
37
Tepat jam tujuh malam Kenzo menghubungi Icha dan memgajak bertemu karena dia tidak ingin berlama-lama menunda keingin tahuannya tentang Puja dari Icha sang sahabat.
" Ada apa ya dengan pak Kenzo kenapa dia ingin bertemu dengaku? Ada masalah apa?Membuat aku bingjng saja." Ucap Icha menlajukan roda duanya itu.
Mereka berdua bertemu tidak jauh dari Alun-alun kota dimana tidak jauh dari situ ada sebuah pusat kuliner yang menyajikan banyak berbagai makanan yang sangat enak sesuai selera.
Mereka berdua duduk berhadapa-hadapan dan sebelum mereka berbicara Ramon yang ganpa janjian akhirnya bertemu dengan mereka dipusat kuliner tersebut disaat mereka duduk santai disebuah penjual sate yang terenak yang ada dipisat kuliner itu, Ramon langsung saja menemui mereka dan diapun tampak senang karena Icha ada bersama.
" Hai...kebetulan sekali aku baru aja dari rumah dan menuju kesini langsung kebetulan sekali kita bertemu." Ucap Ramon sembari duduk diantara Icha dan Kenzo.
Mereka berdua tersenyum terlihat Icha juga merasa senang karena bisa lagi bertemu dengan Ramon dan diapun langsung mengukir senyum diwajah cantiknya.
" Icha..." Panggil Kenzo sembari menatap ke arah Icha.
__ADS_1
Ramon menatap kearah sahabatnya.
" Ken, ada apa? Kenapa kamu mengajak Icha makan disini?"
" Ramon kamu jangan salah sangka aku dan Icha tidak ada hubungan spesial hanya sebagai Bos dan bawahan, disini aku ingin bertanya sedikit pada Icha calon kekasihmu." Ucapnya tersenyum.
Deg...
Icha yang mendengar ucapan Kenzo pun merasa terkejut dan menatap Bosnya itu dengan lekat dan Kenzo hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum melirik kerah Ramon yang menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya dibalik tangannya itu dia tersenyum sembari menggigit bibirnya, Icha merasa tidak percaya kalau Ramon menginginkan dia menjadi kekasihnya dan dia juga tidak menapik kalau dia juga sangat menyukai Raman teman sang Bos itu sejak pandangan pertama dikantornya, Icha hanya tersenyum sembari tertunduk.
Kembali lagi ketujuan awal, Icha langsung saja mengangkat wajahnya dan menatap kearah pak Bosnya itu sembari berkata.
" Oh ya pak, apa yang ingin Bapak tanyakan pada saya? Apa ada perihal penting sekali."
Kenzo mengangguk dan menatap kearah Icha dan Ramon membuat Ramon pun akhirnya bertanya dengan sang sahabat.
__ADS_1
" Ada apa Ken?"
Lenzo menghela nafasnya dengan pelan dan panjang.
" Aku ingin bertanya pada Icha tentang Puja."
" Puja?!" Tanya Ramon seolah dia mengenal Puja.
" Iya, Kenapa? Kamu kenal?" Tanya Kenzo menatap Ramon, sedangkan Icha terdiam dan diapun kemudian mengalihkan pandangannya seraya berkata dalam hatinya.
" Apakah tentang kejadian saat diresto itu sehingga pak Kenzo bertanya mendadak padaku? Apa yang akan aku katakan padanya? Apakah aku harus jujur saja? Ya Tuhan bagaiman dengan Puja kalau aku jujur pada pak Kenzo? Berikan aku petunjuk ya tuhan..." Ucapnya sembari memejamkan matanya sesaat.
" Icha...Kamu kan temannya Puja ada yang ingin aku tanyakan dengan keanehan sikap Puja padaku? Sampai sekarang aku merasa penasaran ada apa dengannya, pasti dia sudah menceritakan semuanya padamu tentang kejadian keanehan yang terjadi di saat kami berdua berada di Restoran siap saji yang lalu."
" Puja? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu." Ucap Ramon dalam hatinya.
__ADS_1
Terlihat Icha menghela nafasnya dengan panjang karena dia merasa bingung antara jujur dan tidaknya pada pak Bosnya itu.