
Bagian 13 🌹
" Bolehkah aku bertanya satu hal denganmu."
" Soal apa Kak? aku akan jawab."
" Apakah kamu tidak ada rasa cintai lagi dengan Lalita?"
Kenzo terkejut dengan ucapan sang kakak dia menatap lekat ke arah kakaknya tersebut, begitu pula dengan kedua orang tuanya yang mendengar ucapan Kenji itu, Kenzo pun kemudian menganggukkan kepalanya sembari bersuara.
" Aku tidak ada lagi rasa cinta padanya, karena dia adalah milik kakak, walaupun dia bukan milik Kaka, aku terap tidak ada lagi rasa itu kak."
Kenji menghela nafasnya.
" Kakak nggak usah khawatir aku tetap dengan pendirianku kalau aku tidak ada rasa cinta lagi dengan Lalita, karena bagi ku Lalita adalah sebagian dari masa laluku."
" Baguslah kalau seperti itu." ucap Kenji, namun dia merasa tidak percaya pada ucapan sang adik, Karena Kenzo pernah mengatakan padanya saat dia masih menjalani hubungan dengan Lalita kalau dia sangat mencintai Lalita, kalau seandainya mereka putus Kenzo akan tetap selalu mencintainya.
" Tapi benarkah ucapan kamu itu?"
" Apakah Kakak meragukan ucapanku?"
" Bukan maksudku meragukan ucapanmu, tapi kamu pernah berbicara padaku, kalau kalian berada di fase kata putus Kamu akan selalu mencintai Lalita ."
Kenzo tersentak dengan ucapan Kenji, Dia kemudian menatap ke arah kakaknya itu.
__ADS_1
Dia pun kemudian tersenyum dengan lebar.
" Itu hanyalah sebuah kata-kata Kak, Kakak jangan khawatir, aku tidak akan pernah mengganggu hubungan Kakak dengan Lalita, pegang saja kata-kataku itu, itu hanyalah kata-kata iseng di saat aku sangat mencintainya kala itu, kakak jangan meragukan cinta Lalita pada kakak, karena saat Lalita memutuskanku Dia berkata padaku kalau aku bukanlah pasangan yang terbaik untuknya, mungkin Kakaklah yang sekarang terbaik untuknya, lanjutkanlah aja pengurusan pernikahan kalian berdua, aku yakin kalian berdua akan bahagia." ucap Kenzo, dianggukkan kedua orang tuanya.
" Sekarang kamu sudah jelas apa yang dikatakan oleh adikmu, kamu harus percaya dengan adikmu, Jangan ragukan ucapan adikmu itu." ucap pak Fatih sembari tersenyum, Kenji hanya menganggukkan kepalanya, karena di dalam pikiran Kenji masih belum percaya dengan ucapan Kenzo, sebelum Kenzo memiliki seorang kekasih, tapi dia tidak ingin mengatakannya kepada Kenzo agar Kenzo segera mencari seorang kekasih, karena Kenji merasa takut mengatakan itu pada Kenzo, takutnya kalau Kenzo memanfaatkan keadaan agar dirinya percaya kalau dia sudah melupakan Lalita calon istrinya itu untuk selamanya.
" Baiklah, kita akan membahas tentang Texs group, Bagaimana Kenzo Apakah kamu mau menjalankan perusahaan yang mengalami kemerosotan tersebut."
" Tapi apakah Kenzo sudah mengetahuinya apa ceritanya dari awal sampai akhir?"
" Papa sudah bercerita semua pada Kenzo."
" Kakak tidak perlu bertanya seperti itu lagi, aku sudah tahu kalau Kakak minta bantuan dengan Excel, tidak mungkin kalau kakak tidak meminta tolong mengatakan semuanya pada Exel, kenapa mesti sama Excel sih kak, kenapa kakak nggak langsung bicara padaku."
" Maafkan aku Ken, aku terpaksa minta bantuan Excel karena Excel adalah teman sekaligus sahabat kamu yang terbaik, dia berteman denganmu dia juga berteman denganku."
" Awalnya saat bertemu mereka aku mengira, Mereka ingin menarik saham mereka kembali dari perusahaanku, tapi nyatanya tidak, mereka malah membujuk Aku ingin menjalankan perusahaan Texs group yang sudah mengalami kemerosotan itu."
