
43
Kenzo menuju ke arah rumah Puja, dia berniat untuk mengantarkan Pandu ke sekolah karena dia ingin mendekatkan dirinya pada Pandu walaupun sebenarnya Pandu tidak mengenalinya, kalau dia adalah Ayah kandungnya. Tapi sayangnya dia terlambat, Pandu sudah berangkat lebih cepat bersama dengan Puja.
Akhirnya dia pun melajukan kembali mobilnya tersebut menuju ke arah kantornya.
" Aku terlambat ternyata dia sudah berangkat ke sekolah, tapi aku tidak tahu sebenarnya jam berapa dia berangkat ke sekolah, aku lupa menanyakannya pada Icha." Gumamnya sembari memarkirkan mobilnya di tempat parkir kantor Texs Group.
Kenzo turun dari mobilnya dan melangkah menuju ke arah lobbi kantor itu, namun tiba-tiba dia berpapasan dengan Puja yang tergesa-gesa yang setengah berlari sambil berbicara melalui ponsel pribadinya itu, dia pun menegur Puja, namun Puja tidak menghiraukan panggilan dia.
" Puja! Kamu mau ke mana? ada apa Puja..."
Sedikitpun Puja tidak menoleh, dia terus berlari ke arah depan jalan besar sembari menengok kiri dan kanan menunggu taksi yang lewat, Kenzo hanya menatap Puja dari pintu lobbi kantornya itu, Puja kemudian memasuki sebuah taksi, entah ada gerakan apa Kenzo pun kemudian melangkah kembali menuju mobil pribadinya beberapa saat kemudian mobil pribadinya itu pun meninggalkan kantor Texs group dia mengikuti laju kendaraan taksi yang membawa Puja.
__ADS_1
Taksi tersebut berhenti di sebuah sekolah yang tidak lain adalah sekolah Pandu, Puja berlari masuk ke dalam sedangkan Kenzo berhenti di depan sekolah tersebut dan memarkirkan mobilnya, dia pun melangkah mengikuti langkah Puja yang tergesa-gesa tanpa di ketahui sama sekali oleh Puja kalau Kenzo mengikutinya sampai ke sekolah Pandu.
Puja melangkah menuju ke arah kantor karena dia dihubungi oleh kepala Sekolah Pandu mengatakan kalau Pandu bertengkar dan berkelahi dengan salah satu temannya satu kelas.
Puja mengetuk ruangan tersebut mereka semua menatap ke arah pintu dan mempersilahkan Puja untuk masuk.
" Maaf Ibu kepala Sekolah saya terlambat apa yang terjadi dengan anak saya.?"
" Begini Ibu Puja, Pandu berkelahi dengan salah satu teman sekelasnya bernama Dodi, teman kelasnya itu tidak terima dan dia pun memanggil kedua orang tuanya."
Beberapa saat kemudian kedua orang tua anak tersebut yang berkelahi dengan Pandu memasuki ruangan tanpa pikir panjang dia pun langsung memarahi Pandu, dia tidak menghiraukan ada kepala sekolah dan juga ibunya Pandu.
" Oh ini yang namanya Pandu, mana Papah kamu, yang kamu bilang oada anak ku kalau kamu punya papah! Cepat panggil sekarang papah kamu!"
__ADS_1
" Maaf ibu, jangan bicara seperti itu oada anak saya!" Ucap Icha sembari berdiri menatap kearah ibu Dodi.
" Oh! berarti kamu ibunya, kamu tidak becus untuk mendidik anakmu, seharusnya kamu ajari dong anak kamu, agar tidak memukuli anak orang, ini sekolah tempat kita belajar bukan untuk berkelahi."
Pandu terdiam...Buliran bening di matanya pun berhasil lolos begitu saja, Puja langsung duduk di samping anaknya dan menghapus air mata itu sembari bersuara.
" Pandu anak yang kuat, Pandu tidak boleh menangis, Maafkan mama ya." Ucapnya Pandu pun menatap ke arah sang Mama.
" Dodi tidak Mah, yang salah Pandu, Pandu yang salah, pandu yang terlalu emosi sehingga berkelahi dengan Dodi, Dodi memang tidak salah, pandulah yang salah, berkali-kali Pandu mengatakan kepada Dodi kalau Ayah Pandu itu sedang bekerja jauh dan tidak bisa pulang tapi Dodi tidak percaya, hingga akhirnya Pandu emosi. Maafkan Pandu ya Mama." Ucapnya sembari memeluk mamanya.
" Tidak ada seorang ayah itu bertahun-tahun bekerja tapi tidak pernah pulang."
" Siapa bilang Dia tidak memiliki seorang Ayah!" ucap Kenzo yang tiba-tiba muncul di depan pintu ruangan tersebut, mereka semua menatap ke arah Kenzo yang berdiri dengan posisi kedua tangan bersedekap di dada.
__ADS_1