Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 32


__ADS_3

BAB 32 🌹


" Masuk!" ucap Kenzo dari dalam, pintu pun terbuka seorang wanita melangkah dengan membawa sebuah berkas yang dia pegang, Ramon terkejut dan dia menatap wanita tersebut tanpa kedip.


" Ada apa Icha?" Tanya Kenzo.


" Maaf pak, Ada beberapa berkas yang harus Bapak tanda tangani."


" Baiklah! silakan taruh di atas meja kerjaku saja, nanti aku akan memeriksanya dan menandatanganinya kalau aku sudah selesai aku akan panggil kamu lagi nantinya."


" Baiklah Pak, saya permisi dulu." ucap Icha sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sesaat dia menatap ke arah Ramon, Ramon tersenyum manis padanya, Icha membalas senyuman Ramon, kemudian dia pun melangkah meninggalkan mereka berdua dan menutup kembali pintu ruangan Pak Bosnya tersebut.


Kenzo menatap ke arah Ramon, dia menyenggol Ramon tapi Ramon tidak menggubris senggolan dari Kenzo.


Kenzo tersenyum dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dia tetap memperhatikan Ramon sampai akhirnya Ramon sendiri membuyarkan lamunannya tersebut, karena rasa kekagumannya terhadap Icha.

__ADS_1


" Hemmmm! Sudah puas menatap Icha?" tegur Kenzo sembari tersenyum.


" Hehehe... Kenapa kamu nggak bilang kalau di kantor kamu ini ada seorang bidadari, aku benar-benar terpesona padanya dia cantik banget." Ucap Ramon sembari menatap kearah Kenzo.


" Cantik itu relatif Ramon, masih banyak kok cantik di luar sana, kalau kamu keluar dari kantorku ini, kamu pasti akan menemukan wanita cantik di jalan yang hilir mudik, Kamu masuk ke Mall kamu juga akan melihat wanita cantik, dan wanita cantik lainnya lagi keluar masuk kedai kamu juga banyak wanita cantik, kata cantik itu tidak akan pernah habisnya, kamu yakin kalau Icha adalah wanita yang tercantik di pandangan kamu.?"


" Bener banget! dia berbeda sekali, memang di luar sana banyak wanita cantik yang kamu katakan itu, tapi aku merasa wanita yang ada di sini berbeda sekali, Ngomong-ngomong siapa namanya.?" Ucapnya serius dengan pertanyaannya pada Kenzo.


" Kamu mau tahu nama dia?"


Kenzo tertawa lepas.


" Bukankah tadi aku menyebutkan namanya dan bertanya padanya kenapa kamu tidak mendengarkannya.?"


" Aku benar-benar tidak fokus dengan kamu menyebut nama dia tadi, karena aku fokus dengan kecantikan yang dimilikinya itu, memang dia terlihat biasa tapi di mataku dia luar biasa."

__ADS_1


" Hahai!! akhirnya seorang Ramon digetarkan oleh seorang wanita yang baru saja dilihatnya."


" Cepat katakan siapa namanya? aku kan ingin tahu juga."


" Kamu ingin tahu, silakan kamu tanyakan sendiri padanya dan langsung berkenalan dengannya itu lebih afdol daripada kamu tahunya dari aku, bisa saja Aku mengatakan namanya itu Markonah, Markeneng, Marpuah dan lain sebagainya hahahaha... kamu pasti percaya aja hehehe." Goda Kenzo sembari berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke meja kerjanya.


Kemudian dia mengambil telepon genggam yang ada di atas mejanya tersebut dia menekan buah nomor.


Berapa saat dia pun berbicara di dalam telepon tersebut.


" Icha! Kamu ada waktu nggak nanti, kalau kamu ada waktu aku ingin bicara denganmu, tapi aku tidak mau bicaranya di kantor, kita bertemunya di luar, tapi aku minta denganmu jangan sampai kamu mengatakan pertemuan kita ini dengan Puja."


" Baik Pak!" ucap Icha menjawab ucapan sang Bos tersebut, kemudian Kenzo pun menutup bicaranya dan meletakkan gagang telepon tersebut dia menatap ke arah Ramon yang terlihat menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan menatap langit-langit ruangannya itu, Kenzo pun tersenyum Dia kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena ada sedikit yang harus diselesaikannya pada hari itu juga, dia kemudian mengambil berkas yang diberikan oleh Icha tersebut dan membacanya, setelah memahaminya kemudian dia menandatanganinya dan meletakkannya kembali di atas meja, beberapa saat kemudian dia pun mengambil gagang teleponnya kembali dan menghubungi Icha agar Icha masuk ke dalam ruangannya tersebut untuk mengambil berkas yang sudah ditandatanganinya itu, dia pun berdiri dari duduknya setelah berbicara dengan Icha melalui telepon yang ada di ruangannya itu, dia melangkah mendekati Ramon.


" Icha akan masuk ke ruanganku kembali untuk mengambil berkas ini, kesempatan ini gunakanlah untuk kamu mengenalnya, kamu bisa langsung berkenalan dengannya." ucap Kenzo sembari menepuk pundak sahabatnya tersebut, terlihat wajah Ramon senang sekali dia pun menatap ke arah pintu ruangan Kenzo dengan perasaan gelisah menunggu Icha masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2