" Karena aku terpaksa minta bantuan dari Excel kebetulan dia ada disini, Aku memang tidak ingin berbicara dengan kamu, aku hanya berbicara dengan ayah dan aku juga meminta Ayah untuk berbicara padamu dan aku juga minta bantuan Laila agar bisa mengatakan kepadamu, aku takutnya kamu tidak mau untuk menjalankan perusahaan itu, karena aku mengira kamu pasti marah padaku tentang kejadian itu."
Kenzo lagi-lagi tersenyum.
" Sudahlah, tentang Lalita masalahnya sudah sampai di sini, aku tidak masalah Kak kalau Kakak bahagia bersama dengan Lalita Aku senang kalian berdua bersatu."
Kenji tetap tidak percaya pada omongan adiknya itu, karena dia jelas melihat di wajah Kenzo masih ada rasa cinta terhadap Lalita.
__ADS_1
" Aku tahu Kak kamu mungkin menganggap aku masih ada rasa cinta dengan Laliha, tapi wajahku memang seperti ini Kak, Tidak bisa mengekspresikan kepastian di wajah ini, tapi bukannya Aku tidak pasti untuk melepas Lalita Tapi jujur aku bersungguh-sungguh tidak akan pernah mengingat masa laluku bersama dengan Lalita, walaupun kami sudah menjalin cinta selama 3 tahun lamanya, tapi itu rasanya sudah cukup bagiku, kita yang berencana tapi yang maha kuasa juga yang menentukan, kakak harus yakin pada adikmu ini, kalau adikmu ini tidak mengingkari kata-katanya, dan ucapannya ini." ucap Kenzo sembari tersenyum pada sang kakak.
" Kenji, sepertinya kamu masih tidak yakin dengan ucapan adikmu itu, tidak baik nak seperti itu karena ini adalah pilihan kamu Lalita juga terlihat senang hidup bersama denganmu, tidak usah lagi kamu mengingat masa lalu Kenzo dan Lalita, mungkin mereka berdua tidak jodoh, benar apa yang dikatakan Kenzo, Kenzo yang merencanakan tapi yang maha kuasa yang sudah menentukan jalan jodoh Kenzo tersebut."
Kenji menganggukkan kepalanya.
" Maafkan aku juga papah, mama karena gara-gara aku perusahaan yang seharusnya lancar semua itu sudah mengalami kemerosotan yang sangat drastis." Ucap Kenzo.
" Tapi kamu mau kan menjalankan perusahaan itu.?"
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang, dia pun tersenyum silih berganti pada orang yang ada di hadapannya tersebut.
" Kenzo akan berusaha mempertahankan perusahaan itu, mulai saat ini Kenzo akan menjalankan perusahaan itu, begitu juga dengan perusahaan pribadi Kenzo, mudah-mudahan Kenzo bisa menjalankan dua perusahaan sekaligus dengan bidang yang berbeda."
Pak Fatih dan ibu Kurnia pun tersenyum bahagia mendengar ucapan dari anak keduanya tersebut.
" Terima kasih, karena kamu mau menerima permintaan dari papa, papah yakin kamu bisa."
" Terimakasih juga ya, karena kamu mau mengiyakan keinginan kakak juga." ucap Kenji sembari berdiri dan duduk di samping sang adik, dia pun langsung memeluk adiknya tersebut.
" Aku juga berterima kasih pada kakak, karena kakak sudah menyadari kalau aku dan Laila ada di samping kakak, inilah saat yang kurindukan di mana Kakak kembali seperti dulu."
" Maafkan aku Kenzo, karena kesalahpahaman yang aku buat sendiri membuat aku jauh dengan kalian berdua." ucapnya sembari menatap ke arah sang adik.
Kenzo mengganggukan kepalanya sembari tersenyum, dia pun hanya menepuk pelan pundak kakaknya itu, Ibu Kurnia dan Pak Fatimah tersenyum dia merasa bahagia melihat kedua anaknya kembali akur seperti semula, karena kesalahpahaman di antara mereka tentang hubungan yang sudah lama putus, itulah pemicu dari sikap dinginnya mereka berdua yang sama-sama tidak mengetahui kesalahan mereka berdua itu, Kemudian mereka pun berbicara satu sama lain sembari gelak tawa diantara mereka terdengar di ruangan tersebut.
__ADS_1