunjungi oleh para pekerja yang memilih makan siang di luar, mereka berdua memesan makanan tersebut.


Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan oleh Kenzo pun sudah dibawakan oleh pelayan Resto itu, Kenzo kemudian meletakkan kunci mobil di samping ponselnya dan dia melinting sedikit lengan bajunya, awalnya Puja tidak memperhatikan aktivitas Kenzo, saat dia mengambil minuman dari tangan pelayan Resto tersebut dan hendak memberikannya pada Kenzo, dia pun langsung melihat kunci mobil dengan gantungan sebuah harimau kecil dan matanya pun tertuju pada lengan Kenzo yang bertato kan kepala harimau, dia pun tanpa sadar menumpahkan minuman itu ke bawah dan gelas itu pun pecah, Kenzo terkejut dia menatap ke arah Puja yang terlihat pucat.


Kemudian Kenzo memanggil pelayan dan meminta tolong untuk membersihkan gelas yang pecah.


" Hitunglah kerugiannya, nanti saya akan mengganti kerugian dari kejadian ini." ucap Kenzo.


" Tidak apa-apa Pak, tidak perlu diganti, karena ini tidak disengaja." ucap salah satu pelayan Resto tersebut diangguhkan oleh Kenzo, semua mata menatap ke arah mereka berdua, namun Kenzo tidak pedulikannya karena dia merasa heran dengan sikap yang diberikan Puja padanya.


" Kamu kenapa Puja?" Tanyanya sembari menyentuh pundak Puja, Puja pun kemudian menyingkirkan tangan Kenzo.


" Bisakah Pak Saya pulang hari ini, karena kayaknya saya kurang enak badan, maaf Pak saya tidak bisa menemani bapak untuk makan siang hari ini."


" Tapi ada apa denganmu Puja?"


" Lain kali Pak saya akan membawa bapak untuk berkeliling di tempat rumah produksi, kalau bapak ingin segera berkunjung ke sana saya akan menghubungi Icha, biar Icha bisa membawa bapak untuk berkeliling kesana."


" Tidak usah, saya akan mengantarkan kamu pulang."


" Tidak usah pak, saya sendiri aja."


" Tapi kamu pucat seperti itu, bagaimana kalau kamu nantinya kenapa-napa di jalan."


" Tidak Pak, saya baik-baik saja."


" Kamu jangan menolak Saya, saya tidak ingin ada penolakan." Ucapnya dengan tegas.

__ADS_1


Puja hanya menghela nafasnya dengan panjang, kemudian melepaskannya dengan berat, dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya mampu menganggukkan kepalanya, Mereka pun kemudian menuju ke arah mobil, karena melihat keadaan Puja seperti itu dan Kenzo membatalkan untuk makan siang bersama dengan Puja, walaupun dia tidak makan, dia tetap membayar kerugian yang telah dialami Puja tersebut, dan makanan yang dipesannya itu diperuntukkan pelayan resto tersebut daripada mubajir tidak dimakan oleh dirinya di resto tersebut, mereka berdua pun kemudian meninggalkan Resto itu menuju ke arah Rumah Puja, beberapa saat kemudian mobil itu pun memasuki sebuah gang di mana rumah Puja berada, di depan rumah Puja mobil itu berhenti, Puja turun setelah berpamitan dengan Kenzo, dia pun kemudian melangkah dengan cepat menuju ke dalam diiringi dengan tatapan mata Kenzo yang merasa heran dengan sikap puja berubah drastis seperti itu.


Kenzo kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ke arah kantor Laila, dia ingin mengajak adiknya itu makan siang bersama, di dalam perjalanan Kenzo hanya terdiam dan bergumam dalam hatinya sembari fokus kedepan.


" Ada apa dengan Puja,? Kenapa dia cepat sekali berubahnya, aku menjadi bingung, Ada apa dengannya, Awalnya dia baik-baik saja, aku tidak tahu juga pemicunya apa." Gumamnya dalam hati, mobilnya terus melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah kantor sang adik, selama berapa menit mobil itu pun sudah sampai di halaman depan kantor adiknya itu, dia kemudian memarkirkan Mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia, dia melangkah dengan cepat menuju ke arah ruangan sang adik, tanpa mengetuk pintu ruangan adiknya itu dia pun langsung membukanya, terlihat adiknya sedang menyantap makan siangnya di kantornya.


" Wah! kebetulan banget nih, Aku juga belum makan siang, bolehkah aku ikut gabung."


" Kebetulan Kak, aku juga belinya banyak, rencananya tadi teman mau ke sini, tapi berhubung ada urusan jadi dibatalkan."


Kenzo kemudian duduk di hadapan sang adik, Dia lalu menyantap makan siang bersama adiknya tersebut.


Beberapa saat mereka berdua makan siang bersama, setelah selesai salah satu OB membersihkan ruangan adiknya tersebut.


" Tumben kakak ke sini, Ada apa kak."


" Kamu tahu wanita yang tadi pagi yang hampir saja menabrak mobil dan yang aku katakan kepadamu menganggap aku sebagai tukang ojek itu."


" Ya kak, kenapa dia?"


" Dia bekerja di kantor Texs grup."


" Apa? bekerja di kantor Texs group? Terus kenapa?"


Kenzo Kemudian menceritakan awal mula dia dan Puja sampai akhirnya Puja terlihat pucat tanpa sebab, Laila mendengarkan cerita Sang Kakak, Dia pun juga ikut terkejut.


" Aku tidak tahu apa permasalahannya, sehingga dia langsung berubah seperti itu, awalnya baik-baik saja, Tapi penyebabnya Aku tidak tahu." Laila hanya menghela nafasnya dengan dalam dan membenarkan posisi duduknya.

__ADS_1


__ADS_2