
38
" Aku mohon padamu Icha, katakanlah, aku tahu kamu pasti mengetahui semuanya." Ucap Kenzo seraya menatap kearah Icha dengan tatapan lekatnya.
" Jika kamu mengetahui semuanya katakan saja, demi kebaikan teman mu itu, kalau semua keanehan itu, menyangkut Kenzo, apa salahnya kamu menceritakan semuanya." Sambung Ramon.
Lagi-lagi Icha menghela nafasnya dengan panjang.
" Keanehan yang terjadi pada Puja saat bersama dengan Bapak saat hari itu, itu dikarenakan kalau Puja melihat tato ditangan Bapak dan gantungan kunci mobil bapak itu " ucapnya sembari menundukkan kepalanya sembari berkata dalam hatinya.
" Maafkan aku Puja, aku harus mengatakan semuanya pada pak Kenzo dan aku tidak ingin kamu sendirian dalam menghadapi semuanya ini, agar titik terang tentang Ayahnya Pandu terkuak dan Pandu bisa melihat sang Ayah menjadi kenyataan." Ucapnya dalam hati sembari menghela nafasnya dengan panjang.
" Tato? Gantungan Kunci? Maksudnya? Aku tidak mengerti semua ini, bisakah kamu katakan yang jelas pada ku?" Pinta Kenzo.
Ramon terlihat berpikir keras tentang sahabatnya itu.
" Maaf kalau boleh tahu bisakah aku melihat wanita itu, siapa tahu aku kenal." ucap Ramon sembari menatap silih berganti ke arah Icha dan Kenzo.
Icha menghela nafasnya dengan panjang kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka salah satu galeri foto yang ada di ponselnya tersebut, dia pun memperlihatkan salah satu foto Puja bersama dengan Pandu sang anak.
Kemudian dia pun memberikan ponselnya itu pada Ramon saat Ramon melihat foto Puja dia pun terkejut.
__ADS_1
" Ya Tuhan? wanita ini...?" Icapnya pelan namun masih terdengar oleh Icha dan Kenzo.
" Apakah kamu mengenalnya Ramon.?" tanya Kenzo.
" Iya..." Jawab singkat Ramon.
" Apakah kamu mengenalnya, dia adalah sahabatku, sejak lama kami sudah bersahabat, namun saat kejadian itu Dia terpaksa meninggalkanku beberapa tahun lamanya karena ingin membesarkan Pandu terlebih dahulu di kota sebelah." Ueranh Icha.
Ramon menghela nafasnya dengan panjang.
" Kenzo...." panggilnya
Kenzo menatap ke arah Ramon di matanya penuh tanda tanya besar Pada sahabatnya tersebut.
" Apa ?!!" Mereka berdua saling berpandangan.
" Maksud kamu, Pak Kenzo adalah Ayah dari Pandu.?"
Ramon menganggukkan kepalanya.
" Kamu tidak bohong kan Ramon, kalau Pandu anaknya Puja itu adalah anakku?"
__ADS_1
Ramon hanya mengangguk...
" Astaga Ramon... tapi kenapa aku tidak mengetahui sama sekali kalau itu memang anakku, semakin ke sini aku semakin merasa bingung apa yang terjadi sehingga aku bisa menanamkan benih pada Puja, padahal aku dan Puja baru mengenal satu sama lain, aku tidak merasa kalau aku pernah bertemu dengannya, saat itu memang aku merasa agak tidak asing dengan Puja tapi aku tidak tahu kalau sebenarnya beberapa tahun yang lalu aku sudah bertemu dengan puja."
Ramon menganggukkan kepalanya.
" Aku tidak bohong semua terjadi di saat malam pergantian tahun."
" Tunggu dulu, kalau seandainya Pak Kenzo itu adalah Ayah kandungnya dari Pandu, Terus yang dilihat Puja saat itu siapa? Dia memiliki tato kepala harimau di tangannya juga, tidak mungkin kan tatonya sama dengan punya Pak Kenzo, pasti itu ada hubungan lain dengan masalah ini."
" Kak Kenji ! Itu pasti kak Kenji." ucap Kenzo.
Ramon menganggukan kepalanya.
" Giliran aku yang tidak mengerti." Ucap Icha sembari menelungkupkan wajahnya di atas meja sesaat.
Kemudian dia pun menghela nafasnya dengan panjang dan kembali mengangkat wajahnya dan membenarkan posisi duduknya.
" Kak Kenji memang memiliki tato kepala harimau dan gantungan kunci mobil yang sama." ucap Kenzo, mereka kemudian berdiam sesaat.
Icha pun menanyakan kembali pada Ramon kejadian saat malam pergantian tahun tersebut, Ramon pun menghela nafasnya dengan panjang dan membenarkan duduknya dia menatap silih berganti Icha dan Kenzo.
__ADS_1
Kenzo pun tidak habis pikir dengan semua yang terjadi padanya dia merasa bersalah pada puja selama bertahun-tahun Puja mengurus Pandu seorang diri pasti banyak kesulitan yang dilalui oleh Puja seorang diri tanpa dirinya yang sudah begitu tega biarkan saja berjuang sendirian Kenzo mengela nafasnya dengan panjang.