Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 41


__ADS_3

41


" Aku memang akan mempertanggungjawabkan semuanya, besok aku akan ke sekolah Pandu untuk menjemputnya." ucap Kenzo sembari menatap ke arah Icha dan Ramon mereka berdua terlihat senang dengan ucapan Kenzo


Icha menghela nafasnya dengan panjang sembari bergumam di dalam hatinya.


" Puja, sekarang kamu tidak akan pernah sendirian lagi dalam menghadapi apa yang terjadi di hari-hari kamu nantinya, karena aku sudah mengetahui siapa Ayahnya pandu yang sebenarnya dan Pandu juga pasti akan merasa bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Ayah kandungnya." Gumam Icha di dalam hati sembari menyunggingkan senyum di wajahnya sembari menikmati pesanan mereka tersebut, beberapa saat kemudian mereka pun menikmati pesanan yang sudah sedari tadi mereka tunggu.


Setelah semuanya selesai dan pembicaraan itu pun diakhiri dengan mereka berpisah, Ramon meminta pada Kenzo untuk mengantar Icha pulang ke rumahnya, sedangkan Kenzo kembali ke rumah pribadi orang tuanya.


***


Tempat jam 07.00 pagi Kenzo sudah bersiap-siap hendak menuju ke sekolah Pandu, Karena dia sudah pernah menuju ke sekolah tersebut saat mengantar Puja sewaktu pertama kali mereka bertemu, saat itu Puja menganggapnya sebagai tukang ojek dia tersenyum di depan kaca kemudian dia pun melangkah keluar kamarnya dan menuruni satu persatu anak tangga lantai atas rumahnya tersebut dia menuju ke ruang makan di mana keluarganya sudah duduk di sana.


" Mama, Papa, Kenzo tidak sarapan ya, karena ada keperluan yang mendadak." Ucapnya sembari mengambil segelas susu dan meminumnya, kedua orang tuanya pun merasa heran, Begitu juga dengan Kenji menatap sang adik penuh dengan tanda tanya besar dikepalanya


" Memangnya kamu mau ke mana.?" tanya Kenji

__ADS_1


" Ada keperluan sedikit Kak, biasa urusan cinta." Ucapnya.


Kenji senyum mendengar ucapan dari Kenzo, kedua orang tuanya pun merasa bahagia karena Kenzo mengatakan seperti itu.


" Perjuangkanlah cintamu, Papa dan Mama ingin mendengar kamu bahagia dan memperlihatkan cinta kamu itu di depan mama dan papa." Ucap sang Mamah.


" Setidaknya kamu bisa memperkenalkannya pada kami." sambung sang papa.


" Sebentar lagi Pah, Kenzo akan memperkenalkannya kepada kalian, tenang aja." Ucapnya kemudian meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka, lalu dia menepuk pelan pundak sang kakak dengan dianggukan oleh sang kakak dan senyuman bahagianya sembari bergumam di dalam hatinya seraya menatap kepergian sang adik dari ruang makan tersebut.


Laila yang melihat sang kakak tersenyum itu pun menegurnya.


" Kenapa Kakak tersenyum sendiri ada apa?"


" Hehehe ..,Tidak ada apa-apa kok, Kakak cuma senang aja karena Kenzo mengatakan kalau dia sudah memiliki seorang kekasih."


Laila menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.

__ADS_1


" Oh ya kak, apakah Kakak memang benar-benar ingin menjalin hidup rumah tangga bersama dengan Kak Lalita.?" tanya Laila sontak saja pertanyaan itu mengejutkan kedua orang tuanya terutama Kenji, ruang makan itu pun hening saat Laila bertanya seperti itu pada sang kakak, mereka bertiga menatap ke arah Laila, aktivitas yang semula mereka lakukan dengan membunyikan sendok garpu itu pun terhenti.


" Hai...! Kenapa kalian menatap aku seperti itu, apa ada yang salah dengan pertanyaanku?"


" Ya iyalah nak ada yang salah, kenapa kamu bicara seperti itu sama kakak kamu, padahal sebentar lagi kan kakak kamu mau menikah tinggal menunggu hitungan hari saja, semua sudah beres urusannya. Kenapa kamu bertanya seperti itu seolah-olah Kamu mengetahui sesuatu dan menggoyahkan pikiran Kakak kamu nantinya setelah mendengar pertanyaan kamu itu." Ucap sang mama.


Laila hanya tersenyum saja dia menghela nafasnya dengan panjang.


" Mama, Papa, Aku hanya bertanya aja, kalau memang kakak ingin hidup bersama dengan Kak Lalita, aku sih nggak masalah, tapi apa tidak dipikirkan ke depannya nantinya."


" Maksud kamu apa sih? Kakak jadi bingung dengan pertanyaan kamu ini."


" Udahlah Kak nggak usah dibahas aku cuma bercanda aja, semoga Kakak dan kakak Lita itu bahagia, maksud aku Kakak itu harus menyesuaikan keadaan kakak nantinya sama dengan Kak Lalita, karena Kak Lalita itu kan orangnya selalu aja berada di luar rumah dia tidak ingin berada selalu di dalam rumah, apakah Kakak nanti sanggup bersama dengan dia membina rumah tangga, karena rumah tangga itu tidak untuk main-main, tapi untuk kita hidup seumur hidup bersama dengan pasangan kita. Apakah kakak nantinya bisa menghadapi kak Lalita dengan egoisnya serta dengan tingkah lakunya sekarang ini?" ucap Laila panjang lebar.


Kenji tersenyum dan menghela nafasnya dengan lebar, tidak ada jawaban dari Kenji tentang perkataan sang adik.


Begitu juga dengan kedua orang tuanya hanya memberikan senyuman mereka saja sembari melanjutkan kembali aktivitas makan mereka, Begitu juga dengan Laila dia pun langsung melanjutkan kembali sarapan paginya.

__ADS_1


__ADS_2