Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
BAGIAN 27


__ADS_3

Bagian 27🌹


Puja yang keluar dari ruangan Kenzo pun kemudian menuju ke arah meja kerjanya dia duduk di kursi kerjanya itu.


Icha yang melihat kedatangan Puja pun langsung mendekatkan kursinya menuju ke arah kursi puja.


" Apa yang kalian bicarakan tadi di ruangan pak Kenzo.?"


Puja dengan posisi yang memegang kepalanya dan menatap ke arah Icha.


" Ada apa dengan kamu Puja? Kenapa kamu memegang kepalamu sembari menatap ke arahku, aku kan bertanya Kamu bicara apa aja di ruangan Pak Bos, aku kan juga ingin tahu." Ucap Icha sembari tersenyum.


" Kami tidak membicarakan hal penting cuma kami membicarakan masalah tentang pimpinan yang pertama sebelum dirinya dan kami juga disuruh menghubungi 8 orang yang pernah dipecat secara tidak diberi pesangon oleh Pak Rudi kala itu."


" Kami? bukankah kalian berdua sama Pak Kenzo aja bukan lebih dari satu orang di ruangan itu." Tanya Icha merasa heran.


" Kami bertiga kok di dalam ruangan itu ada aku, ada Pak Kenzo dan ada Pak Raffi."


" Aku kira kalian membicarakan masalah Asmara ternyata kalian hanya membicarakan soal pekerjaan."


" Kamu ini ada-ada aja Icha, masa di ruang lingkup kantor membicarakan soal Asmara." ucap puja sembari menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada sahabatnya tersebut, Kemudian mereka pun melanjutkan kembali pekerjaannya.


Kenzo yang baru saja keluar dari kantornya itu pun langsung memasuki mobilnya, Dia kemudian melajukan mobilnya itu ke sebuah tempat karena dia ingin bertemu dengan Anwar orang kepercayaannya tersebut setelah dia mengirimkan lokasi pertemuan mereka.


Beberapa saat kemudian mobil Kenzo memasuki sebuah kedai kopi dan memarkirkan mobilnya tersebut dia keluar dari mobilnya dan melangkah menuju kearah dalam.


Kedai kopi gentle itu adalah milik sahabatnya dan saat sekolah dulu.

__ADS_1


Ramon yang melihat Kenzo datang pun langsung menyambut sahabatnya itu. Karena Kenzo jarang bertamu ke kedai kopinya itu.


" Halo sahabat, kenapa baru muncul, hampir berbulan-bulan tidak ketemu." ucapnya sembari menyalami Kenzo dengan gaya persahabatan tersebut.


" Maafkan aku, aku tidak bisa bertemu denganmu karena aku sekarang sangat sibuk sekali." Ucap Kenzo memilih duduk disamping jendela.


" Sama, aku juga sibuk, kita sudah lama tidak berbicara bersama."


" Banyak masalah yang aku hadapi sekarang ini."


" Masalah apa? Kenapa kamu tidak memberitahu aku, Aku ini sahabat kamu, setelah kita memiliki usaha masing-masing dan memutuskan untuk berkecimpung di dunia bisnis yang kita impikan, serasa menjauhkan kita berdua. ucap Ramon.


Kenzo tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


" Aku bisa minjam tempat kamu ini ya, Ada yang ingin aku bicarakan dengan orang kepercayaanku, karena aku merasa tempat kamu inilah yang aman untuk Aku dan segala rahasiaku."


" Terima kasih banyak ya, jujur maafkan aku karena aku jarang menemui kamu di kedai kamu ini."


" Tidak apa-apa, Walaupun sebenarnya kita berada dalam satu kota, Tapi karena kita memiliki kesibukan tidak bisa juga kita meluangkan waktu untuk kita bersama karena akhir-akhir ini aku juga sibuk, oh ya kapan orang kepercayaan kamu itu datang.?"


" Sepertinya sebentar lagi." ucap Kenzo sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangannya tersebut.


" Baiklah aku tinggal sebentar Aku ingin membuatkan kopi spesial buatanku untuk kalian berdua." ucapnya sembari meninggalkan Kenzo sementara waktu, beberapa saat kemudian yang ditunggu Kenzo pun datang, Anwar memarkirkan mobilnya dan melangkah menuju ke arah dalam.


" Maaf pak Bos, saya agak terlambat sedikit macet di jalan."


" Iya tidak apa-apa, mana buktinya yang sudah ada pada kamu.?"

__ADS_1


Anwar kemudian mengambil ponsel yang ada di saku celananya tersebut kemudian dia pun membuka sebuah galeri dan memperlihatkan sebuah video kepada Pak Bosnya tersebut terlihat Ihsan menceritakan semuanya kepada Kenzo dan Kenzo pun melihat video tersebut dengan fokus dan tenang sampai selesai.


" Rupanya Aku tidak menyangka Kenapa dia sangat begitu jahat denganku." Ucap Kenzo sembari meletakkan ponsel Anwar.


" Apakah Bapak mengenal yang disebutkan oleh Ihsan itu?".


" Iya! aku mengenalnya dia adalah temanku."


" Maaf pak, Ada masalah apa Bapak bersama dengan dia sampai dia mempengaruhi Ihsan dan kebetulan juga Ihsan bekerja di kantor Bapak yang baru ini."


" Masalah Masa Lalu, aku juga tidak menyangka, Aku kira dia sudah memaafkan kesalahan tersebut, tapi nyatanya dia masih mendendam."


Anwar pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Terus solusinya Bagaimana Pak?"


" Tidak usah dipikirkan, aku yang akan mencari solusinya aku akan menemui dia secara langsung."


" Apakah Bapak menemuinya sendirian?"


" Tidak, aku nanti bersama dengan temanku pemilik kedai ini."


Kemudian Ramon pun datang membawakan kopi bikinan dirinya yang spesial dibuatkan untuk kedua tamunya tersebut, dia pun kemudian menyuguhkan kopi itu.


" Silakan diminum dan nikmatilah rasanya." ucapnya sembari terkekeh.


Kenzo dan Anwar menganggukkan kepalanya dan mereka pun menikmati kopi bikinan Ramon, Ramon pun ikut duduk di Bersama dengan mereka dan sama-sama meminum kopi buatan dia itu.

__ADS_1


__ADS_2