
Bagian 30🌹
" Diana kamu itu adalah seorang pengusaha yang terkenal dengan usaha kosmetik yang sedang kamu geluti sekarang ini, seharusnya kamu tidak perlu mengganggu orang lain." ucap Ramon, Diana pun tertunduk dia tidak mampu berkata apa-apa lagi karena semuanya sudah ketahuan oleh Kenzo.
" Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, mulai detik ini kamu tidak perlu lagi mengganggu aku, kalau seandainya kamu sekali ini menggangguku lagi aku tidak segan-segan untuk memenjarakan kamu." ucap Kenzo penuh dengan penekanan di kata-katanya, Diana terkejut dia pun kemudian menatap kembali ke arah Kenzo.
Diana menghela nafasnya dengan panjang.
" Aku memang salah, Apakah kamu tidak bertanya kenapa aku berbuat seperti ini.?"
" Apalagi aku pertanyakan, karena semuanya sudah jelas kamu merasa sakit hati dan dendam padaku karena soal cinta."
" Memang itu soal cinta, tapi setidaknya kamu memperhatikan aku, aku hanya ingin kamu mengerti kalau aku memang masih mengharapkan kamu, aku akui aku memang menyuruh Iksan karena sedikit banyaknya ikhsan adalah masih ada keluarga denganku."
Kenzo terkejut dia tidak menyangka kalau sebenarnya Ihsan masih ada keterkaitan dengan Diana sebagai keluarga.
" Aku memang sengaja menyuruh Ihsan bekerja di tempat kamu, karena aku ingin tahu bagaimana kamu sekarang, dari Ihsan lah aku tahu kalau kamu masih sendiri, di situlah aku masih mengharapkan kamu, maafkan aku karena aku salah." ucapnya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Namun Kenzo merasa tidak yakin dengan kata maaf yang diucapkan oleh perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
Ramon menatap ke arah Kenzo, kemudian dia kembali menatap ke arah Diana.
" Diana asal kamu tahu, Kenzo sudah memiliki seorang kekasih, tapi dia masih menyembunyikan kekasihnya itu, bukan karena apa,itu semua Karena kamu."
" Kenapa karena aku.?"
" Karena kamu adalah orang yang paling jahat, jangankan seorang manusia sebuah kantor aja bisa kamu buat agar kantor itu menjadi bangkrut, apalagi seorang manusia, kamu pasti tidak segan-segan untuk melenyapkannya, seharusnya kamu berpikir kamu itu seorang wanita cantik, kamu bisa mencari lelaki yang lebih dari Kenzo, kenapa mesti Kenzo yang jadi korban kamu, seharusnya kamu bersyukur juga karena Kenzo tidak memperpanjang masalah ini, kalau seandainya Kenzo memperpanjang masalah ini, kamu pasti tidak akan bisa lagi bekerja di kantor kamu ini dan kamu juga akan mendapat malu yang sangat besar." Ucap Ramon berbohong kalau Kenzo sudah memiliki seorang kekasih.
Diana terkejut saat Ramon berbicara kalau Kenzo sudah memiliki seorang kekasih.
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya.
" Sayang sekali Diana kata-kata dari Ramon itu emang benar." ucapnya terlihat Diana menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa yang dia duduk di saat ini sembari bergumam di dalam hatinya.
" Aku sudah kalah! Aku tidak bisa menang menaklukkan hati Kenzo!!"
__ADS_1
" Sekarang aku minta denganmu, jangan sekali lagi kamu mengganggu usahaku, ataupun kamu mengganggu kehidupanku, karena aku tidak ingin lagi kenal denganmu dan aku tidak ingin berurusan denganmu dan jangan pernah lagi kamu mengikut campuri urusanku." ucap Kenzo, Diana hanya terdiam.
" Kami permisi dulu!" ucap Kenzo sembari berdiri,Ramon pun ikut berdiri dan meninggalkan Diana yang duduk di ruangannya itu, sembari menundukkan kepalanya, mereka berdua kemudian berlalu dari ruangan Diana menuju ke arah mobilnya yang terparkir, setelah kepergian mereka berdua Diana pun kemudian mengusap wajahnya dengan kasar dan menelungkupkan wajahnya di sofa sembari meneteskan air matanya, karena ia merasa sudah kalah dan ia tidak bisa lagi mempertahankan egonya yang sudah sangat tinggi mengharapkan seorang laki-laki yang tidak mencintainya, Ia pun menangis kesugukan di dalam ruangannya tersebut tanpa ada orang lain hanya dia sendiri, perlahan-lahan mobil Kenzo pun meninggalkan kantor Diana, menuju ke arah kedai kopi untuk mengantarkan Ramon.
Namun di tengah jalan Ramon bersuara pada Kenzo.
" Aku tidak ingin kamu antarkan ke kedai kopiku."
" Kamu mau ke mana biar aku antarkan sekalian."
" Aku mau ke kantor kamu aja deh, nemenin kamu bekerja, Aku juga mau lihat bagaimana sekarang keadaan kantor Texs Group yang sedang kamu tangani itu, aku dengarkan kantor itu nyaris gulung tikar."
" Kamu tahu darimana kalau kantor itu nyaris gulung tikar."
" Keluargaku ada bekerja di Texs Group."
Kenzo terkejut mendengar ucapan Ramon dia langsung menatap Ramon dengan lekat, Ramon pun tersenyum.
__ADS_1
" Udah...Kamu fokus aja nyetir, kalau kamu tidak fokus kita tidak akan berada di dunia ini lagi, melainkan berada di dunia lain hehehe..." ucap Ramon sembari terkekeh, Kenzo pun ikut terkekeh juga mendengar ucapan dari Ramon mobil yang dikendarai oleh Kenzo itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah Texs Group.