
Bagian 15 🌹
" Kamu kenal dengan wanita itu?"
Laila tidak menggubris ucapan dari sang Kakak.
" Laila Kamu kenal dengan wanita itu?" Ulang Kenzo.
" Oh iya, Oh enggak Kak." Jawabnya gugup, namun dia pintar menyembunyikan kegugupannya itu.
" Kenapa kamu terkejut melihat wanita tersebut."
" Karena wanita itu pernah bekerja di kantor aku kak."
" Nah! itu dia wanitanya yang kemarin menganggap aku sebagai tukang ojek."
" Apa? wanita itu menganggap kakak sebagai tukang ojek dan kakak juga mengenal dia?"
" Ya Kakak mengenalnya, kan kakak sudah pernah bilang padamu, kalau dia keluar dari kantor kamu itu, tapi kamu tidak mengenalnya kan."
" Aku juga pernah bilang ke kakak, kalau aku melihatnya pasti aku mengenalnya, Tapi aku tidak tahu namanya itu siapa." ucapnya sembari berbohong karena dia sebenarnya tidak mengetahui juga kalau Puja pernah bekerja di kantornya tersebut, karena dia memang tidak pernah bertemu dengan Puja saat dikantornya, Dia hanya berbohong pada kakaknya itu kalau Puja pernah bekerja di kantornya, padahal kebohongannya itu adalah kebenaran kalau Puja memang pernah bekerja di kantornya sebagai pengganti VO yang sedang sakit.
__ADS_1
Kenzo kemudian melajukan kembali mobilnya menuju ke arah kantor pribadi Laila.
Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarakan Kenzo pun berhenti di depan kantor Laila, Laila turun dari mobil Kenzo, setelah berpamitan dengan kakak tersayangnya tersebut, Laila melangkah memasuki kantornya itu.
Kemudian Kenzo melajukan mobilnya menuju ke arah kantor Texs Group, di dalam mobil Dia hanya bisa berbicara dengan orang kepercayaannya di kantornya itu, dia menitipkan kantornya pribadinya itu pada , orang kepercayaannya di kantornya tersebut. Sebelum Kenzo sampai di kantor Texs grup.
Rafi orang sekaligus kepercayaan dari Kenji pun mengumumkan pada karyawan yang ada di kantor tersebut, dia mengumpulkan semua karyawan di tengah ruangan kantor itu.
" Baiklah kawan-kawan, Hari ini aku akan mengatakan sesuatu pada kalian semua, kalau hari ini pemimpin baru akan datang, karena Pak Kenji sudah mengatakan padaku kalau pemilik dari perusahaan ini akan memimpin perusahaannya langsung, jadi kita harus memberikan laporan sesuai dengan pekerjaan kita selama kepergian Pak Rudi dari kantor ini, aku harap kalian tidak mengecewakan CEO perusahaan ini yang sebenarnya." Ucap Raffi pada mereka semua.
Mereka yang hadir di situ pun menganggukkan kepalanya, kemudian bergerak dalam bidang mereka masing-masing untuk memberikan laporan baik yang tertulis ataupun melalui email yang sudah mereka kerjakan selama orang kepercayaan Kenji yang bernama Rudi kabur dari kantor tersebut, dan tidak mempertanggungjawabkan semua perbuatannya selama ini.
" Aku juga tidak tahu, tapi aku deg-degan banget deh rasanya hari ini, hari kesialanku, berbagai macam musibah selalu aku dapatkan, tadi pagi aja Pandu mengalami sakit tiba-tiba panas badannya, terus kita berdua hampir ketabrak sama mobil, ketiga ini kita akan bertemu dengan Bos baru yang kita tidak pernah mengenalnya, bahkan kita tidak pernah melihatnya sama sekali, yang hanya kita tahu hanyalah Pak Rudi, Pak Rafi dan tadi tentang Pak Kenji aku juga tidak tahu bagaimana dia, mungkin kamu sudah tahu siapa pak Kenji."
" Aku juga tidak pernah melihatnya,puja, jangankan kamu Puja aku juga tidak pernah melihat pak Kenji, selama aku bekerja di sini, aku tidak pernah melihat yang namanya pak Kenji itu bagaimana orangnya, baru tadi aku mendengar namanya." ucap Icha sembari dianggukan oleh Puja, Kemudian mereka pun bergegas menyiapkan beberapa berkas yang sudah diperlukan selama beberapa bulan mengerjakan tugas tersebut tanpa adanya pimpinan di kantor itu.
