Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 16


__ADS_3

Bagian 16🌹


" Astaga! dia memperhatikanku, aduh!" ucap Puja sembari memegang tangan sang sahabat, Icha pun menatap ke arah Kenzo, Kenzo tersenyum melihat Puja yang menundukkan kepalanya, awalnya Kenzo terkejut, Tapi dia bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat dia pertama kali masuk ruang rapat di Kantor Texs group.


" Itu tanduk rusa rupanya, dia bekerja di sini." gumamnya dalam hati, kemudian dia pun tersenyum.


Icha yang melihat Kenzo tersenyum pada Puja pun langsung menatap kearah Puja.


" Dia sepertinya tidak marah padamu Puja, dia malah tersenyum, Apa mungkin karena dia mengenali kamu dan akan membalas dendam padamu? karena senyumnya itu tidak bisa diartikan, aku sendiri aja tidak tahu apa di balik senyum itu." Ucap Icha berbisik.


Puja tidak mau mengangkat wajahnya karena dia tidak ingin dikenali oleh Kenzo.


" Mungkin dia marah padaku, karena aku menganggap dia sebagai tukang ojek saat itu dan aku juga sempat memukulnya." ucap Puja masih dalam posisinya menundukkan kepalanya, Kenzo pun kemudian berbicara di tengah karyawan kantor tersebut.


Setelah selesai dia berbicara dan memperkenalkan dirinya, Dia meminta beberapa berkas yang harus diberikannya kepadanya melalui Raffi, Dia kemudian keluar dari ruangan itu dan menuju ke arah ruangan kerjanya.


Kenzo duduk di kursi kerjanya setelah melonggarkan kancing jasnya, dia tersenyum sendiri sembari meletakkan kedua tangannya di atas meja,


" Ternyata si tanduk rusa itu bekerja di Texs grup ini, tapi kenapa dia menundukkan kepalanya dan tidak mau menatap ke arah ku.?" Ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya itu dan kembali berbicara sendiri.


" Tanduk rusa itu sebenarnya cantik, manis, dan tidak membosankan, berbeda dari wanita yang lain dari pandanganku, Astaga! kenapa aku bisa menilai dia begitu romantis sekali, aku dan dia hanya berkenalan secara instan saja, itupun gara-gara salah perkiraan, dia menganggap Aku adalah tukang ojek." ucapnya sembari dia tersenyum lebar kemudian terdengar ketukan di pintu ruangannya tersebut.

__ADS_1


" Masuk!" ucapnya, kemudian Rafi pun masuk ke dalam ruangan tersebut, membawa beberapa bekas yang ada di tangannya, yang memang dipinta oleh Kenzo, agar Kenzo bisa melihat bagaimana kinerja laporan dari mereka setelah kehilangan pimpinan mereka yang kabur itu.


" Maaf Pak Kenzo, ini adalah beberapa berkas yang diminta oleh Bapak dari semua kepala bagian."


" Terima kasih!" ucapnya sembari menatap ke arah Rafi dengan memberikan senyumannya, Rafi pun menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman Pak Bos barunya itu, dia pun kemudian berpamitan dari ruangan tersebut menuju ke arah ruangannya, Rafi melangkah meninggalkan ruangan Kenzo.


Kemudian Kenzo memeriksa beberapa berkas yang sudah ada di atas mejanya itu.


Di ruangan perusahaan itu tepatnya di meja-meja para karyawan di mana meja karyawan itu ada Icha dan Puja serta yang lainnya.


Lintang yang melihat kehadiran Kenzo pun sangat kegirangan seperti seseorang yang mendapatkan intan berlian, dia pun kemudian berbicara sembari melirik ke arah Puja dan Icha.


" Aku tidak percaya kalau pemilik perusahaan ini adalah anak dari Bos besar dari seorang Pak Fatih pengusaha yang terkenal itu."


" Kalau aku sudah tahu, aku tidak akan mengundurkan diri, aku tidak jadi untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini, aku tetap akan bertahan di sini karena pimpinannya sangat tampan dia tipe aku banget."


