Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 39


__ADS_3

39


" Saat itu malam pergantian tahun di hotel itu lampu dalam keadaan tidak menyala karena kerusakan yang terjadi di sengaja."


" Disengaja? Siapa yang membuat kesengajaan itu.?" Tanya Kenzo


" Lalita dan teman-temannya, kamu kan tahu hotel berbintang itu milik Ayahnya Lalita."


" Kenapa dia melakukan itu semua?"


Ramon menghela nafasnya dengan panjang dan membenarkan posisi duduknya.


" Aku mendengar apa yang dikatakan oleh Lalita pada teman-temannya itu, dia ingin memberikan sesuatu pada minuman kamu, tapi aku tidak tahu apakah kamu sudah meminumnya atau belum, karena saat mereka membicarakan itu Aku tidak menemukan kamu."

__ADS_1


" Jangan-jangan Puja juga meminum minuman itu karena aku juga kehilangan Puja pada malam itu."


" Bisa jadi, karena minuman itu diberi sesuatu oleh Lalita, tidak hanya satu gelas, tapi beberapa gelas yang disodorkan pada orang-orang tertentu."


" Kenapa jahat sekali Lalita." Ucap Kenzo.


" Karena dia masih mencintai kamu, setelah melihat kamu datang dengan penampilan yang berbeda dan tidak searogan lagi seperti dulu, dia tetap jatuh cinta padamu, tapi sayangnya kamu tidak menggubris semua itu, apalagi dia sudah dijodohkan dengan kakakmu."


Ramon menghentikan sejenak bicaranya.


Lagi-lagi Ramon menghentikan sejenak bicaranya dan menghela nafasnya.


" Setelah kamu, aku bawa ke kamarku, Laila mendengarkan Lalita marah karena yang dia tiduri bukan kamu, tapi melainkan Kak Kenji, makanya dia meminta agar Kenji segera menikahinya dengan orang tuanya. Sebenarnya dia ingin menikah dengan kamu dengan kejadian seperti ini dan memutuskan pertunangannya dengan Kak Kenji, tapi karena kami terlebih dahulu mengetahuinya, kamilah yang lebih cepat untuk mengubah sandiwaranya itu."

__ADS_1


" Kenapa aku bisa bersama dengan Puja, padahal aku tidak sadarkan diri."


" Aku tidak tahu juga kenapa, tapi setelah hotel itu gelap gulita mungkin orang suruhan Lalita salah memasukkan kamu ke dalam sebuah kamar tersebut, dimana kamar itu sudah ada Puja yang tidak tahu siapa memasukkan Puja ke dalam kamar itu, hanya Puja yang mengetahuinya, kalaupun seandainya Puja dalam keadaan setengah sadar saat itu."


" Maksud kamu kamar 107?"


" Iya..." Ucap Ramon menoleh kearah Icha.


" Itu adalah kamar yang kami pesan, tapi aku tidak kepikiran untuk mencari Puja ke kamar itu, karena aku bingung kehilangannya, jadi malam itu aku memutuskan tidak menuju ke kamar itu, aku memilih mencari Puja ke sana kemari karena waktunya juga hampir pagi, aku memutuskan tidak menuju ke kamar kami karena aku pikir Puja tidak mungkin menuju ke sana tanpa aku." Ucap Icha.


Ramon menganggukan kepalanya, sedangkan Kenzo menghela nafasnya dengan panjang.


" Jangan-jangan yang dilihat oleh Puja tanda tato kepala harimau dan gantungan kunci itu sama dengan punya Kak Kenji, karena aku dan kak Kenji memang memiliki tato yang sama dan gantungan kunci yang sama."

__ADS_1


" Bisa jadi, tapi Puja melihat tato kepala harimau itu aja, tanpa gantungan kuncinya, karena saat itu dia dikejar-kejar seseorang karena memiliki pinjaman dengan rentenir dan saat itu laki-laki itu hampir saja mobilnya mencelakai Pandu, tapi tidak terjadi." Ucap Icha.


__ADS_2