Mobil Kenzo pun memasuki di halaman kantor Texs group, Dia kemudian memarkirkan mobil tersebut di tempat parkir, dia keluar dan berdiri sesaat di samping mobilnya, Dia membenarkan posisi jasnya dan letak dasinya, dia melangkah menuju ke arah lobby, dia disambut dengan security kantor tersebut, dengan ramahnya Kenzo tersenyum dan menepuk pundak security itu, security itu terkejut karena dia tidak menyangka akan mendapat tepukan pelan dari Pak Bosnya, semenjak dia menjadi anak buahnya Pak Rudi sebagai pimpinan perusahaan Texs group dia tidak pernah mendapatkan keramahan dari pimpinan tersebut.
" Ternyata berbeda sekali Pak Rudi dengan pimpinan yang baru ini." Gumam security itu sembari tersenyum mengiringi langkah Kenzo menuju ke arah lift dengan tatapan matanya, Kenzo kemudian menekan tombol lift itu menuju ke atas di mana ruangannya berada.
Sesampainya di lantai atas dia menuju ke arah ruangan rapat, Karena dia sudah memberi arahan pada Rafi untuk mengumpulkan semua karyawannya yang ada di kantor Texs group itu, di samping dia ingin memperkenalkan dirinya sebagai pimpinan dan pemilik perusahaan yang baru, dia juga ingin melihat kinerja dari mereka selama bekerja di bawah tekanan Rudi sebagai orang kepercayaan dari Kenji untuk menjalankan perusahaan Texs grup tersebut.
__ADS_1
Mereka yang sudah berkumpul di ruangan rapat itu pun harap-harap cemas menunggu kedatangan Pak Bosnya itu, saat di lantai atas Raffi sudah bersama dengan Kenzo sembari melangkah menuju ke ruangan rapat, Rafi menjelaskan semuanya pada Kenzo tentang kinerja pekerjaan dari Texs group, Kenzo hanya mengangguk dengan keterangan dari Raffi.
" Kita akan bertahan bekerja di sini Puja, pak Bos baru akan datang." ucap Icha sembari menyenggol Puja, dan Puja hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum dia menatap ke arah pintu ruangan tersebut.
Pintu ruangan itu pun terbuka mereka semua menatap ke arah pintu, Kenzo dan Rafi melangkah masuk ke dalam, Puja terkejut setelah melihat Kenzo melangkah masuk, dia pun langsung menatap lekat ke arah Kenzo, sedangkan sahabatnya Icha dan wanita yang lainnya merasa kagum pada Kenzo, karena ketampanan, kewibawaan dan postur tubuh Kenzo yang dimilikinya itu sangat didambakan oleh kaum hawa mereka semua itu pun terkesima dengan ketampanan Kenzo khususnya para wanitanya.
" Tukang ojek!" ucapnya pelan, mendengar ucapan Puja Icha pun menoleh ke arah Puja.
" Tukang ojek? ini di ruangan rapat Puja, kita di kantor dan kita sudah bertemu dengan pimpinan yang baru, bahkan pemilik perusahaan ini, kapan lagi kita bisa bertemu dengan pemilik perusahaan ini yang sebenarnya kamu juga tidak mengenal siapa laki-laki yang ada di depan itu, bukan tukang ojek Puja... Tapi dia sangat tampan sekali dia tipe aku banget." Ucap Icha mengekpresikan wajahnya yang kesemsem pada Kenzo
" Dia tukang ojek!" ucap Puja lagi
" Ish!! apa-apaan kamu Puja! kenapa kamu bisa bilang dia tukang ojek, jelas-jelas Dia lelaki tampan, noh bukan matamu Puja, dilihat Puja benar-benar, dia itu dambaan para wanita yang ada di ruangan ini pastinya, belum lagi dambaan semua wanita yang ada di luar sana." ucap Icha sembari memegang wajah Puja, Puja kemudian menepiskan tangan Icha, dia pun menatap Icha dengan lekat.
" Aku pernah ceritakan pada kamu, kalau aku salah naik ojek, nah! dia yang ku anggap sebagai tukang ojek kala itu dan dia juga yang menyelamatkan aku dari tukang-tukang penagih utang itu." Ucapnya berbicara dengan pelan.
Icha pun kemudian terkejut, dia menatap lekat ke arah Puja.
" Astaga!! kamu pasti dikenalinya Pu, kalau seandainya dia tahu, matilah kita!" ucap Icha sembari menempelkan tangannya dikeningnya.
" Nukan kita, tapi aku?! " Puja pun hanya menundukkan kepalanyaa saat Kenzo menatap kearahnya.
__ADS_1