Icha kemudian berputar menggunakan kursinya tersebut menghadap ke arah Lintang


" Eh lintah darat! rupanya kamu berubah pikiran lebih cepat dari jaringan 4G ya, baru aja kamu berkoar-koar ingin berhenti dari perusahaan ini, Eh!ternyata setelah melihat si pak Bos ini sangat tampan dan anak orang kaya pemilik perusahaan ini, Dan juga bisa mandiri memiliki perusahaan pribadi sendiri, kamu sudah klepek-klepek, belum tentu kamu adalah tipenya, kalau aku malu mengatakan itu di hadapan semua orang, Kalau nantinya kamu tahu dia sudah beristri atau sudah mempunyai anak, bahkan sudah memiliki keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, kamu akan gigit jari, ujung-ujungnya kamu akan menambah deret penghuni rumah sakit jiwa... hahaha!!" ucap Icha tertawa lepas, mereka yang ada di situ pun langsung tertawa mendengar ucapan Icha tersebut, Lintang pun kemudian mendengus dengan kesal sembari berbicara.


" Hentikan tertawa kalian!! kalian tidak senang aja karena aku lebih cantik diantara kalian semua, kalian gak sadar apa, selama ini aku yang selalu dipuji oleh Pak Bos, karena aku adalah orang yang paling pintar." Ucapnya dengan bangganya.

__ADS_1


" Iya! kamu yang paling pintar dan kamu juga yang paling bodoh! Dengan mudah dibodohi sama pak Rudi, kamu jadi budaknya Pak Rudi, hati-hati aja siapa tahu nanti kamu terlibat dalam insiden Pak Rudi ini! Pak Rudi kan masih jadi targetnya pihak yang berwajib, siapa tahu kamu nanti juga akan menjadi targetnya!!" Ucap Icha dengan sembari menatap Lintang dengan sinis, membuat mereka semua menganggukkan kepalanya, Lintang pun kemudian mendengus kembali dengan kesal dan dia pun langsung menghadapi layar komputer yang ada di mejanya itu.


Icha tersenyum sinis karena yang berani melawan Lintang di kantor itu hanya Icha yang blak-blakan di hadapan lintang.


Berbeda dengan Puja, dia pun kemudian mengetuk-ngetukkan tangannya ke kepalanya sendiri.


" Ini kacau! kacau sekali, kenapa aku kemarin bisa menganggap dia sebagai tukang ojek, ini kesalahanku, ternyata Bosku sendiri aku anggap sebagai tukang ojek, aduh! bagaimana ini, kalau dia masih dendam padaku saat kejadian itu." Ucapnya dalam hati.


Icha kemudian mendekati puja.


" Kamu kenapa Puja? kok kamu seperti itu."


" Aku takut nanti dipanggil oleh pak Bos ke dalam."


" Maksudnya?"


" Siapa tahu dia masih ada rasa dendam padaku, dan ujung-ujungnya dia menyuruh aku untuk mengerjakan berbagai macam pekerjaan, karena ingin membalasku, aku sudah mempermalukan dia menganggap dia sebagai seorang tukang ojek."


" Kamu jangan berprasangka seperti itu dulu, aku rasa Dia orangnya baik kok, tidak seperti apa yang kamu pikirkan."


" Kita kan baru melihat dia Cha, jika seandainya kita sering melihat dia dan tahu kepribadiannya, kita pasti akan mengatakan kalau dia itu akan baik-baik saja."

__ADS_1


" Tapi saat itu dia itu seperti orang pemarah gitu denganku, dari omongannya dia tidak pernah mau kalah, makanya aku harus jaga-jaga." ucap Puja, Icha hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


" Ya sudah, yang penting kita kerjakan dulu pekerjaan kita, setelahnya nanti, baru kita bisa membicarakan bagaimana solusinya, kalau seandainya kamu minta maaf padanya apa salahnya kalau memang kamu merasa salah dengannya." ucap. Icha sambil menepuk pundak sahabatnya itu, Puja hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, dia pun kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali dengan kelentikan jari jemarinya menekan keyboard komputer yang ada di hadapannya tersebut, walaupun Puja hanya lulusan sekolah menengah atas dan dia berkuliah hanya menjalani beberapa semester saja, Dia sangat lincah mengendalikan komputer tersebut.


__ADS_2