
50
" Kamu memang ada yang salah, bahkan sangat salah, kami berdua sudah mengakhiri masa lajang Kami, sekarang kan giliran kamu, kapan kamu mengakhiri masa sendiri kamu?" tanya Kenzo pada sang adik, Laila hanya tersenyum saja.
" Tunggu aja tanggal mainnya." ucapnya, mereka yang ada di ruang tengah itu pun tertawa dengan gembiranya.
***
Dua hari kemudian...
Pernikahan akan segera dilaksanakan mereka yang ada di gedung resepsi pun sudah bersiap-siap untuk menyaksikan ijab kabul yang akan dilaksanakan oleh kedua mempelai secara bergantian.
__ADS_1
Dengan tarikan napas mereka berdua mengucapkan ijab kabul dengan sempurna, Lalita dan Puja sah menjadi istri dari Kenzo dan Kenji, tibalah saatnya acara resepsi pernikahan dilaksanakan berbagai kolega bisnis mereka pun datang silih berganti, kebahagiaan terpancar di keluarga mereka masing-masing, Puja tidak menyangka akan menikah dengan orang yang memang disukainya dan sekaligus ayah dari anaknya tersebut.
Begitu juga dengan Lalita di balik musibah yang dia perbuat sendiri akhirnya menyatukan dua hati yang terpisah dan memberikan kehidupan pada calon bayinya yang ditinggalkan oleh kekasihnya tanpa ada pertanggungjawabannya.
Puja menghela nafasnya dengan panjang, dia tidak menyangka kebahagiaan menghampirinya begitu cepat, derita yang dulu dia rasakan sekarang berubah menjadi kebahagiaan yang tidak bisa dia ukir dengan kata-kata, dia menatap ke arah Pandu yang berlarian ke sana kemari bersama dengan anak-anak yang lain.
" Sekarang Pandu merasa bahagia, dia sudah memiliki orang tua yang lengkap, tidak ada lagi yang mengatakan Dia tidak memiliki seorang ayah, sekarang Dia memiliki apa yang dimiliki oleh anak-anak di luar sana." Gumamnya dalam hati.
Puja kemudian menatap kembali ke arah sahabatnya tersebut yang sedang bercanda dengan kekasih pilihan hatinya itu, kebahagiaan terpancar di wajah sahabatnya tersebut.
Pula lagi-lagi menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam di dalam hatinya kembali
__ADS_1
" Ya Tuhan... kebahagiaan yang kau berikan ini tidak bisa aku ungkirkan dengan kata-kata dan tidak bisa aku tuliskan di kertas sedemikian rupa, karena kebahagiaan ini cukup aku rasakan untuk Anakku, keluargaku, dan terima kasih karena sudah memberikan jodoh yang terbaik, walaupun jodoh itu tertunda beberapa tahun lamanya, tapi karena dari tanganmu engkau telah memberikan yang terbaik untukku." gumamnya sembari menoleh sesaat pada suaminya tersebut, Kenzo tersenyum pada istrinya itu.
Kenji menatap ke arah sang adik, kemudian dia pun menatap kembali pada Lalita yang berdiri di sampingnya yang tersenyum bahagia.
Kenji bergumam di dalam hatinya.
" Masa lalu yang dilewati sudah berlalu, hanya aku dan Tuhan yang tahu keadaan diriku sekarang ini, walaupun nantinya Lolita akan mengetahui siapa diriku ini, aku akan menerimanya apa adanya, Aku tidak ingin memaksa dia untuk tetap bertahan denganku ataupun tidak, semoga saja Dia bisa mengerti dan mau menerimaku apa adanya, dalam menjalani hidup rumah tangga ini. Memang kejujuran harus dikatakan dengan seluas-luasnya pada pasangan, tapi tidak bagi diriku, aku tetap akan menyembunyikan ini selamanya tidak akan pernah aku beritahu kepada siapapun selain adikku." gumamnya di dalam hati sembari menoleh ke arah Lalita, Lalita tersenyum melihat suaminya tersenyum padanya.
Acara demi acara Sudah mereka lewati sampai akhirnya acara pun sudah selesai, tamu undangan berlalu satu persatu sampai akhirnya acara itu sepi dan hanya menyisakan pengurus gedung tersebut, Mereka pun kemudian keluar dari gedung setelah berganti pakaian dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing, serta menuju ke arah rumah pribadi yang memang sudah disiapkan untuk Kenji dan Kenzo.
Kebahagiaan mereka tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa dipisahkan lagi, karena mereka sudah menerima pasangan mereka satu sama lain dengan kekurangan dan kelebihannya.
__ADS_1
🌹Tamat🌹