
46
" Ada apa Pak, katakan pada saya."
" Begini Puja, aku tahu kalau kamu mencari ayahnya Pandu selama ini yang sebenarnya." Ucap Kenzo, sontak saja Puja terkejut dengan ucapan Pak Bosnya itu, dia kemudian berdiri namun Kenzo meraih tangan puja dan menyuruhnya untuk duduk kembali
" Duduklah dulu Puja aku belum selesai bicara denganmu."
Puja menghela nafasnya dengan panjang, dia pun merasa heran kalau Kenzo mengetahui dia selama ini mencari tahu siapa sebenarnya yang telah menitipkan benih di rahimnya itu.
" Kamu masih ingat malam pergantian tahun beberapa tahun yang lalu?"
__ADS_1
Mendengar ucapan Kenzo lagi, Puja terkejut dan menatap lekat ke arah Kenzo.
" Kamu pasti masih mengingatnya kan.?"
Puja terdiam dia tidak menjawab perkataan dari Pak Bosnya itu.
" Kamu mencari lelaki yang sudah tidur denganmu di kala itu, kamu tidak usah mencarinya jauh-jauh, karena lelaki itu ada di sampingmu sekarang."
Lagi-lagi Puja terkejut Dia kemudian menghela nafasnya dengan berat dan menundukkan kepalanya karena dia tidak merasa yakin dengan apa yang diucapkan oleh Pak Bosnya itu.
Puja terkejut dia menutup mulut dan sebagian hidungnya dengan kedua tangannya sembari matanya melebar.
__ADS_1
Hening! Tidak ada suara sama sekali di ruangan itu, kemudian pintu ruangan pun terbuka, mereka berdua menatap ke arah pintu tersebut terlihat Ramon dan Icha melangkah menuju ke arah mereka, Ramon dan Icha memang dihubungi oleh Kenzo dan diberi alamat untuk dia menemui mereka berdua agar menyakinkan puja kalau Kenzo adalah ayah kandungnya Pandu.
Icha tersenyum begitu juga dengan Ramon, mereka berdua duduk di hadapan Kenzo dan Icha.
" Icha... Kenapa kamu ada di sini? Apakah kamu yang sudah menceritakan semuanya kepada Pak Kenzo."
" Puja...Apa yang dikatakan oleh Pak Kenzo semuanya benar, maafkan aku karena aku sudah menceritakan semuanya kepada Pak Kenzo, kalau tidak dengan ini kamu tidak tahu siapa sebenarnya ayah kandung dari Pandu. Kamu tidak boleh egois Puja, Pandu butuh ayahnya, Anak sekecil itu merindukan kasih sayang ayahnya." Ucap Icha
" Benar apa yang dikatakan Icha, aku sudah mengatakan semuanya pada Kenzo, aku mengetahui kejadian di malam itu..." Ramon pun kemudian menceritakan kembali kejadian di malam itu pada Puja, karena saat dia menceritakan saat itu Puja tidak ada, hanya mereka bertiga saja, setelah cerita Ramon berhenti Puja menghela nafas dengan panjang antara percaya dan tidak, dia tidak berbicara apapun. Ramon pun kemudian berbicara sembari menatap ke arah sahabatnya kekasihnya tersebut.
" Kalau boleh tahu apakah kamu masih ingat siapa yang membawa kamu ke dalam kamar kita itu, karena kamu terpisah dengan Icha."
__ADS_1
" Aku masih ingat seseorang perempuan menolong aku dengan mengatakan akan mengantarkan aku ke kamarku, karena katanya temanku sudah menunggu di kamar yang aku sebutkan, aku tidak curiga karena dalam keadaan seperti itu otomatis aku merasa percaya saja, karena keadaan lampu tidak menyala, sesampainya di kamar aku tidak tahu lagi apa yang terjadi, saat aku bangun yang aku ingat hanya tato kepala harimau dan gantungan kunci itu aja selebihnya aku tidak tahu."
Kenzo kemudian meraih tangan Puja, tapi Puja tidak menepiskannya sama sekali, terasa di dalam jantungnya berdesir saat Kenzo menggenggam tangannya sembari menatap matanya, seolah-olah tatapan mata Kenzo menembus dalam ke jantungnya.