
Bagian 29🌹
Diana langsung berdiri dari duduknya dia pun langsung tersenyum karena dia tidak menyangka kalau kedua orang itu datang ke kantornya dia menyalami Kenzo dan Ramon.
" Silakan duduk, tumben kalian datang ke kantorku, biasanya kalian tidak pernah sama sekali mengunjungiku." ucapnya sembari menuju ke arah sofa, Ramon dan Kenzo pun mengikutinya dan duduk di hadapan Diana.
Diana menatap ke arah Kenzo dia tersenyum manis biar bagaimanapun dia tetap sangat mengharapkan Kenzo menjadi pendampingnya.
" Ada angin apa kalian mengunjungiku.?" Tanyanya sembari tersenyum manis.
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang tersenyum sembari berucap.
" Ada yang ingin aku tanyakan dengan kamu." ucap Kenzo tanpa berbasa-basi lagi.
" Apa yang ingin kamu tanyakan denganku.?"
__ADS_1
" Gini Diana, kami tidak ingin terlalu bertele-tele bertanya denganmu, karena semua ini menyangkut perusahaan yang baru Kenzo bangun."
" Perusahaan yang Kenzo bangun?terus hubungannya denganku apa? Dan maksudnya gimana ini, Bagus dong kalau dia memiliki perusahaan yang baru."
" Nggak usah kamu bersimpati Dia dan berucap seperti itu karena tidak sesuai dengan kepribadian kamu saat ini." ucap Ramon.
" Apa maksud kamu berbicara seperti itu? hubungan aku dengan Kenzo sudah lama tidak terjalin, saat Kenzo menolak aku waktu itu, aku sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Kenzo, Kenapa kamu berbicara seperti itu seolah-olah aku mengganggu kehidupan Kenzo lagi!"
" Jelas kamu yang mengganggu hidup Kenzo.!"
" Memang kamu tidak mengganggu kehidupanku secara langsung, tapi kamu mengganggu usahaku." sambung Kenzo sembari menatap lekat ke arah Diana.
Diana terkejut dengan ucapan Kenzo namun Ia pintar menutupi rasa terkejutnya dengan tertawa pelan.
" Hehe.. Jadi maksud kalian, kalian berdua datang ke kantorku ini hanya ingin menghina dan mengatakan aku mengganggu usaha kamu, dimana buktinya itu, seharusnya kalian datang ke sini membawa bukti yang konkrit jangan asal bicara saja."
__ADS_1
" Kami tidak asal bicara tapi kenyataan dengan fakta, Kamu kenalkan dengan Ihsan bawahan yang ada di kantorku.?"
Diana tersentak dengan ucapan nama Ihsan namun dia berusaha untuk menyembunyikan rasa terkejutnya itu di hadapan kedua lelaki yang ada di depannya itu.
" Ihsan?Ihsan siapa? Aku tidak kenal, kenapa dia membawa-bawa nama aku di sini, kalian tidak usah bertele-tele berbicara tentang Ihsan lah, tentang siapa lah yang terpenting kalian buktikan dulu semua omongan kalian itu di hadapanku, karena itu harus memerlukan bukti kalau kalian hanya berbicara seperti itu saja sama aja kalian menuduhku, salah-salah kalian yang akan aku tuntut karena kalian sudah menjelekkan aku." Ucapnya berusaha berdalih dengan apa yang dikatakan Kenzo padanya.
Kenzo pun tersenyum di sudut bibirnya, kemudian Kenzo mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang direkam oleh Ihsan tersebut, Kenzo kemudian meletakkan ponselnya di depan Diana, Diana langsung terkejut keringat dingin menghampirinya karena di dalam video itu semua bukti sudah mengarah kepadanya.
" Kamu berdalih lagi dengan mengatakan kami menuduh kamu, maksud kamu apa dengan berbuat seperti itu padaku? kamu bilang masalah yang telah lalu sudah lewat, Kamu tidak akan pernah lagi hadir di kehidupanku, tapi nyatanya apa? kamu seperti menggunting dalam lipatan, seharusnya kamu sadar diri cinta itu tidak bisa untuk dipaksakan, masih banyak laki-laki di luar sana yang menginginkan kamu, kenapa mesti aku terus yang kamu kejar, kamu tidak mendapatkan cintaku dan tidak mendapatkan diriku kamu malah menghancurkan usahaku, jika seandainya aku berbuat sama denganmu, Bagaimana perasaan kamu, aku tidak mau membawa masalah ini pada pihak yang berwajib, tapi aku ingin kamu mengakui kesalahan kamu dan tidak akan pernah lagi mengganggu kehidupanku, baik diriku ataupun keluargaku nantinya, serta usaha yang sedang aku geluti saat ini, kita berjalan di masing-masing langkah kita, jangan beratkan langkah kita dengan memberatkan langkah orang lain, semoga kamu paham dengan apa yang aku ucapkan ini." Ucap Kenzo seraya menatap kearah Diana.
Diana menatap lekat ke arah Kenzo dia terdiam tidak bersuara sama sekali hanya bergumam di dalam hatinya.
" Aku memang salah Kenzo, karena aku sangat mencintaimu makanya aku berbuat seperti ini, aku ingin sedikit kamu perhatikanku, agar kamu selalu melihat aku, walaupun dengan cara ini Aku merasa senang sekarang, kamu sudah datang ke kantorku dan berbicara denganku, tapi sayangnya kamu masih dengan tekad kamu seperti dulu yang tidak ingin menerima sedikitpun cintaku padamu." ucapnya sembari tetap menatap ke arah Kenzo.
Mereka berdua saling berpandangan namun Kenzo tetap dengan pendiriannya tidak ingin memberi peluang pada Diana bertahta di hatinya.
__ADS_1
" Aku ingin bahagia bersama denganmu Kenzo, setidaknya kamu dengarkan aku, dengarkan isi hatiku..." Gumamnya dalam hatinya.